//
you're reading...
Pendidikan

Guru Honorer, Oh Nasibmu…

Jakarta – Pernahkah terbayangkan di benak kita memperoleh gaji kurang dari Rp 100 ribu perbulan? Dalam negeri yang anggaran pendidikannya 20 persen dari total APBN ternyata kondisi tersebut masih ada. Seorang guru, yang tiada lelah memberikan pengajaran keilmuan serta budi pekerti hanya dihargai dengan Goban (Rp 50 ribu) saja…

Hal inilah yang dikeluhkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Di hadapan kepala negara, mereka pun mencoba memperjuangkan nasib para guru bantu yang tidak jelas masa depannya itu.

“Masih banyak guru bantu yang gajinya di bawah Rp 100 ribu perbulan,” ujar Ketua Umum PGRI Sulistyo usai bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (20/1/2008).

Menurut Sulistyo, kebanyakan mereka yang mendapatkan gaji yang tak pantas tersebut adalah mereka-mereka yang berada di desa-desa, terutama guru Taman Kanak-kanan (TK).

“Jangan anggap mereka (guru TK) bahagia meski dari pagi hingga siang bernyanyi terus,” kata Sulistyo sambil tersenyum.

Di hadapan SBY, Sulistyo bersama dengan para pengurus PGRI lainnya mencurahkan isi hati, dan mengetuk hati Presiden SBY untuk memberikan upah yang layak bagi para guru bantu.

“Kita minta mereka mendapatkan gaji sekitar Rp 2 juta. Tapi itu untuk guru bantu yang kerja 6 hari. Karena ada juga guru bantu yang kerja 1 atau dua hari saja selama seminggu,” jelas pria kalem ini.

“Kita minta ada upah minimal untuk para guru honorer,” imbuhnya.

Saat bertemu dengan SBY, Sulistyo pun mempermasalahkan tentang anggaran pendidikan sebesar 20 persen yang telah dialokasikan dalam APBN. Menurutnya, lebih dari 10 persen anggaran pendidikan kita saat ini untuk menggaji guru dan dosen, sehingga sisanya yang kurang dari 10 persen itulah yang benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan para siswa.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo mengatakan, tidak mudah mengangkat guru bantu untuk menjadi PNS. Harus melalui proses yang panjang. Namun demikian, menurutnya, pemerintah dari awal serius dengan masalah ini.

Terkait dengan anggaran 20 persen pendidikan, menurut Mendiknas, pemerintah daerah diminta untuk menyukseskan program pemerintah ini. Mereka juga diwajibkan untuk mengalokasikan anggaran 20 persen untuk pendidikan.

“Saat ini di daerah belum ada kejelasan,” ujar Mendiknas. (anw/irw)

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

4 respons untuk ‘Guru Honorer, Oh Nasibmu…

  1. Anggaran 20% itu dari atasnya, kalau sudah dibagi-bagi ke bawah mah ya, sungguh masih jauh banget. Memang sangat menyedihkan nasib guru honorer apalagi di sekolah yang dinaungi oleh Depag ‘Madrasah’ lebih puarah lagi selain dari gaji juga sarana dan prasarana pendidikan yang sungguh jauh dari lumayan. Semoga bisa lebih baik lagi…

    Posted by Admin | 31 Januari 2009, 7:53 am
  2. guru serius
    pemerintah serius
    honornya?
    kapan di-urus?

    tapi di luar yang honorer, nggak kurus tuh?

    Posted by MASEDLOLUR | 31 Januari 2009, 9:32 am
  3. Pak SBY yang terhormat
    pernahkah Bapak merasakan penderitaan kami sebagai guru yang berpenghasilan di luar kebutuhan kita, kita semua merasakan betapa irinya melihat uang yang berlimpah yang diterima oleh teman – teman kami sebagai PNS. Pak SBY perhatikan nasib kami yang bekerja lebih dari teman kami (PNS) kadang kerjaan itu kami teruskan di rumah (untuk yang merangkap tugas sebagai Pengetikan data sekolah) dan kadang kala kita berlembur di pagi hari setelah tugas mengajar didalam ruangan dengan ditemani oleh nyalahnya satu komputer yang kita gunakan hingga sore tiba, pak jangan lupakan kami. kami sadar menjadi guru adalah tugas dan suatu kewajiban yang kami ambil sebagai seorang pengajar yang ingin memberikan ilmunya kepada anak didiknya, kami sangat menyenangi tugas dan kewajiban serta pengabdian kami. tapi maaf …. kami sangat iri melihat teman -teman PNS yang terus Bpk perhatikan……… perhatikanlah nasib kami Bpk,….. jangan lupakan pengabdian kami…….. dan berilah semangat kami sebagai pencerdas masa depan bangsa Indonesia yang sama sama kita cintai ….. jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis melihat kami ………… terima kasih bapak presiden SBY yang kita banggakan dan kita harapkan membawa kemajuan bangsa kita …… bawalah negeri ini menjadi suatu negara yang hidup masyarakatnya berdasarkan Bhineka tunggal ika…. ajaklah burung garuda untuk mengepakkan sayangnya kembali… untuk kemajuan negara Indonesia yang kita rindukan menjadi negara yang rakyatnya dari sabang sampai merauke saling bersatu dan menjadi kesatuan

    Posted by koko ari prasetio | 14 Desember 2009, 4:16 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 472.587 hits

My Photos gallery

Iklan
%d blogger menyukai ini: