//
you're reading...
Oase Da'wah, Renungan

Nilai sebuah keteladanan

DSCN0061

Seorang ustadz berbincang dengan sesama ustadz…
Ustadz kan sudah sepuh tapi kenapa ketika halaqah tidak membiarkan para mutarobbi untuk datang saja kerumah ustadz?

Kemarin ketika jadi panitia baksos ustadz datang ketempat kegiatan, ikut menyambut masyarakat yang hadir dan akrab berbincang?

Ketika ta’limat mabit grup bulan kemarin ustadz mengajak binaan untuk mabit di masjid kampung tempat yg cukup jauh?

Dan ketika mukhoyam kemarin ana tahu ustadz lelah dan sedang tidak fit, namun tetap berangkat ikut bermalam dialam dan berjalan turun naik bukit walaupun 3/4 jalan ustadz harus ikut team kesehatan ke camp istirahat.

“Akhi… ana adalah manusia biasa sama seperti antum. Ana bisa mempunyai rasa takut enggan dan lelah.
Namun ana masih teringat akan harumnya kisah baginda tercinta Rasulullah SAW dalam sirahnya. Beliau adalah ayah, imam dan juga sorang Nabi. Tapi juga mahir berkuda dan memanah, kita tahu bagaimana ada peninggalan pedang beliau dan pula baju perang beliau…

Da’wah bagi mutarobbi sejatinya adalah transformasi semangat Rasulullah kepada binaan kita. Bagaimana mungkin mereka akan semangat beraktivitas da’wah jika kita banyak meminta ‘pengecualian’.

Ana halaqah berkeliling karena dengan itu bisa tahu bagaimana senang dan susah nya mereka. Banyak binaan yang semangat berda’wah namun mereka ternyata mempunyai keterbatasan ekonomi atau dirundung masalah lain. Ana belajar dari mereka… Ada transformasi balik dari semangat yang merekan lakukan.

Ana ikut hadir saat baksos minimal bisa melihat mereka berkativitas sebagai panitia membuat ana semangat…. Ada transformasi balik dari semangat yang merekan lakukan.

Ana mabit dikampung bersama mereka agar bisa mengenalkan kepada ustadz dikampung yang semangat berda’wah kepada masyarakat kecil….dan mereka sangat semangat dan tergugah …. Ada transformasi balik dari semangat yang merekan lakukan.

Ana ikut mukhoyam karena mukhoyam adalah bagian dari sarana tarbiyah yang bisa menjadikan kita kuat. Hanya beberapa hari namun menghasilkan semangat yang akan selalu diingat sepanjang hidup. Mengingatnya akan kembali membangkitkan semangat.

Tidak semua mutarobbi ana suka akan kegiatan mukhoyam.
Jika ana tidak ikut mukhoyam, bagaimana transformasi semangat kepada binaan ana? Kepada binaan yang tidak suka mukhoyam?
Ana tidak mau disebut sebagai bagian pelemah da’wah ini ketika mutarobbi ana tidak semangat.

DSCN0045

***

Catatan di HP,  Februari 2015

***

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery

%d blogger menyukai ini: