//
you're reading...
Fotografi, Pecinta Alam

Mendaki gunung dengan etika: Tentang sampah dan Kotoran para Pendaki

SOS Malas sekali untuk menuliskan topik ini, tapi mau ngak mau harus…. sebab mungkin tulisan ini walaupun singkat dan sederhana mudaj-mudahan bisa mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan Gunung khusus nya jalur pendakian dan area tempat pendirian tenda. Alam harus kita jaga, keindahannya yang alami jangan kita rusak, sebab sebagian besar kerusakan alam juga diakibatkan oleh ulah kita sebagai manusia yang lalai dan bahkan menyengaja melakukan perusakan. Tentunya sebagai Pencinta Alam kita semua harus menyadarinya dan turut serta mengkampanyekan “Mendaki Gunung dengan Etika”

Berikut ini yang saya catat ketika kemarin melakukan pendakian Semeru 29 Desember 2013 – 2 Januari 2014.

Agus Nugroho photos

1.  Sampah sepanjang rute perjalanan Ranupane – Ranukumbolo – Kalimati dan Archopodho

Sepanjang rute ini luar biasa banyak sekali sampah yang berceceran, saya meyakini sampah ini dibuang oleh pada pendaki yang dalam perjalanan melakukan istirahat dan mengkonsumsi berbagai makanan dan minuman. Memang dalam melakukan perjalanan fisik kita lelah, tetapi jangan sampai lupa untuk menjaga kebersihan.

Biasakan ikatkan plastik sampah pada Carriel kita, jika berhenti dan harus membuang sampah, masukan sampah pada plastik yang anda bawa.

Sepanjang rute juga saya menemukan sampah yang sengaja dibuang ke jurang, walhasil beberapa teman harus meraih sampah dan membawanya ke atas. Ada juga yang berbaik hati mengumpulkan sampah diplastik trash bag, namun ditengah perjalanan tertinggal (suudzon saya tertinggal) entah disengaja atau tdk. bisa jadi karena kelelahan akhirnya ditinggal.1 IMG_1054

Bahkan ada beberapa pendaki yang meninggalkan sampah dipinggiran Danau Ranupane dan Ranukumbolo, “Menjijikan sekali”. Alam dia nikmati, namun dia tidak menghargainya.

Foto disamping, sampah di pinggiran danau Ranukumbolo.

2. Kotoran pendaki

Saya yakin setiap pendaki mendapati kekhawatiran yang sama, takut sakit perut dan ingin buang air besar (BAB). Namun sebagai manusia tentunya tidak bisa menghindarinya, apalagi jalur pendakian semeru ditempuh dalam waktu minimal 4 hari pastilah setiap pendaki akan merasakannya. Solusi dari saya :

Jika harus BAB di jalur perjalanan/pendakian, maka baikknya keluarlah dari jalur pendakian sejauh 10m bisa disampaing kiri atau kanan, jangan di pinggir jalan jalur perjalanan/pendakian, gunakan pisau gali untuk menggali tempat BAB anda (malu sama Kucing lah… binatang aja sampe ngegali dulu), gunakan air sebagai pembersih, jika harus menggunakan tissue sebagai pembersih, maka gunakan tissue kertas, sebab tissue kertas lebih mudah terurau di tanah. Jika tidak ada pembersih, gunakan daun yang permukaannya lembut.

Yang menjijikan sepanjang jalan menuju Ranumumbolo banyak sekali kotoran manusia yang letaknya dipinggir jalan setapak jalur perjalanan. Sepertinya catatan saya diatas penting untuk diperhatikan mengingat kenyamanan kita dalam melakukan perjalanan bagian dari cerita indah sebuah pendakian.

3. Buang Air Kecil

Point ini sebenarnya hal kecil, namun ada beberapa yang menjadi besar sehingga harus juga disampaikan sebagai sebuah peringatan dan pelajaran bagi para pendaki.

Buang air kecil ketika mendaki sangat mudah, tinggal keluar dari jalur pendakian dan silahkan buang air kecil langsung ke alam, JANGAN BUANG AIR KECIL DI MASUKAN KEBOTOL BEKAS MINUMAN, untuk kemudian ditinggalkan dipinggir jalan atau dibekas pendirian tenda.

4. Sampah bekas pembakaran

Sisa pembakaran sampah terutapa di tempat bekas pendirian tenda juga sangat mengganggu pemandangan yang indah.

Sisa pembakaran sampah baiknya di kubur dalam tanah, itupun jika sampah2nya berupa sampah arang sisa pembakaran, jika sampah plastik baiknya dikantongi untuk kemudian disimpan /disatukan ditempat pembakaran lain. Sehingga nantinya sampah tersebut akan terbakar habis.

Mungkin itu sedikit ulasan saya tentang sampah dan kotoran para pendaki, mendaki dengan etika merupakan salah satu pedoman yang harus meulai deiterapkan oleh semua pendaki.

Jika kita tidak ingin meninggalkan sampah, maka alangkah lebih baiknya jika sampah yang dihasilkan oleh kita bisa kita musnahkan terlebih dahulu dengan cara membakarnya. dan jika ada sampah logam atau sampah lain yang tidak bisa kita musnahkan, maka lebih baik kita membawanya.

Maaf jika saya harus menuliskannya diatas besar-besar. Ini penting, mengingat pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sangat kelabakan dalam menghadapi sampah dan kotoran para pendaki yang kurang beretika.

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 462.053 hits

My Photos gallery

Iklan
%d blogger menyukai ini: