//
you're reading...
Artikel, politik

Cermin itu bernama suksesnya Pemilu 2019

Agus Nugroho

Kaget juga ketika hari ini melihat dan mendengar berita tentang kecurangan pemilu yang belum dimulai. Surat suara yang telah tercoblos, sebuah pengkhianatan bagi kedaulatan suara rakyat. Kudeta kecil bagi pemilu 2019. Ya esensi dari pemilu itu sakralnya adalah ketika kita berhadapan dengan surat suara didalam bilik pencoblosan, rahasia dan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Namun ketika kecurangan diatas terjadi, diluar negeri, ini bukan hanya sekedar kecurangan yang membuat malu untuk salah satu pasangan, tapi juga bangsa ini.

Sudah cukup lama kita terbelah menjadi dua akibat adanya suksesi kepemimpinan dinegara ini, namun apa mau dikata, tantangan zaman menunjukan memang seperti inilah bentuk persaingan diera arus komunikasi cepat. Teknologi mendistribusikan informasi bukan dalam hitungan pekan atau hari, namun jauh dari itu, satuan terkecil dari waktu yaitu detik menunjukan bagaimana sebuah persaingan terus terjadi.

Mulai perang elegan saling lempar tawaran program yang dijual kepada pemilih, hingga perang verbal dan non verbal terkait isu personal maupun hal lain terkait partai maupun person pendukung masing-masing pasangan yang mempunyai kecenderungan berdampak negatif. Kita tidak mau bangsa ini terus berseteru, sementara mungkin diluarsana ada yang bertepuk tangan dan menanti untuk memangsa kita.

Jika dalam beberapa waktu kebelakang ini incumbent diterpa isu tidak sedap bukan sekedar perdebatan program kampanye maupun saling serangnya dua kubu baik secara verbal maupun non verbal, maka isu yang sangat krusial adalah lamban dan hilangnya reaktifitas lembaga penunjang suksesnya pemilu itu sendiri terhadap berbagai kasus pelanggaran yang terjadi.

Minimnya statemen bawaslu ataupun KPU terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi membuat sebagian kita gamang memikirkan bagaimana akhir dari cerita sejarah bangsa ini pada pemilu 2019. Jikalau pelanggaran ‘receh’ terjadi kemudian dianggap sebagai sebuah kewajaran dalam sebuah kontestasi politik, sebab bisa jadi yang curang itu hanya segelintir orang dengan skala kecil. Namun jika pelanggaran seperti adanya keterlibatan berbagai aparatur negara dalam kegiatan kampanye dan juga adanya anggapan tentang netralitas kepolisian dalam melakukan pengamanan yang justeru berpihak pada salah satu kubu membuat rakyat  sebagai objek utama yang akan dilibatkan dalam proses pengambilan suara pada pesta rakyat ini menjadi bertanya-tanya, akankah pemilu ini akan berjalan sebagaimana asas pemilu yang jujur adil dan terbuka?.

Tentunya ini akan menjadi keprihatinan yang luar biasa bagi rakyat Indonesia, sebab jika sampai pesta rakyat yang bertujuan agar terciptanya suksesi kepemimpinan yang mengedepankan nilai jujur dan adil dan terbuka tercederai oleh kekuasaan yang menyetir lembaga penunjang pesta demokrasi tersebut, maka bukan tidak mungkin jika pesta rakyat yang berbiaya mahal ini akan menjadi sia-sia dengan berujung kepada hilangnya kepercayaan rakyat bukan hanya kepada lembaga penunjang pelaksana pesta demokrasi seperti KPU, Bawaslu maupun kepolisian yang bertindak sebagai pengaman namun juga tidak menutup kemungkinan hilangnya kepercayaan rakyat kepada produk yang dihasilkan oleh pesta demokrasi yang berbiaya mahal ini. 

Saatnya kita semua menyelamatkan demokrasi bangsa ini dari berbagai tindak kecurangan. Gunakan hati nurani kita untuk menyelamatkan suara Rakyat. Sebab kita ingin suksesi kepemimpinan ini berjalan dengan jujur adil dan transparan serta mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang berwibawa dimata dunia dengan mengedepankan nilai demokrasi yang tentunya dirias dengan nilai jukejuran, keadilan dan transparans. Itulah cermin bernama suksesnya Pemilu 2019.

Hitungan hari pasta rakyat ini akan dilaksanakan, jika kekhawatiran rakyat akan terjadinya pengkhianatan suara rakyat melalui kecurangan, maka perlu adanya gerakan moral yang mencoba mengingatkan kembali antar sesama anak bangsa untuk mengetuk setiap dinding jiwa Hati dari para individu yang berperan sebagai pelaku yang memanage perhitungan dan rekapiltulasi suara rakyat dengan adil dan jujur serta terbuka. Sudah seharusnya anda yang bertugas sebagai KPPS di TPS-TPS, petugas rekapitulasi di tiap kecamatan, kota/kabupaten, provinsi hingga pusat, para punggawa suara rakyat yang ada di KPU serta para penjaga kedaulatan suara rakyat yang ada di panwaslu harus berpikir jernih tentang amanah masing-masing yang diberikan oleh rakyat dengan mewujudkan pemilu yang jujur, adil dan transparan. Sehingga diakhir hari sisa waktu ini kita semua bisa tersenyum dan mengatakan, Mari kita Sukseskan pesta rakyat Indonesia 2019 ini dan selamat menikmati demokrasi.

Iklan

About nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 484.110 hits

My Photos gallery

Iklan
%d blogger menyukai ini: