//
you're reading...
Fotografi

Adakah kita ada yang menyadarinya??

saya menuliskan judul diatas sengaja membiarkan kita berfikir…
tentang hitam putih kehidupan di dunia ini…. tentang Si kaya dan si Miskin dan tentang bagaimana sebuah foto dapat menjadikan berbagai intrepretasi sebagai sebuah karya foto jurnalistik..atau sebuah ketidakpedulian seorang fotografer..

Foto pemenang ‘Pulitzer Prize’. Foto diambil tahun 1994 sewaktu bencana kelaparan di Sudan oleh Kevin Carter. Seorang anak kecil sedang dalam perjalanan ke ‘United Nations Food Camp’ (Kamp pangan PBB) untuk bertahan hidup. Ia kemudian merangkak lemas karen…a kelaparan dan di belakangnya seekor burung gagak sedang menunggu kematian anak itu supaya bisa dimakannya. Mungkin banyak yang bertanya, apakah yang terjadi dengan anak itu kemudian? Banyak dramatisasi dan kontroversi, tetapi jawaban yang pasti dari sang fotografer adalah ‘aku tidak tahu’. 3 bulan kemudian Kevin Carter bunuh diri karena depresi. Sejauh yang saya sudah baca ada 2 perkiraan kenapa dia depresi: 1. Ia dihantui perasaan bersalah sebab ia ‘tidak tahu’ (tidak peduli?) nasib anak itu sesudahnya. 2. Di stress setelah merasan kehidupannya sekarang menjadi terkenal gara2 ia memotret suatu bencana besar sedangkan dirinya sekarang hidup dalam kemewahan – sesuatu yang tidak bisa diterima orang banyak. Beberapa Fakta penting lagi: – Carter adalah seorang fotografer freelancer yang namanya tidak pernah diketahui orang. – Carter sempat memberi statement bahwa sesudahnya ia mengusir burung gagak tersebut, tapi ia tidak melakukan apapun terhadap anak itu – Carter diduga bunuh diri bukan hanya karena rasa bersalahnya tetapi juga karena kemarahan dan sinisme publik yang mencap dia ‘tidak berperikemanusiaan’. Dari cerita ini apakah yang bisa kita tarik? apa kita jadi salah satu orang yang ikut2an memarahi dan mengutuk Carter? Setiap manusia memang sah2 saja untuk menjalani hidupnya sebagaimana kemauannya. Pertanyaannya sekarang apakah yang membuat kita menjadi tetap manusia di saat ‘kemanusiaan’ kita sudah hilang? Seberapa jauh kita menjadi manusia yang ‘memanusiakan’ orang lain? Saya tidak akan munafik dan jadi orang yang bilang bahwa saya hidup 100% manusiawi, cuma ada saatnya kita harus sadar. Kita terbiasa dengan hidup nyaman dan serba berlebihan sehingga kita cenderung tidak menyadari bahwa ada hidup yang serba berbeda diluar sana. Mungkin kita bisa mulai dari hal kecil, tidak menghambur2kan makanan, mulai memikirkan yang namanya ‘menambah untuk yang kekurangan’, menyisihkan beberapa kelebihan kita untuk mereka, serta lebih peka akan penderitaan sesama. Semoga dalam perjalanan hidup kita ini bukan hanya download, upload, game, dorama, anime, manga, etc2 yang kita pikirkan. Saatnya memikirkan tentang ‘human’. Mulailah dari hal kecil dan jadilah manusia yang memanusiakan orang lain. sebuah tulisan kecil oleh Recs@idws

kembali satu modal buat renungan..!!

Sumber

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Satu respons untuk “Adakah kita ada yang menyadarinya??

  1. saya suka artikelnya, kita adalah manusia sosial jadi kita harus saling membantu sesama

    Posted by wahyu ahmadie | 10 Juli 2011, 1:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 470.657 hits

My Photos gallery

Iklan
%d blogger menyukai ini: