//
you're reading...
coretan dari hati

Ahmadiyah dalam benak saudaranya…

Miris sekali melihat kerukunan bangsa ini kembali tercoreng. Dua kubu, satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa dan satu Agama saling serang hingga menimbulkan korban jiwa. Ahmadiyah boleh saja dilarang, sebab tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, namun lebih dilarang lagi adalah MEMBUNUH satu sama lain, tidak ada satu ajaran pun yang membenarkan untuk membunuh.

Ah alangkah kecewanya sepertinya para pendahulu kita ketika melihat anak negeri saling melukai dan saling membunuh. Tidak kah terfikirkan bahwa kita adalah saudara??
Ahmadiyah dalam benak saudaranya ada yang beranggapan seperti musuh yang harus di bumi hanguskan. Aqidah memang harus di tegakkan, namun jalan-jalan kekerasan harus elalu dihindarkan. Tidak malu kah kita dengan bangsa lain yang terus mentertawakan kita?
Bagi saudara-saudara kita di Ahmadiyah kiranya dapat berfikir bijak mengenai ajarannya sehingga tidak menyinggung mayoritas masyarakat. Sejarah diberbagai negara bahwa Ahmadiyah tidak lepas dari konflik dengan lingkungan sekitarnya.

Sempalan dalam Agama sebenarnya bukan hanya dalam Islam, pada agama lain pun banyak dan sering menimbulkan konflik. Pemahaman yang berlandaskan keyakinan yang kuat memang tidak akan mudah dengan begitu saja untuk dibelokan agar mengikuti pemahaman lain (mayoritas), sebab ini menyangkut keyakinan.

Agama disampaikan dengan kekuatan keyakinan serta diterjemashkan dalam bentuk perilaku individu yang secara universal di nilai “Baik”. JIka kita sebagai manusia beragama memperlihatkan satu perangai yang baik terhadap satu sama lain maka yakinlah bahwa agama akan mencari benteng yang akan saling mengokohkan bangunan Negeri ini.

Repost tulisan lalu:
Negara kita negara hukum, hukum yang berlaku tentunya Hukum yang dianggap sah oleh negara, ada peraturan dan ada perundang-undangannya. Secara Yuridis Hukum Islam memang tidak berlaku di negara, namun secara khusus (terkait dengan hak asazi) berkeyakinan, tentunya setiap ummat harus mentaatinya. Sebab ini menyangkut kewajiban kepada Sang pencipta. dan bukan tanggung jawab terhadap manusia.
Konsekuensi perundangan yang dibuat oleh manusia mempunyai dimensi pertanggungjawaban utamanya secara sosial (Horizontal) kepada sesama manusia dengan negara sebagai pengaturnya. Bagaimana kewajiban dan apa haknya. Sedangkan hukum Agama dia mempunyai tanggung jawab baik secara Horizontal maupun vertikal. Horizontal tentunya sebagai bentuk ketaatan terhadap pola hidup manusia yang disepakati (dengan tidak melanggar norma) dan Vertikal tentunya pertanggungjawaban kepada pencipta kelak di akhirat.

Saya membaca sejarah Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana saat itu setelah sah nya kenabian Muhammad, muncul juga yang mengaku Nabi-nabi baru, maka dengan tegas Rasulullah mengharuskan para shahabat untuk memeranginya (bahkan memenggalnya), setelah terbukti bersalah dan mengada-ada.
Kini dengan hadirnya Ahmadiyah yang mengaku punya nabi baru (kecuali Ahmadiyah di Lahore India, yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad hanya sebagai Pembaharu) dan mempunyai kitab baru tentunya akan menjadi permasalahan baru, sebab diawal sudah dibahas bahwa dinegara kita ada 2 hukum aturan, yaitu hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh negara dan hukum Agama (Hukum Agama Islam karena terkait dengan Mayoritas umat Islam).
Di Malaysia, Brunei dan Pakistan, Ahmadiyah jelas di larang oleh Negara, dan TEGAS setelah pelarangan hingga saat ini aman. Saya sepakat jika para penganut Ahmadiyah diberikan tawaran jika faktor keyakinan dikedepankan sebagai alasan, buat agama baru diluar Islam! dan jangan mengotori Islam.

Isi SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah kurang lebih ”Tidak melarang Ahmadiyah beribadah, tetapi dilarang untuk menyebarkan”. Wuihhh Ga tegas!!! Mungkin Negara takut oleh LSM, oleh Gusdur dan mungkin oleh tekanan asing.
Yang jelas saya hanya memberikan solusi:
“NEGARA TIDAK PUNYA PIJAKAN/PEDOMAN YANG JELAS DALAM MENENTUKAN AGAMA BERDASARKAN ASAL DAN AKAR BAGAIMANA AGAMA BISA ADA”
Bagaimana Islam dalam sejarah, bagaimana kristen dalam sejarah, bagaimana hindu dan budha dalam sejarah.
Ahmadiyah muncul pada zaman yang masih baru dimana kemunculannya pun sangat berbau politis (dari Inggris yang waktu itu menjajah India)

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Satu respons untuk “Ahmadiyah dalam benak saudaranya…

  1. sebenarnya peristiwa itu bisa di cegah kalau pemerintah tegas dalam menjalankan UUD 45 dan Pancasila. Indonesia bukan negara agama (islam, kristen, hindu, budha, konghucu ato yg lainnya) tapi indonesia adalah negara pancasila yang menjamin seluruh rakyatnya untuk bebas melaksanakan agama dan aliran atau keyakinannya masing2. semua peristiwa berdarah yang terjadi sekarang ini menunjukkan kalau pemerintah tidak pancasialis atau telah melanggar aturan dasar yang menjadi kesepakatan seluruh rakyat indonesia. kalau pemerintah sudah menyimpang dari UUD dan Pancasila yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya perang saudara (peristiwa berdarah), apa yang harus dilakukan kita sebagai rakyat, apa harus revolusi, reformasi ato meliat saja apa yg terjadi… atau mungkin memberikan kesadara kepada masyarakat agar apa yang telah terjadi jangan sampai terulang kembali.
    terus terang saya beragama islam, tapi saya sangat menyayangkan sekali dengan yang terjadi. kalau dari pengamatan dan penglihatan saya selama ini yang punya andil sangat besar dengan terjadinya peristiwa berdarah itu adalah para ulama (yg ada di dalam organisasi yg melakukan dan memotori peristiwa kemarin) yang harus segera diseret ke meja pengadilan. karena telah melakukan provokasi terhadap rakyat untuk melakukan penyerangan. para ulama tersebut harus diadili karena telah mencoba merobohkan tonggak negara, yaitu Pancasila dan UUD ’45. itu aja kali mas, dan maap kepanjangan. soalnya saya sangat geram dengan peristiwa tersebut mas. gak manusiawi banget.

    Posted by jayalaksmana | 22 Januari 2012, 9:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 470.180 hits

My Photos gallery

Iklan
%d blogger menyukai ini: