//
you're reading...
Pendidikan, politik, Renungan

Kita, Pemilu serta Negara Aku (Bagian I)

Benar kiranya ketika ada yang mengatakan, kita memang kaya dengan ide, namun sedikit orang yang mau meujudkan ide tersebut. Kita memang pandai mendirikan organisasi namun kita tidak pandai untuk merawatnya. Kita memang rajin untuk mengkritik orang, namun sedikit yang mengintropeksi diri untuk bisa lebih baik.
Kita terkadang berbicara lantang, namun kemudian sembunyi ketika lawan secara jantan turun kelapangan. Ide kita banyak dan cita-cita kita besar, namun sayang kita terkadang tidak mau turut dalam barisan yang mencoba mewujudkan ide dan gagasan kita sendiri.
Bangsa ini terdiri dari beragam suku, beragam warna kulit dan beragam budaya, dan kita bangga dengan slogan Bhineka Tunggal Ika.
Pemilu tinggal beberapa hari didepan mata kita, sesaat kita renungi mungkin inilah moment besar yang mencoba meminta segenap penduduk negeri ini untuk ‘diminta pendapatnya’ tentang siapa yang akan menjadi para pemimpin di negeri ini.
Namun sayang, biaya yang mahal untuk membuat sebuah pesta besar bagi warganya ini tidak serta merta disambut baik oleh warganya. Ada yang mencemooh ada juga yang acuh tak acuh. Negeri ini kaya raya, namun tak sekaya warganya yang dengan semangat mau mengikuti Pemilu sebagai sara ‘diskusi akbar’ bagi segenap penduduknya.
Negeri ini mempunyai banyak orang yang cerdas, namun banyak pula orang yang cerdas sekelas profesor yang menggiring masyarakatnya untuk golput. Bukan mencerdaskan mereka, bukan menyadarkan mereka, bukan mendidik mereka. Bukankah sang profesor di didik agar dia bermanfaat untuk bangsa ini??. Ah kapan bangsa ini akan besar dan dewasa. Bukankah kita telah merdeka selama 50 tahun lebih, dimana kita bebas menentukan nasibnya sendiri.
Suatu ketika kita kerap berteriak, kenapa kita tidak pernah diajak diskusi??, kenapa saya tidak dimintai pendapat??, Kenapa penguasa bertindak bak tiran?, kenapa pendapat saya tidak diakomodir?
Ah begitu mudahnya kita terkadang mengkritik dan menghardik, ketika pertanyaan tersebut kita balikan terhadap diri kita sendiri, Sejauh mana kontribusi kita terhadap pembangunan negeri ini? Atau memang kita merasa negera ini bukan INDONESIA tapi NEGARA AKU!

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

One thought on “Kita, Pemilu serta Negara Aku (Bagian I)

  1. itulah mas. ketika tidak ada lagi yang bisa terbuat, saluran yang baik untuk curhat ya salah satunya dengan cara mengkritik…..
    Tapi Pimpii setuju, kritik mulu = jiwa yang lemah.
    Bagaimanapun juga Pimpii cinta negeri ini.
    nah mari ikut berdoa untuk negeri ini, sebab mungkin baru ini yang mampu Pimpii lakukan

    http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/03/25/doa-240-juta/

    Posted by pimpii | 6 April 2009, 3:13 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 415,268 hits

My Photos gallery

%d blogger menyukai ini: