//
you're reading...
1

Bisnis Birokrasi


Teman saya ini hanya seorang pegawai administrasi di sebuah sekolah SD swasta, gajinya kecil alias pas-pasan buat hidup. Beberapa waktu yang lalu dia bercerita, bahwa beberapa hari yang lalu, dia baru saja memproses pembayaran pajak kendaraan bermotornya. Motor bebek keluaran tahun 2000. kebetulan sekali sebenarnya, saya tadinya tidak tertarik, hanya saja karena pajak motor saya mau habis juga masa berlakunya maka saya mau mendengarkan ceritanya.
“ Pertama dia datang ke kantor samsat tempat pembayaran pajak. Di pintu dia sudah disambut oleh seorang petugas polisi yang segera menyapa, “Bayar pajak motor Pak.?”
“iya” jawab teman saya yang heran karena seakan petugas itu sudah tahu kedatangan dia. Padahal orang yang datang kesitu bisa macam-macam keperluannya. Setiap loket diruangan itu dipenuhi antrian orang. “oo.. coba saya lihat STNKnya…” pintanya tanpa ragu. Teman saya yang tidak tahu menahu kondisi ruangan itu hanya melongo sambil merogoh dompetnya dan mengeluarkan STNK motor miliknya. Sejenak polisi itu melihat bagian belakang stnk dibana bukuti pembayaran pajak serta masa berlakunya tertera. “ Oo… 270 ribu !, Coba sini pak sama saya saja biar cepat”. Tanpa banyak komentar teman saya langsung menyerahkan uang sebesar 270 ribu.
Setelah menunggu sebentar penjaga loket pembayaran memanggil nama teman saya dan mengatakan bahwa proses pembayaran sudah selesai. Sudah pak ! 170 ribu plus jalur cepat, terima kasih.” Katanya sambil kemudian memanggil nama antrian lain.
Teman saya sebenarnya heran. Dia mau bertanya kepada siapa pun tidak tahu. Terlebih beberapa orang yang mengantri menyapanya dengan kata “ Enak ya pak jalur cepat ….”

Sepertinya cerita teman saya ini hanya merupakan bagian kecil dari banyak sekali saudara-saudara kita yang juga menjadi korban bisnis birokrasi yang ada di negara kita. Alasan yang disampaikan simpel saja… uang buat administrasi…,buat uang lelah.., buat rokok petugas ..kasihan, biaya formulir atau blanko dan lain sebagainya.
Mau tidak mau memang bisnis birokrasi sudah sedemikian merajalela dan menjadi mafia tersendiri. 100% pendapatan akan dibagi-bagiakan rata mulai dari kepala hingga bawahan.pfuihh…. rasanya memang menyebalkan kalau kita harus mendengar atau bahkan berurusan dengan yang satu ini.

Kenapa harusa ada birokrasi yang berbelit, kenapa kalupun birokrasi itu cepat tapi harus dibayar, mentalitas apa yang menjangkiti aparat kita yang seharusnya menjadi pelayan ummat, malah menjadi pembajak. Sadarkah mereka bahwa kelak semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban.
Dari cerita teman saya ini, saya jadi teringat kepada salah seorang shahabat nabi yaitu Umar Bin Khatab. Dia seorang khlifah yang pada masa pemerintahannya sangat menjaga manah rakyat. Hingga beliau menyebut bahwa setiap pemimpin adalah pelayan bagi ummat. Setiap pengeluaran negara harus diawasi ketat hingga tidak ada fitnah dana dipakai untuk hal lain diluar urusan kenegaraan. Setiap jalur birokrasi yang hanya akan memakan waktu dan biaya harus segera di hilangkan. Sehingga pelayanan kepada ummat akan dirasakan sebagai sebuah ‘pertolongan’ dan bukan ‘musibah’.
Sepertinya kita memang merindukan pemimpin seperti umar bin khatab yang tegas memotong setiap jalur birokrasi yang ada dalam pemerintahannya untuk efisiensi dan menghindarkan diri dari godaan fitnah.
April 2006
Ishbir Akhi,’ May Allah be with You
Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 449,020 hits

My Photos gallery

Iklan
%d blogger menyukai ini: