//
archives

nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...
nugrohotech has written 275 posts for Nugroho's files

Peningkatan Kecerdasan Literasi Digital sebagai upaya untuk Menangkal Berita Hoax

Tugas orangtua adalah menyiapkan anak menghadapi zamannya. Kita sebagai orangtua harus menyiapkan diri untuk membimbing anak dalam menghadapi era digital saat ini.

Agus Nugroho S.Pd, MT

Guru Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Cimahi

antihoax

Foto: Sumber Antaranews.com

Era Arus Tsunami Informasi

Perkembangan Teknologi informasi dan media sosial memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan cepat. Media sosial menjadi peranan penting dalam mendistribusikan sebuah informasi. Generasi digital mempunyai karakteristik dimana mereka aktif dalam media sosial seperti facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain. Generasi ini mempunyai sikap yang cenderung lebih terbuka, blak-blakan, serta berfikir lebih kritis dan agresif. Mereka memilih berekspresi bebas di sosial media dan tidak menyukai jika harus diatur atau dikekang. Media komunikasi seperti handphone, tablet dan smart komputer lainnya menjadi teman keseharian mereka, secara fisik mereka akan tampak autis dan menyendiri, namun kenyataannya pikiran mereka tengah berjalan menelusuri sisi kehidupan baru yang disebut dengan dunia maya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Rohingya mengajarkan kita

pic by bbc.co.uk

Entah setan apa yang ada dikepalanya
Ribuan orang mengungsi
Ratusan orang mati
Diantara lantangnya teriakan pera pendemo dari penjuru dunia
Diantara tangisan wajah lusuh yang entah akan sampai kapan dan dimana
Diantara pekikan takbir

Aku masih bertanya
Entah setan apa yang ada dikepalanya
Ketika segelintir yang berlagak keren dan perhatian terhadap sekitar bilang
Ngapain lu demo, rakyat kita juga masih banyak yang susah
Ngapain lu nyumbang orang jauh
Musafir pun didepan rumah ada
Kenapa Sang Gubernur ikut berdemo
Sementara sungai citarum masih kotor
Atau ada juga ketua ormas yang ringan bilang, ini isu politik untuk mengguncang kepemimpinan seseorang,
Pongah dan sok keren,
Jika bukan dibilang goblok atau buta matahatinya
Masak iya tidak melihat foto dan video yang berleliweran di medsos
Lalu sok bijak menyalahkan pendemo atau orang yang berdonasi.
Jika dalam keyakinan kami
“muslim itu ibarat satu tubuh, jika bagian tubuh yang satu sakit, maka bagian tubuh lain akan merasakannya jua”

Penyataan singat dengan makna yang luar biasa, tidak tersekat oleh jarak dan wilayah.
Jika ada segelintir saja yang berpikir sempit, takut miskin, takut kurang makan. Maka seperti itulah iman mereka.

Jika tidak ada rangkaian kata penjelas yang dimengerti untuk mencari alasan mengapa kita harus membela Rohingya, maka saya akan mengutip tulisan yang biasa disampaikan ketika membela saudara kita di Palestine:
Rohingya mengajarkan kita
Tentang tentang kemanusiaan
Tidak perlu menjadi muslim untuk membela Rohingya, cukup menjadi Manusia (titik).

Rindu sepi

11 September 2017

Dalam keramaian aku ingin sendiri
Dalam hiruk pikuk ini aku ingin menyepi
Telah alama aku melupakannya
terduduk dan tunduk dalam malu
Buaian matahari meninabobokan ku
Melelapkan aku dari rindu akan rasa sepi.

Syahwat jempol

 

Pernah pusing karena mendapat share bertubi-tubi digrup atau pun melalui pesan pribadi?
Pernah merasa muak dengan grup karena berisi berita provokatif tidak jelas kemudian _left_ dari grup?
Pernah merasa terganggu dengan postingan yang tidak penting?
Itulah kondisi kita saat ini,
Bisa jadi waktu kita sehari-hari saat ini banyak terbuang karena kurang bisa selektif membaca informasi atau pun terbuang dengan turut menyebar informasi tidak penting.
*Syahwat jempol* adalah keinginan alam bawah sadar dari seseorang untuk melakukan sharing informasi tanpa batas. Orang yang mempunyai *syahwat jempol* berpikir bahwa dia harus menjadi bagian viral penyebar informasi dengan cepat. Dan berpendapat bahwa orang lain belum mendapatkan informasi.
Bahayanya kadang orang *bersyahwat jempol* tidak berpikir dan memahami dulu apa yang akan dia share.
Kadang dia mendapatkan info dari orang lain, baru di baca judulnya lantas klik _forward_ ke beberapa grup. Lucu nya, beberapa grup yang dia share jarang dia buka atau dia baca, yang sebenarnya info yang dia share telah lebih dulu dishare sama orang lain. Pada kondisi inilah terjadi overload informasi, dimana kecenderungan informasi penting pun akan menjadi informasi sampah. JUNK INFORMATION.
Kebiasaan buruk juga sering dilakukan adalah memforward informasi ke grup lain dengan menuliskan *”Informasi ini bener atau nggak ya?”*
Padahal kalau mau meminta konfirmasi adalah ke grup dimana awal dia mendapatkan informasi tersebut, bukan ke grup baru. Ini juga yg biasa disebut syahwat jempol.
Kebiasaan buruk lain dari orang yang bersyahwat jempol adalah dia hanya suka menshare saja, tetapi tidak suka berdiskusi atau menganalisis dari topik yang dia baca, pada posisi inilah bisa terlihat sejauh mana kecerdasan seseorang ataupun kecerdasan kolektif masyarakat kita.
Masyarakat bersyahwat jempol yang menjadi sasaran empuk berita hoax dan menyukainya untuk turut men_share.
Tidak sedikit pula yang terjebak masuk ke ranah hukum hanya karena iseng menulis status atau berkomentar yang tidak penting.*
Maka jadilah orang pintar yang memanfaatkam _tsunami informasi_ untuk kemajuan pribadi maupun umat. Jangan menjadi bagian yang memperkeruh masalah dengan merasa benar sendiri.

Catatan selepas shubuh.
Coretan samping Kolam

 

Peran Pahlawan Muslim dalam Kemerdekaan Indonesia

Dapat dari teman, menarik sekali menyimak perjuangan kemerdekaan yang di lakukan oleh umat Islam Indonesia.

1. Indonesia baru terbentuk pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena kata “Indonesia” menjadi sebuah nation imagination baru tercetus tahun 1921.

2. Ketika para pelajar Hindia Belanda yang sedang sekolah di Amsterdam yang terhimpun dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Pelajar-pelajar Hindia Belanda)

3. yang diketuai Datuk Nasir Pamuncak (19 tahun), Sekretarisnya Ahmad Soebardjo (18 tahun), dan Bendaharanya Mohammad Hatta (16 tahun).

4. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan diskusi-diskusi tentang advokasi terhadap bumi putera di Hindia Belanda. Baca lebih lanjut

What do you think?

what-do-you-think-asian-businessman-write-text-wall-48839751

Hari ini saya mendapatkan keyword baru yaitu “What do you think?”, salah seorang rekan baru dalam FGD dikdas Kemdiknas (DR.Suud Karim) bercerita, ketika dia berkunjung ke salah satu sekolah dasar di Eropa dan berkesempatan masuk kelas, salah seorang siswa dikelas itu bertanya kepada rekan saya tersebut dengan pertanyaan,

“Where do you come from?”

Rekan saya sebenarnya menjawab sederhana, “What do you think?“.

Jawaban sekaligus pertanyaan sederhana tersebut ternyata kemudian mengundang kepenasaran dari anak-anak yang ada dikelas tersebut. Rekan saya berlalu dari kelas tersebut, sementara anak-anak yang ditinggalkan sibuk berdiskusi dengan temannnya tentang dari masa asal rekan saya tersebut.

Mereka berdiskusi, mengeluarkan peta, mencari data dari internet tentang kemungkinan asal negara rekan saya. Ketika rekan saya lewat kembali ke kelas tersebut, anak-anak ramai memanggilnya. Salah satunya kurang lebih mereka berkata,

“DR. Karim, I know where you come from, you are form asia. Indonesia is your country, near of philiphina, thailand and singapore”.

Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery