//
home

Latest Post

Tentang politisasi Agama

Tergelitik juga saya untuk menulis pendapat saya, tempo lalu saya membaca salah satu status di FB yang menuliskan dengan besar dalam bentuk sticker yaitu “Jangan Politisasi Agama!”

Saya sebenernya sangat ingin bertanya, apa yang dimaksud dengan jangan Politisasi Agama?
– Apakah jika seseorang berkeyakinan tentang sebuah pendapat politik berdasarkan ajaran agamanya itu dianggap sebagai politisasi Agama?
– Apakah jika seseorang mengikuti Agamanya sebagai way of life lalu beristikhoroh (saya tulis penjelasan, Istilhkoroh dalam Islam adalah meminta ketetapan hati dari Allah SWT dalam menentukan pilihan dengan shalat dan berdo’a) lalu menentukan pilihan politiknya disebut sebagai politisasi Agama?
– Apakah jika seorang guru ngaji menyampaikan Siroh (Sejarah) di masjid atau majelis pertemuan tentang bagaimana Islam dulu sebagai sebuah cerminan untuk bisa berbuat baik kedepan itu juga disebut sebagai politisasi Agama?
– Apakah ketika kita menentukan pimpinan berdasarkan keyakinan Agama kita itu disebut sebagai politisasi Agama? Sebab saya yakin, setiap orang akan mempunyai kecenderungan besar memilih berdasarkan keyakinan Agama mereka, disini, dinegara lain dan tempat lain baik mayoritas maupun minoritas sebagai Hak individu yang melekat pasa setiap orang.
Dan saya sangat menghormati setiap pilihan teman saya.

Sedikit melihat sejarah yang saya pelajari ketika SD kelas 5, pada buku sejarah saya masih ingat, bahwasannya penjajah masuk ke Indonesia secara politis mereka masuk dengan 3 misi yaitu Gold, Glory dan Gospel.
– Gold adalah mencari kekayaan ditempat baru baik untuk memenuhi kebutuhan mereka ditempat penjajahan maupun di bawa ke negera asal mereka.
– Glory adalah mencari kekuasaan ditempat jajahan baru, secara logika, manusia disebut berkuasa ketika banyak kekayaannya, luas wilayah kekuasaannya dan juga bisa menanamkan kehendak dari apa yang diinginkan oleh mereka sebagai penjajah.
– Gospel adalah penyebarluasan pengajaran agama Nasrani khusunya Kristen pada daerah luar yang termasuk dalam wilayah kekuasaanya. Dengan melakukan penyebarluasan agama, negara barat meyakini bahwa tujuan dari semuanya merupakan kebenaran yang berasal dari Tuhan.

Dari ketiga diatas jelas bahwa Agama merupakan salah satu yang menjadi tujuan untik disampaikan kepada siapa saja dan dimana saja.

Fase Islam masuk ke Indonesia
Berbeda dengan tulisan saya diatas, saya menangkap Islam disebarkan dengan cara yang berbeda, jika dalam catatan sejarah Islam masuk ke Indonesia dituliskan dilakukan oleh para pedagang dari Gujarat/India, yang saya baca dari beberapa tulisan Islam disebarkan masuk ke Indonesia langsung oleh para ulama atau pemuka Agama yang ditugaskan untuk menyebarkan Islam. Lalu kenapa dituliskan disebarkan oleh para pedagang?
Para Ulama/pemuka Agama Islam yang menyebarkan Islam tentunya harus memenuhi kebutuhan hidup, mereka berdagang, mereka tinggal disuatu daerah untuk menyebarkan Islam menikah dan berakulturasi dengan budaya setempat (sebab keyakinan adalah bukan sesuatu yang instant yang harus diterima oleh siapapun). Saya yakin para pemuka Agama lain juga tidak dalam waktu singkat jika menyampaikan ajarannya.

Kembali ke masalah politisasi Agama, pendapat saya Sila Ketuhanan yang Maha Esa berada pada posisi nomer satu bukan sebagai hiasan, tetapi kita jadikan sebagai pijakan keyakinan yang mendasar untuk semua.
Maka saya berkesimpulan terbuka saja, termasuk dalam masalah memilih pemimpin, pilihlah pemimpin sesuai dengan berbagai keyakinan kita, termasuk keyakinan yang berdasar dari Agama kita.
Indonesia sebagai Negara Demokrasi menempatkan kita semua sebagai warga negara dengan ketentuan Hak pilih yang melekat pada setiap individu.

so pendapat saya adalah Tidak ada politisasi agama, yang ada adalah kecerdasan warga negara yang memilih berdasarkan aspek keyakinan termasuk keyakinan berdasarkan Agama, dan itu boleh dilakukan oleh siapapun, termasuk teman saya yang berbeda keyakinan dengan Agama saya yaitu Islam.

Selamat menikmati demokrasi.

Depan kolam Ikan, 19062018
Agus Nugroho

Iklan
  • Catatan Foto Trip ke Gunung padang Cianjur bersama Tjiphot's Fams dan Baladika. Silahkan Download untuk file ukuran kecil disini Gunung Padang Trip 2014 dan untuk file ukuran besar download disini Gunung Padang Trip.
  • Kali ini saya kembali menyajikan majalah Digital ketika Menjejakan kaki di Gunung Burangrang bersama rekan-rekan dari Sahabat Alam Rimba (SAR) Bandung Barat. Perjalanan perdakian terhitung unik, karena kita mencoba kali ini melakukannya pada malam hari.  Silahkan Donload lengkap majalah nya disini --> Burangrang Trip SAR 2014
  • Catatan foto saya tentang Trip ke Gunung Bromo Jawa Timur bersama teman-teman dari Trip to Hidden Paradise. Silahkan Download disini Bromo TTHP eD
  • Untuk rekan pendaki yang naik bersama Tanggal 28 Desember 2013 sampai dengan 3 Januari 2014. Silahkan Download disini Edisi Semeru 2014 Edisi lainnya No foto team : Edisi Semeru 2014 2
  • Catatan foto perjalanan sepanjang jalan menuju Semeru (3676 Mdpl), 28 Desember 2013 - 3 Januari 2014 Versi PDF silahkan Download Majalah Chapter 2 Lebih dekat denganMu diatas sana versi 02
  • Silahkan download disini Menikmati dinginnya Ranca Upas 02  PDF
  • Buku ini sengaja saya buat sebagai sarana dokumentasi dari foto potrait yang telah saya hasilkan. Anda dapat mendownloadnya disini =>  A Face by Agus Nugroho (2)

nugros@copyright 2006

Berjalan, Melihat, Memotret dan Menulis

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 452,928 hits

My Photos gallery