//
you're reading...
Renungan

” SERANGAN KEDAMAIAN “

(Sejarah penaklukkan kota Makkah)

Apa yang kira-kira dipikirkan oleh semua orang, jika sebuah negeri kedatangan sebuah pasukan yang besar dengan persenjataan yang lengkap untuk “memerangi” mereka, mungkin hampir setiap kita akan berpikir sebagaimana berpikirnya ratu balqis, seorang ratu penguasa kerajaan Saba di Yaman ketika itu, tatkala dia mendengar ada seorang Raja yang bernama Sulaiman as dari Palestina akan datang “memerangi” kerajaannya. Ungkapan sang ratu direkam oleh Allah SWT didalam al quran surat an naml ayat 34, ” raja puteri itu berkata:”sesungguhnya raja-raja apabila memasuki sebuah negeri (dengan paksa), niscaya mereka mengadakan kerusakan didalamnya dan menjadikan orang-orang yang mulia dari penduduknya menjadi orang-orang yang hina”, demikianlah yang mereka lakukan”.

Namun, kaidah “memerangi” yang identik dengan membuat kerusakan dan kehinaan jiwa penduduk negeri yang diperangi itu tidak berlaku dalam kamus perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Ketika beliau dengan pasukan berjumlah 10 ribu orang “mendatangi” kota Makkah pada bulan ramadhan tahun 8 H, pertistiwa yang kita kenal dalam sejarah sebagai “fathul makkah”. Dari istilah “perang”nya sangat saja jauh dari unsur teror dan kerusakan,yaitu kata fath dan al quran lebih sering memakai istilah “fathan” artinya membuka atau “isti’mar” berarti memakmurkan”. Sehingga jika Islam “memerangi” sebuah negeri akan berimplikasi terhadap pembebasan dari unsur keterjajahan sesungguhnya, seperti unsur perbudakan, penghambaan terhadap manusia dan kezhaliman sebuah sistem dan ada efek memakmurkan negeri tersebut sebelum Islam datang kesana.

Perang & Citra

Ada satu misi besar yang sulit beliau lakukan dalam fathul Makkah pada waktu itu, ialah bahwa beliau ingin membawa pasukan yang besar dengan komposisi pasukan dari berbagai kabilah dan bergerak massal secara rahasia tanpa diketahui oleh pihak Makkah serta beliau menginginkan, agar pasukan yang banyak ini membuat “terkejut” pihak quraisy, sebagaimana doa beliau dalam perang ini, ” Allahumma khuzil absharul quraisy, laa yarauna anni illa baghtah”, Ya Allah, tutuplah mata pihak quraisy, dan jangan engkau biarkan mereka melihat diriku, kecuali kedatanganku akan mengejutkan mereka.

Urusan perang bukan saja sekedar urusan memenangkan dimedan fisik atau laga, namun juga bagaimana memenangkannya dimedan jiwa dan pikiran, agar keduanya bergabung menjadi kemenangan paripurna. Jadi bagaimana pasukan ini dapat memasuki ke dalam jantung kota makkah tanpa ada “kerusakan” dan “pertumpahan darah” dan juga bagaimana Islam juga dapat memasuki kedalam jiwa-jiwa penduduk makkah yang jahiliyyah tanpa ada “kehinaan” bagi mereka, sebagaimana ketakutan ratu balqis dalam ayat diatas.

Rekayasa Citra

Ketika pasukan Muslim bermalam disebuah tempat yang bernama mar azzhran, sebuah tempat yang sudah sangat dekat dari kota Makkah, Nabi dan pasukannya beristirahat disana untuk berkemah, Nabi berpesan agar malam itu seluruh pasukan berpencar dan memperbanyak api unggun. Aktivitas militer Nabi sampai detik itu belum diketahui oleh Abu sufyan sebagai penanggung jawab tertinggi militer quraisy. Dalam beberapa hari memang Abu sufyan selalu mencari informasi dari berbagai pihak, apakah kaum muslimin di madinah akan memerangi makkah, dugaan abu sufyan tersebut sangat beralasan , karena ulah sekutu mereka dari bani bakar yang telah membunuh 20 orang dari bani khuzaah yang merupakan sekutu Nabi muhammad SAW, berkonsekuensi terhadap pelanggaran terhadap “perjanjian Hudaibiyah” yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Dimana salah satu poin perjanjian mengatakan setiap suku yang ingin bersekutu kepada kedua belah pihak dipersilahkan, dengan berpihak kepada salah satu suku berarti itu sama saja hak & kewajiban yang diberikan sama, melukai sebuah suku yang bergabung berarti itu sama saja melukai induk sekutu mereka, dalam hal ini bani khuzaah sekutu induknya adalah Nabi Muhammad SAW.

Abu sufyan dan dua rekannya pada akhirnya dapat mengintai pasukan yang berkemah tersebut, dengan melihat bapi unggun yang banyak, Abu sufyan berkata kepada rekannya,” demi Allah ini bukan pasukan bani khuzaah yang datang ingin balas dendam, tidak mungkin mereka memiliki pasukan sebanyak ini”, seraya menunjuk api unggun yang banyak. Strategi Nabi untuk memperbanyak api unggun telah menciutkan perasaan lawan, mereka akan menduga kalau setiap api unggun akan dikerumuni sekitar 20 sampai 30 0rang, maka abu sufyan tinggal menghitung saja jumlah api unggun dan dikalikan kapital jumlah tersebut. Inilah yang disebut oleh Nabi bahwa , sungguh perang itu adalah tipu daya”.

Abbas bin Abdul muthalib, paman nabi yang telah memeluk Islam, diam-diam ingin memberitahukan kepada pihak quraisy agar mereka menyerah saja sebelum pasukan kaum muslimin menyerang kota makkah. Ditengah gulitanya malam akhirnya dia menemukan abu sufyan dan rekannya yang sedang mengintai pasukan Islam. Abbas ditanya oleh abu sufyan, siapa mereka itu?, Abbas menjawab,”celakalah engkau abu sufyan, itu adalah pasukannya Muhammad SAW”, mendapat kepastian bahwa ternyata pasukan yang sedang berkemah itu adalah pasukan kaum muslimin, maka lemaslah abu sufyan.

Atas perantara abbas bin abdul muthalib, abu sufyan diantar ketempat tenda nabi, disanalah abu sufyan menyatakan keislamannya, setelah ditundukkan dengan bahasa “kekuatan”. Abbas menyarankan kepada Nabi agar beliau mau “memuji dan memuliakan” abu sufyan, karena dia orangnya tipenya seperti itu, kata abbas.Nabi sadar persisi, lain orang lain karakter dan lain juga bahasanya, sebagaimana sabda Nabi,”khatibunnaasa ‘ala qadri lughatihim”, bicaralah dengan manusia menurut kadar bahasanya. Sehingga un tuk abu sufyan, beliau mau untuk mengangkat dan memujinya, dengan ungkapan yang terkenal ketika beliau memasuki kota makkah, beliau mengatakan kepada penduduk makkah,”barang siapa yang masuk ke kabbah dia aman, barang siapa yang masuk kedalam rumah abu sufyan maka dia juga aman”, betapa keindahan “serarangan” Nabi ini dengan cara menyamakan kedudukan ka’bah dengan abu sufyan. Ini bukti bahwa tidak ada penduduk yang dihinakan disini, inilah salah satu bentuk “pesona” serangan islam.

Nabi meminta kepada abbas, agar dia mengantar abu sufyan dipinggir bukit sebelum masuk kota makkah pada pagi hari, tempat nanti Nabi ingin memperlihatkan “parade kekuatan” barisan kaum muslimin. Nabi membagi pasukannya menjadi 3 kompi besar, agar tiga pintu utama kota makkah dimasuki oleh pasukan ini. Abu sufyan dari ketinggian bukit melihat satu demi satu parade barisan, setiap kali abu sufyan bertanya yang lewat didepan matanya, dia mengatakan kepada abbas, siapa mereka ?itu adalah bani maizanah, abu sufyan menjawab, apa urusannya dengan diriku. Setiap kali abbas memberitahu kepada abu sufyan, mereka dari kabilah fulan, maka abu sufyan menjawab sama. Sampai dia takjub melihat pasukan besar berwarna hijau dengan wajah tertutup semua dengan pakaian besi, abu sufyan mengatakan, siapa mereka itu? Itulah kaum muhajirin dan Anshar, dimana ada Nabi ditengah-tengah mereka, maka abu sufyan mengatakan, “kini muhammad tidak bisa lagi dikalahkan , kini kemenakanmu telah menjadi raja besar di tanah arab”, kemudian ditanggap oleh abbas, ” bukan,wahai abu sufyan, itulah nubuwwah”. Maka dari sini tergambar menyerahnya abu sufyan, keinginan nabi untuk mengejutkan mereka berhasil, menang tanpa kekerasan.

Makkah pada hari itu menjadi sesak dengan kaum muslimin, negeri yang dahulu mereka terusir darinya oleh karena mereka ingin beriman kepada Allah yang satu dan meyakini Muhammad sebagai Rasul Allah, kini mereka datang penuh kemuliaan tanpa ada penindasan. Karena eforia yang begitu hebat, seorang shabat bernama Sa’ad bin ubadah, berteriak dari atas untanya, ” hari ini adalah hari pembalasan, hari dimana dihalalkannya semua yang dilarang ka’bah”, Nabi sadar ucapan sahabat ini mengandung “teror” yang bisa mencedarai kejiwaan penduduk makkah, maka Nabi menyambut teriakan Sa’ad dengan ucapan, “bukan, bahkan pada hari ini adalah hari rahmah, hari dimana Allah memuliakan ka’bah”, maka ucapan ini membuat tenang penduduk makkah. Ini juga salah satu bukti, dimana Nabi ingin membangun citra positif tentang Islam, Islam bukanlah agama “penebar teror” bahkan Islam sesuai akar namanya assilmu adalah “pembawa kedamaian”.

Ketika hari kedua Nabi di makkah, semua penduduk makkah dikumpulkan didepan ka’bah, dihadapan Nabi mereka semua digiring. Semua mereka sudah menduga yang tidak-tidak, teringat mereka akan kejahatan yang telah mereka perbuat beberapa tahun lalu ketika mereka menghalang-halangi da’wah Nabi, ketika mereka menyiksa beliau dengan para sahabat, ketika mereka mencemarkan nama baik beliau dengan istilah tukang sihir,dukun, orang gila dan sebagainya. Mereka sudah menduga bahwa kejahatan mereka selama ini kepada Nabi akan beurujung kepada kematian. Tiba-tiba Nabi mengatakan kepada mereka semua ,”Yaa ma’syaral quraisy !!! maadza tarauna ‘anni faa’ilun bikum???”, wahai orang-orang quraisy, apa yang kalian duga tentang apa yang akan keperbuat kepada kalian hari ini?, ucapan ini bagaikan petir, menambah kekhawatiran mereka, namun nabi menjawab langsung dengan ucapan yang sejuk, santun dan penuh dengan bahasa kasih sayang, ” idzhabuu fa antum at thulaqaa”, pergilah kalian , karena kalian telah aku bebaskan. Anda perhatikan, manusia agung ini, ketika beliau telah memiliki kekuatan, kekuasaan dan sekaligus legalitas untuk membunuh mereka, namun keputusan beliau akan senantiasa menjadi buah bibir sejarah, yah inilah yang kita sebut dengan “serangan kedamaian”.

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery

%d blogger menyukai ini: