//
you're reading...
Renungan

MUI vs JIL (Allah akan selalu bersama kebenaran)

Akh sebenarnya saya tidak mau mengimentari masalah ini. Kayaknya ga akan ada habis-habisnya namun setelah melihat  acara dialog disalah satu stasiun televisi swasta rasa-rasanya keislaman saya terpanggil, terpanggil untuk turut mengomentari dan membela ulama (dalam hal ini MUI).

Acara tersebut menghadirkan Ketua MUI KH Amien Ma’ruf, Jaringan Islam Liberal (JIL)  Abdul Moqsith Ghazali dan salah seorang perwakilan dari Ormas underbouw NU serta seorang pengamat politik (kalau tidak salah). Acara tersebut membahas  tema tentang Halal Haram Rokok dan Golput.

Namun sepertinya stasiun TV tersebut (mungkin kalau ada yg koment dalam tulisan ini bisa menyebutkan TV nya apa, saya lupa) juga menyeting bahwa perdebatan ini agar semuanya memojokan Ketua MUI KH Amien Ma’ruf, semua menyalahkan tentang Fatwa MUI, semua menyalahkan bahwa MUI bekerja seolah sia-sia dan bahwa semua yang dikerjakan tidak akan menjadikan umat Islam menaatinya.

Da’wah adalah menyeru kepada yang Haq dan mencegah dari yang bathil.  adalah tugas ulama (jika tidak mau MUI disebutkan) untuk mengingatkan umatnya tentang apa yang baik dan yang buruk. KH Amien Ma’ruf seorang sepuh dan ulama, sekali lagi ulama yang menyampaikan semua kebenaran tanpa sedikitpun rekayasa kata. Jaringan Islam Liberal (JIL)  Abdul Moqsith Ghazali disini seperti biasa bertindak sebagai Pahlawan Plurarisme yang menggadaikan kebenaran agamanya untuk plurarisme. Miris ketika melihat seorang sepuh seperti KH Amien Ma’ruf harus menghadapi keroyokan Anak-anak mudak hasil didikan liberalisme yang mengganggap halal argumen mereka untuk dijadikan sebagai pembenaran terhadap sesuatu yang salah.

Saya bukan orang yang pintar berkomentar dengan hafal dalil Alqura’n, namun otak waras saya masih berfikir bahwa yang disampaikan oleh 3 panelis selain KH Amien Ma’ruf adalah upaya untuk mengaburkan masalah yang sebenarnya sudah jelas. Siapapun juga pasti tahu jika rokok itu adalah barang yang merusak generasi dari sisi fisik, ekonomi dan tentunya budaya masyarakat secara lebih luas. adalah benar bahwa Rokok setiap tahunnya memberikan masukan kepada kas negara sebesar 45trilyun (jika tdk salah), namun kita jangan terpana dengan besarnya uang tersebut, fikirkanlah apakah biaya sebesar itu bisa menutupi dampak buruk dari rokok selama 10 tahun ke depan… sepertinya tidak.

Kita memang sudah terbiasa melihat anak-anak kita memakai seragam sekolah menghisap rokok dalam-dalam dipinggir jalan, dibelakang sekolah, di mall, di tempat umum. Itu terjadi karena mereka melihat dan mengambil pelajaran dari orang dewasa. “Kenapa dilarang lawong kakak, ayah, dan orang dewasa lainnya merokok”  mungkin itu yang ada di fikiran mereka. ah.. andai mereka tidak dibutakan hatinya untuk melihat kebenaran, menimbang bukan hanya dari sisi nikmat, murah, enak, sehat atau tidak. Tapi juga dari tinjauan Agama mereka. ” segala sesuatu yang merugikan tubuh kita adalah sifatnya haram”, bukankah Al Qur’am mengingatkan kita bahwa mendhzakimi diri sendiri (bunuh diri ) itu adalah haram??? dan rokok termasuk yang mana ???

Merokok adalah merugikan kesehatan (sebagaimana yang tercantum dalam kemasan rokok).

Keberadaan MUI di komentari dalam diskusi tersebut yang hampir terlontar” bahwa MUI harus dibubarkan” bahwa MUI tidak ada manfaatnya merupakan perbuatan yang keterlaluan, mau bagaimanapun MUI telah memberikan banyak manfaat bagi bangsa ini. Memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini. Jelas halal dan haram sebuah barang serta berbagai fatwa lain yang dikeluarkan MUI merupakan bukti keberadaan MUI menjadi kontrol dalam keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat.

Semoga kita sebagai umat Islam dan juga warga masyarakat dapat berfikir jernih tentang baik dan buruk sesuatu dengan bijak.  Dan kepada saudara-saudaraku yang biasa berhujjah dengan dalil agama untuk membela pluralisme, saya sampaikan salam semoga Allah SWT memberikan hidayahNya, bahwa menyadari dengan sepenuhnya kenenaran yang bersumber dariNya tidak akan bisa dikalahkan oleh apapun.

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

11 thoughts on “MUI vs JIL (Allah akan selalu bersama kebenaran)

  1. kalo menurutku … bila sudah dibilang haram, ya haramkan saja tanpa ada catatannya. catatan itulah yang membuat fatwa tersebut tidak lagi sakral sebagai fatwa agama.

    juga golput, ini sudah masuk ke wilayah non agama

    Posted by wira jaka | 5 Februari 2009, 4:15 am
  2. assalamu’alaikum, salam kenal.

    Wah, sayang saya ngga menonton acara dialog itu. Jadi kurang bisa mengomentari. tapi saya setuju banget kalo rokok itu dilarang, baik pakai fatwa ataupun regulasi pemerintah. Tanpa fatwa saja seharusnya orang yang sadar (susahnya kalo ngga sadar ya?^^) merokok itu merugikan diri sendiri dan orang lain.
    Btw mas, soal MUI atau ulama, saya ngga selalu setuju sama mereka. Toh mereka juga manusia (sama seperti orang-orang JIL). Kalo ngga salah MUI juga masuk ke salah satu organisasi yang banyak korup di Indonesia.

    Walahualam.

    Thank for the post.
    Blog yang menarik.

    Posted by nina | 5 Februari 2009, 11:19 am
  3. MUI memang diberitakan banyak dipakai untuk korupsi (tentunya ini tidak bs di generalisir), tapi saya tidak bisa membayangkan jika masyarakat indonesia yang mayoritas muslim serta beragam faham pemahaman keislaman akan semakin dibingungkan ketika tidak adanya lebga yang dapat memberikan sebuah keputusan serta tempat untuk bertanya terhadap sebuah permasalahan yang (memang dalam Islam segala sesuatunya..) memerlukan tinjauan dari sisi Agama.

    Adalah benar MUI juga merupakan bentukan Soeharto, sang pemimping orde baru yang banyak korup, namun disinilah kita harus bijak melihat sisi positif dari keberadaan MUI.

    Islam adalah agama yang syumul (menyeluruh) tidak ada satu apek pun yang terlewat untuk dibahas dalam Islam, tidak ada pengkotak-kotakan ini bagian agama, ini bagian politik, ini bagian ekonomi. Jika kita meyakini Islam dengan segenap keimanan kita maka sebaiknya kita tidak meragukan segala hal yang diatur oleh Allah SWT melalui Al Qur’an.
    benar MUI adalah manusia seperti saudara kita di JIL, dan MUI bukanlah jama’ah malaikan yang tanpa dosa/tidak berbuat salah, namun dalam Islam kita mengenal istilah musyawarah/syura yang diputuskan oleh para ulama dan tentunya ulama yang pakar terhadap masalah (yang dihadapi, misalnya masalah kesehatan), keputusan umat Islam untuk mengikuti sebuah keuptusan hasil syura dimana didalammnya terkandung sebuah kemaslahatan adalah bernilai pahala )orang bilang jika putusan itu benar maka pahalanya 2 dan jika salah tetap mendapat pahala nilainya 1) 😀 hehe bukan menghitung-hitung pahala, semoga bisa memahami makana yang terkandung didalamnya.

    Posted by nugrohotech | 5 Februari 2009, 3:56 pm
  4. merokok haram ok. tapi golput haram apa murni krn dalil ato diboncengi pihak sekutu? hehe, bukannya tidak memilih juga sebuah pilihan?

    Posted by myfuah | 11 Februari 2009, 1:11 pm
    • Kontroversi di seputar usulan fatwa haramnya golput dalam Pemilu—yang pernah dilontarkan oleh Ketua MPR Hidayat Nurwahid beberapa waktu lalu—tampaknya direspon Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam Ijtimaa Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III yang diselenggarakan 23-26 Januari 2009 lalu di Padang Panjang Sumatera Barat, golput menjadi salah satu agenda pembahasan; selain sejumlah masalah seperti kasus penikahan dini, senam yoga, rokok, bank mata dan organ tubuh lainnya serta sejumlah UU.

      Terkait dengan golput dalam Pemilu, Ijtima Ulama yang dihadiri oleh 700 ulama dan cendekiawan tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan (baca: fatwa), bahwa golput hukumnya haram. “Golput haram bila masih ada calon yang amanah dan imarah, apapun partainya,” papar Humas MUI, Djalal (Kompas, 27/1/2009). Ini karena, menurut Sekretaris Umum MUI Pusat Ichwan Syam, “Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.” (Republika, 27/1/2009).

      Posted by nugrohotech | 11 Februari 2009, 2:04 pm
    • nah itu alasannya Mbak ipunk..
      kayaknya kita memang harus banyak belajar dan membaca ttg fikh kontemporer… dimana memang sesuatu yang kita anggap tidak mungkin dibahas dalam Islam ternyata jika kita telusuri ternyata ada alasannya.

      Posted by nugrohotech | 11 Februari 2009, 2:06 pm
  5. wah sayang aku tidak menghadirkan pak agus di diskusi masalah ini di plurk ku… anyway, trims ya pak (tp tetep blm milih, hehe)

    Posted by myfuah | 16 Februari 2009, 12:34 pm
  6. waduh mba ipunk … 😀 , memang harus yang kuat dalil dan faham benar fiqh kontemporer yang dapat menjelaskan, Kalo sama saya yang kuliah akhirnya masalah geme ya… kurang kuat kali ya….

    Posted by nugrohotech | 17 Februari 2009, 5:45 am
  7. Mengharamkan itu mudah. tetapi jika melihat realitas masyarakat Madura yang hidupnya bergantung ke rokok, nampaknya perlu dipikir ulang. Oleh karenanya MUI Madura tidak sepakat dengan hukum haram merokok produk MUI pusat. lahirlah pertanyaan nakal. Dalam konteks rokok, Madura cocok dengan hukum JIL atau MUI???

    Posted by Sulaisi Abdurrazaq | 27 Juli 2009, 6:10 pm
  8. Halal atau haram ya tergantung kita lo mas. misalnya klo mata kita liat wanita berjilbab
    tapi pikiran kita menelanjanginya,melihatnya itu haram lo mas. tapi liat wanita ga pake jilbab tapi dipikiran kita melihat keindahan ciptaanNya itu kan ga haram. Subjektifitas manusia itu slalu ada lo mas. Tinggal tanya diri kita sejujur2nya tentang rokok ini, biarkan saja mui mengharamkan ato JIL membantahnya. WALLAHU A’LAM BI SHAWAB

    Posted by FAJAR | 10 September 2009, 3:37 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery

%d blogger menyukai ini: