//
you're reading...
Fotografi, Pecinta Alam

Tips Menyiapkan kamera untuk pendakian

g12_586x186

Mendaki gunung tanpa membawa kamera?? Seperti makan dengan sayur tanpa garam :D, kenangan dimemory kepala kita mungkin suatu saat hilang secara perlahan seiring dengan waktu. Namun jika ada foto, maka kita akan selalu mengenangnya setiap bagian perjalanan yang dilakukan.

cats122

Bagi saya memotret ketika mendaki akan memberikan motivasi tersendiri ketika kita melihat foto-foto kita di kemudian hari. Bukan untuk menjadikan kita sombong dan ujub. Tapi lebih kearah memotivasi, bahwa kita bisa melangkahkan kaki kecil ini menginjakan bagian kecil dari Bumi Allah ini yang disebut sebagai puncak Gunung.

“Tangkap keindahanNya dengan kamera, jangan ambil apapun dan cukup tinggalkan jejak”

Lihat pada edisi sebelumnya waktu ke burangrang disini atau edisi foto nya semeru disini dan Download majalah fotonya disini.

Kembali ke topik utama tentang bagaimana ‘menyiapkan kamera untuk pendakian’. Apa yang menjadi dasar bahwa kita harus mempunyai perencanaan untuk menyiapkan kamera sebelum mendaki. Berikut ini saya tuliskan beberapa alasannya:

  1. Mendaki merupakan aktivitas yang membutuhkan persiapan fisik
  2. Mendaki (jika dalam waktu beberapa hari dan bukan one day tracking) mengharuskan kita untuk menyiapkan perlengkapan mendaki secara lengkap, sebab savety is first.
  3. Mendaki harus menyiapkan gear sesuai dengan kebutuhan dan kondisi fisik. Sebab beban yang dibawa, semakin lama akan semakin berat seiring dengan menurunnya fisik kita.
  4. Mendaki mengharuskan mengutamakan keselamatan diri dan juga peralatan kamera kita sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.
  5. Mendaki gunung memerlukan persiapan khusus terkait dengan kelengkapan dan keamanan gear.

 

Gear apa yang harus kita siapkan?

Memotret saat melakukan pendakian biasanya mencoba menangkap luasnya pandangan yang lihat, sehingga gear yang kita bawa  menunjang untuk pemotretan Landscape. Sebagai contoh gear yang dibawa:

  1. Kamera, jelas lah… 😀 masa mau motret nggak bawa kamera 😛
  2. Batere yang telah di charge penuh, jika memungkinkan bawa batere backup. Jika dihitung 1 batere 1 hari untuk full pemotretan, maka tinggal dikalikan saja berapa batere yang akan dibawa.
  3. Memory, bawa memory sebanyak mungkin, toh tidak akan menyita ruang banyak dalam tas anda, sebaiknya dibawa sebanyak mungkin, terlebih bagi anda yang suka menggunakan format RAW dalam pemotretan.
  4. Lensa wide, lebih leluasa untuk menangkap view

Jika kita tidak mempunyai lensa yang mendukung, Lensa yang kita punya adalah LENSA TERBAIK KITA.

  1. Lensa sapu jagat, biar tidak riber saat berjalan dan harus mendokumentasikan moment.
  2. Tripod, jika diharuskan untuk memotret air/slow speed dan atau mendokumentasikan pendakian. Jika diperkirakan tidak ada kebutuhan tripod baikknya jangan dibawa.
  3. Beberapa Filter jika ada (UV, CPL , ND, GND)
  4. Shutter release, jika ada.

 

Keamanan Gear kamera dan batere kamera

  1. Upayakan Kamera dan lensa disimpan pada tas khusus yang tebal dan dapat terlindung dari benturan, raincover Tas sangat diperlukan.
  2. Bawa beberapa plastik strap pembungkus, yang dapat kita pakai jika cuaca tidak mendukung, maka selain tas yang terlindung dari rain cover, juga gear yang di kemas pada plastik.
  3. Upayakan tidak ada benda lembab, basah disekitar penyimpanan lensa dan kamera. Sebab ketika kita melakukan perjalanan bagian basah dan lembab dapat menguap dan memasuki rongga plastik dari gear. Bahkan embun uap bisa masuk pula ke rongga lensa kita. Untuk itu upayakan tempat menyimpanan kering dan berongga busa (Busa diperlukan untuk menyaring butiran uap air)
  4. Simpan beberapa memory dalam beberapa tempat. Ini untuk menghindarkan dari kehilangan memory jika digabungkan dalam 1 tempat.
  5. Keamanan batere sangat diperlukan. Jika pada suhu dingin, batere akan mudah ngedrop, untuk itu penting membungkus batere dalam posisi yang benar2 kedap udara.

Berikut saya tuliskan juga saran dari om Yadi Yasin yang saya kutip dari Fotografer.net

“Extreme dingin: suhu 2 sampai -20C: jangan biarkan kamera terlalu banyak mengalami perubahan temperatur. Kalau dingin tetap biarkan dingin, jangan di bawa keluar masuk ke dalam suhu ruangan, bisa mengakibatkan kondensasi pada saat kamera yg sedang dalam keadaan sangat dingin dibawa masuk ke dalam suhu ruangan. Biarkan dalam tas agar suhu kamera secara perlahan bisa menuju suhu ruangan (butuh 30-60menit). Cabut saja baterainya atau CF/SD card nya, saat masih diluar.
Lihat operating condition dari si kamera di buku manualnya, bisa sebarapa dingin kamera bisa dioperasikan.

Extreme panas: suhu 40-60C: jangan biarkan kamera terjemur terlalu lama, suhu boleh panas, tapi hindari terlalu lama (lebih dr 20 menit) kena terik matahari langsung. Bawa holster (kamera bag kecil yg hanya pas utk kamera, biasanya bisa di cantol di sabuk/ikat pinggang) atau sejenis sling-shot, untuk kepraktisan jadi begitu selesai memotret, masukan ke holster/sling-shot.
Sekali lagi lihat operating condition dari si kamera di buku manualnya, bisa sebarapa panas kamera bisa dioperasikan.”

kalau kamera sudah dingin, biarkan tetap dingin, jangan keluar masuk dari tempat yang dingin dan hangat berulang kali. saya pernah melakukan itu hari pertama dan filter lensa (untungnya cuma filter) berkondensasi dan malah meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang di filternya (untung cuma filter UV biasa). setalah itu saya sadar dan berusaha untuk menghindari keluar masuk dari ruangan yang hangat di hari-hari berikutnya dan kamera + lensa tetap baik2 saja. cuma saya yang kedinginan…

Share dari saya:

Ketika saya kemarin melakukan pendakian ke Gunung Semeru, berikut gear yang saya bawa. Perhatikan ada pelajaran besar, sebab fokus memotret kita nanti akan berebutan dengan fokus terhadap kondisi fisik saat melakukan perjalanan:

  1. Tas kamera
  2. Kamera Canon 60D
  3. Lensa sapujagat Canon 18-200mm
  4. Lensa FE Samyang 8mm
  5. Canon G12 + Backup batere
  6. Beberapa memory 2 x 4Gb dan 2 x 8Gb
  7. Mini Tripod travel Takara 240
  8. Beberapa filter

Result gear

  1. Tas kamera : jelas tas kepakai. Sebab gear jadi lebih leluasa nyimpen. Ngak ndesek-ndesekan di Caryl. Repotnya jd bawa 2 tas 😀
  2. Kamera Canon 60D : kalau nggak ada ini serasa pendakian hampa 😛
  3. Lensa sapujagat Canon 18-200mm : Kepakai banget
  4. Lensa FE Samyang 8mm : nggak kepakai, hanya pakai 1,2 jepret. Padahal cukup berat 1/2kg. so lebih baik kl lens nggak kepakai jangan dibawa.
  5. Canon G12 + Backup batere. Kepakai banget, hampir seluruh memory terpakai oleh kamera ini. Baik berformat JPG maupun RAW. Batere pun full kepakai semua sampai pulang
  6. Beberapa memory 2 x 4Gb dan 2 x 8Gb : jelas kepakai semua, unt8ung bawa meory lebih.
  7. Mini Tripod travel Takara 24H, kepakai untuk bikin potret keluarga. Sisanya tidak. Berhubung tripod ini sangat simpel ringan, masuk di tas dan utamanya dipakai sama Canon G12, next kalau ada pendakian, saya akan bawa lagi ** Tripod takara ini kalau dilipat hanya sepanjang 18cm saja, padahal kalau dibentangin dipakai berdiri bisa mencapai 130cm tingginya.
  8. Filter : Cukup terpakai, terutama saat motret nyantai dan siang 😀

 

Selamat mendokumentasikan moment indah 😀

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

2 thoughts on “Tips Menyiapkan kamera untuk pendakian

  1. gunung gunung
    save tipsnya dulu lalu atur jadwal nanjaknya

    Posted by farrachman | 14 September 2014, 3:49 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Tips menghemat baterai dan Memory card kamera saat mendaki gunung | Nugroho's files - 7 September 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 415,268 hits

My Photos gallery

%d blogger menyukai ini: