//
archives

nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...
nugrohotech has written 286 posts for Nugroho's files

Terima kasih Pak Satpam

Mengurai benang kusut.

Pelajaran pagi ini,
Benang akan berfungsi sebagai benang ketika dia tergulung rapih dan mudah untuk diuraikan. Jika benang tidak terurai dan menjadi benang kusut maka hilang sudah fungsinya. Bisakah diurai kembali untuk kemudian bisa berfungsi kembali?
Jawabannya adalah bisa, namun butuh kesabaran dan ketelatenan. Pagi ini saya memperoleh pelajaran dari pak Satpam yang tengah bertugas. Disela ribuan kendaraan yang masuk ke area sekolah, dengan telaten mereka mengarahkannya satu persatu.

Mengajak orang lain untuk bersabar dan mengikuti aturan memanglah tidak mudah. Jika awalnya barisan motor dengan berbagai merek, ukuran dan warna begitu semrawutnya terparkir, maka pagi ini sebagaimana pagi sebelumnya sedikit demi sedikit uraian kusut masalah parkir bisa mulai teratasi.

Barisan kendaraan roda 2 yang tampak kusut kini berubah menjadi barisan yang indah. Ya dengan aksi sederhana dan kesabaran berbuah menjadi sesuatu yang luar biasa. Dan saya dengan yang lainnya menikmati indahnya hasil dari kerja Pak Satpam.
Terima kasih pak satpam, 

You do simple things but the results are extraordinary. Make things beautiful and all love to see them.


Hatur nuhun fotografer nya pak Tedi Ahmad Santosa, saya yg Ngedit foto saja.

Iklan

Cermin itu bernama suksesnya Pemilu 2019

Agus Nugroho

Kaget juga ketika hari ini melihat dan mendengar berita tentang kecurangan pemilu yang belum dimulai. Surat suara yang telah tercoblos, sebuah pengkhianatan bagi kedaulatan suara rakyat. Kudeta kecil bagi pemilu 2019. Ya esensi dari pemilu itu sakralnya adalah ketika kita berhadapan dengan surat suara didalam bilik pencoblosan, rahasia dan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Namun ketika kecurangan diatas terjadi, diluar negeri, ini bukan hanya sekedar kecurangan yang membuat malu untuk salah satu pasangan, tapi juga bangsa ini.

Sudah cukup lama kita terbelah menjadi dua akibat adanya suksesi kepemimpinan dinegara ini, namun apa mau dikata, tantangan zaman menunjukan memang seperti inilah bentuk persaingan diera arus komunikasi cepat. Teknologi mendistribusikan informasi bukan dalam hitungan pekan atau hari, namun jauh dari itu, satuan terkecil dari waktu yaitu detik menunjukan bagaimana sebuah persaingan terus terjadi.

Mulai perang elegan saling lempar tawaran program yang dijual kepada pemilih, hingga perang verbal dan non verbal terkait isu personal maupun hal lain terkait partai maupun person pendukung masing-masing pasangan yang mempunyai kecenderungan berdampak negatif. Kita tidak mau bangsa ini terus berseteru, sementara mungkin diluarsana ada yang bertepuk tangan dan menanti untuk memangsa kita.

Jika dalam beberapa waktu kebelakang ini incumbent diterpa isu tidak sedap bukan sekedar perdebatan program kampanye maupun saling serangnya dua kubu baik secara verbal maupun non verbal, maka isu yang sangat krusial adalah lamban dan hilangnya reaktifitas lembaga penunjang suksesnya pemilu itu sendiri terhadap berbagai kasus pelanggaran yang terjadi.

Minimnya statemen bawaslu ataupun KPU terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi membuat sebagian kita gamang memikirkan bagaimana akhir dari cerita sejarah bangsa ini pada pemilu 2019. Jikalau pelanggaran ‘receh’ terjadi kemudian dianggap sebagai sebuah kewajaran dalam sebuah kontestasi politik, sebab bisa jadi yang curang itu hanya segelintir orang dengan skala kecil. Namun jika pelanggaran seperti adanya keterlibatan berbagai aparatur negara dalam kegiatan kampanye dan juga adanya anggapan tentang netralitas kepolisian dalam melakukan pengamanan yang justeru berpihak pada salah satu kubu membuat rakyat  sebagai objek utama yang akan dilibatkan dalam proses pengambilan suara pada pesta rakyat ini menjadi bertanya-tanya, akankah pemilu ini akan berjalan sebagaimana asas pemilu yang jujur adil dan terbuka?.

Tentunya ini akan menjadi keprihatinan yang luar biasa bagi rakyat Indonesia, sebab jika sampai pesta rakyat yang bertujuan agar terciptanya suksesi kepemimpinan yang mengedepankan nilai jujur dan adil dan terbuka tercederai oleh kekuasaan yang menyetir lembaga penunjang pesta demokrasi tersebut, maka bukan tidak mungkin jika pesta rakyat yang berbiaya mahal ini akan menjadi sia-sia dengan berujung kepada hilangnya kepercayaan rakyat bukan hanya kepada lembaga penunjang pelaksana pesta demokrasi seperti KPU, Bawaslu maupun kepolisian yang bertindak sebagai pengaman namun juga tidak menutup kemungkinan hilangnya kepercayaan rakyat kepada produk yang dihasilkan oleh pesta demokrasi yang berbiaya mahal ini. 

Saatnya kita semua menyelamatkan demokrasi bangsa ini dari berbagai tindak kecurangan. Gunakan hati nurani kita untuk menyelamatkan suara Rakyat. Sebab kita ingin suksesi kepemimpinan ini berjalan dengan jujur adil dan transparan serta mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang berwibawa dimata dunia dengan mengedepankan nilai demokrasi yang tentunya dirias dengan nilai jukejuran, keadilan dan transparans. Itulah cermin bernama suksesnya Pemilu 2019.

Hitungan hari pasta rakyat ini akan dilaksanakan, jika kekhawatiran rakyat akan terjadinya pengkhianatan suara rakyat melalui kecurangan, maka perlu adanya gerakan moral yang mencoba mengingatkan kembali antar sesama anak bangsa untuk mengetuk setiap dinding jiwa Hati dari para individu yang berperan sebagai pelaku yang memanage perhitungan dan rekapiltulasi suara rakyat dengan adil dan jujur serta terbuka. Sudah seharusnya anda yang bertugas sebagai KPPS di TPS-TPS, petugas rekapitulasi di tiap kecamatan, kota/kabupaten, provinsi hingga pusat, para punggawa suara rakyat yang ada di KPU serta para penjaga kedaulatan suara rakyat yang ada di panwaslu harus berpikir jernih tentang amanah masing-masing yang diberikan oleh rakyat dengan mewujudkan pemilu yang jujur, adil dan transparan. Sehingga diakhir hari sisa waktu ini kita semua bisa tersenyum dan mengatakan, Mari kita Sukseskan pesta rakyat Indonesia 2019 ini dan selamat menikmati demokrasi.

Success is A journey Not a destination.

Nasihat untuk saya pagi ini,

Sukses itu bukan sebuah target,Namun sebuah tahapan perjalanan yang terus berubah, Success is A journey Not a destination.

Ya setiap orang berhak untuk sukses, namun sukses itu bukan sebuah akhir, tetapi bagian sebuah perjalanan. Sebab banyak orang yang sukses untuk kemudian seiring dengan waktu dia jatuh, maka kesuksesan selanjutnya adalah bagaimana caranya dia harus bangkit berdiri dari jatuhnya untuk kemudian berjalan dan berlari kembali.

Ya Llily Tomlin dalam sebuah Quote menulis ‘the road to success is Always under construction’.

Setiap orang akan belajar untuk sukses dengan berbagai caranya, namun belajar yang terbaik adalah mencobanya.

‘I CAN is 100 times more important than IQ’.

Maka mencoba dan mencoba untuk meraih mimpi besar kita adalah bagian dari proses untuk meraihnya, ‘Your Future is created by what you do Today, Not Tomorrow’. Karena rahasia besar dari kesuksesan itu hanya ada 2 yaitu ‘To begin and To Finish’.

Hari ini saya belajar dari apa yang saya lakukan sehari-hari, jika saya hanya mengajar, mungkin ilmu saya terbatas, walaupun mencoba untuk terus menambahnya. Namun jika melihat waktu maka mungkin saya bagian orang yang telah (lebih) banyak belajar, maka bagian terberat dari tugas saya dalam mengajar adalah menanamkan nilai untuk sesama.

“Try not to become a man of SUCCESS but rather try to become a man of VALUE”.

Note pagi sebelum ngajar.

Sudut ruang kelas SMKN 1 Cimahi.

Bercermin dari Amal Anak-anakku


_Cacatan kecil dari Sekolah Hijau SMKN 1 Cimahi_

Hari ke-2 UNBK SMKN 1 Cimahi kembali saya takjub dengan aktifitas mereka, berjejer rapih, tersenyum ramah dan memberikan sebungkus Nasi beserta minum kepada kakak tingkatnya yang baru datang dan akan mengikuti kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMK.

Ya aksi iti dilakukan oleh anak-anak Forum Dienul Islam (FDI) sebuah Ekskul kerohanian Islam di SMKN 1 Cimahi , tentunya mereka adalah adik-adik kelas sang Kakak tingkat yang sedang melaksanakan UNBK. Mereka menyediakan sarapan nasi Gratis bagi kakak tingkatnya yang akan melaksanakan UNBK. 

Luar biasa, sebuah aksi yang terkesan sederhana namun mulia. Tentunya mereka sebenarnya libur sekolah, enaknya nonton TV dirumah, leyeh-leyeh kalaupun sambil baca buku.

Saya membayang bagaimana mereka berkoordinasi untuk mengatur jadwal piket datang pagi untuk menyiapkan meja pembagian makanan sarapan pagi. Mungkin ada team lain juga yang harus gelap-gelap alias‘nyubuh’  belanja atau bahkan memasak makanan dan membungkusnya.

Ya seharus nya kalian libur dirumah Nak, tapi kalian menggerakan kaki dan tangan untuk beramal mulia.

Ada team lain yang juga sama mulianya dengan team Forum Dienul Islam/FDI, mereka adalah anak-anak PMR – Palang Mereh Remaja. Menjelang UNBK mulai mereka telah standby berada diruangan UKS – Unit Kesehatan Siswa, berjaga kalau-kalau kakak tingkat mereka yang sedang mengikuti UNBK memerukan pertolongan.

_Khairunnaas anfa’uhum linnaas…_

Sebaik-baik nya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Selamat Nak, kalian telah menjadi contoh bagi kami dan kita semua.

KETIKA MARKET PLACE MENJADI TEMPAT RESEARCH SANG PEMILIK

***

Boom!!!,

Tiba-tiba sebuah marketplace menjual kerudung dibawah harga pasaran, Rp.9000,- bukan saja dibawah pasaran, tapi benar-benar harga yang tidak rasional dari sisi produksi. Lebih dari itu, yang tidak masuk akal, juga ada iming-iming free ongkir!

Orang tidak akan berpikir panjang. Hukum pasar akan berlaku, pembeli akan mencari harga produk yang paling murah. Maka berbondong-bondonglah masyaralat membeli produk, marketplace menjadi terkenal dari bibir ke bibir. Rating klik naik drastis.

***

Beberapa waktu yang lalu heboh tentang Unicorn dalam bisnis. Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.

Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.

Menyambung cerita yang rame dibicarakan juga kemarin adalah masalah kepemilikan marketplace online. Siapa pemilik nya? Asing kah atau pebisnis pribumi. Lalu bahaya nya apa jika Marketplace online dimiliki oleh Asing?

Oke sekedar mensarikan dari logika saya sebagai orang yang ‘sedang’ terus belajar masalah IT. Kita uraikan dulu bagaimana persepsi umum tentang sebuah marketplace.

  1. Marketplace tempat membeli segala macam kebutuhan, perannya menggeser  fungsi pasar konvesional yang saat ini diambang kebangkrutan massal.
  2. Marketplace surga tempat berbelanja online, orang tinggal menjentikan jari mengetik apa yang dia mau, dan ratusan produk sejenis akan muncul dengan variatif harga. Lucunya variasi harga tersebut kadang bukan dari penjual yang berbeda, tetapi penjual  yang sama dengan berbeda akun.
  3. Pergeseran proses bayar-membayar pun dengan konsep financial technology (fintech) sebagai sebuah tuntutan zaman terjadi ditunjang oleh para penyedia jasa bank.

Ketika Market Place Menjadi Tempat Research Sang Pemilik

Sebuah makrketplace layaknya mesin google dengan crawl engine nya dapat mengcollect semua informasi yang berlangsung pada marketplace tersebut. Sebagai contoh:

  1. Mencatat semua identitas pengguna, terlebih jika sebuah akun emailnya terkoneksi dengan media sosial maka lengkap sudah data profiling akun tersebut bisa dilihat.
  2. Mencatat barang apa yang paling dicari konsumen baik dari sisi spesifikasi barang maupun kualitas original, kw-super hingga level kw-termurah .
  3. Berapa rentang harga yag paling cocok untuk masyarakat umum, konsumen dari suatu daerah, dll

Mungkin saya hanya menuliskan sekilas saja 3 hal diatas, namun itu sudah cukup bagi sebuah marketplace untuk ‘mengendalikan pasar’.

Kemudahan membuat akun sebagai penjual maupun membeli semudah menjentikan jari. Bayangkan Seseorang yang ingin berjualan secara konvensional untuk mempunyai sebuah gerai dan etalase harus melakukan survey lokasi, mencari keocokan harga dengan budget yang dimiliki hingga harus berhitung tentang bagaimana uang mereka berputar selama sebulan dimana tarik menarik antara untung dan cost operational yang harus dikeluarkan.

Namun dengan adanya marketplace online, 5 menit sebuah toko dengan etalasenya bisa dibuat. Maka jutaan produk dalam sekejap langsung diupload ke server marketplace online baik oleh individu maupun para pegiat Usaha Kecil Menengah – UKM. Gelar tiker dan cuap-cuap promosi baik promosi melalui fasilitas yang disediakan oleh system marketplace nya maupun marketing viral melalui media sosial. Harga produk mereka sangat murah, terjangkau oleh pembeli kelas pribumi menengah kebawah.

Namun tidak lama setelah itu…..

Boom !!!

Tiba-tiba sebuah marketplace menjual kerudung dibawah harga pasaran, Rp.9000,- bukan saja dibawah pasaran, tapi benar-benar harga yang tidak rasional dari sisi produksi. Lebih dari itu, yang tidak masuk akal, juga ada iming-iming free ongkir!

Orang tidak akan berpikir panjang. Hukum pasar akan berlaku, pembeli akan mencari harga produk yang paling murah. Maka berbondong-bondonglah masyaralat membeli produk, marketplace menjadi terkenal dari bibir ke bibir. Rating klik naik drastis.

Itulah hasil action Sang pemilik market place yang mengolah data dan menyajikannya dalam sebuah hasil analisis lengkap dengan judul ‘Siap menguasai pasar’.

Tidak aneh jika dalam hitungan bulan para penjual konvensional, UKM maupun individu dibuat rontok berjatuhan. Jadi?

Itulah kesimpuan kenapa kepemilikan sebuah marketplace online itu penting. Dengan teknologi informasi dunia memang tanpa atas. Namun disinilah letak pentingnya peran pemerintah dalam membuat sebuah kebijakan, saya bersepakat perlu adanya regulasi tentang kepemilikan sebuah marketplace online yang tentunya harus memihak rakyat dan bangsa ini. Jika tidak mau mengikuti aturan, blok saja web nya agar tidak bisa dengan mudah dibua didalam negeri ini.

Solusinya apa?

Saat ini saya hanya bisa menyarankan belanjalah seperlunya dan usahakan kepada sesama anak bangsa, mereka memang banyak bergerilya melalui media sosial maupun web sendiri.

RS Melinda 1 Bandung

Senin siang, nemenin si cantik.

Perang Hoax di Era Arus media cepat

Hoax sudah menjadi makanan keseharian, mengapa? Karena hoax ada akibat adanya kepentingan suatu pihak. Perang Hoax di Era Arus media cepat sangat memungkinkan terjadi sebagai sebuah sarana perperang opini.

Tahukan anda bahwa Hoax itu:
1. *Dapat dibuat oleh pihak ketiga* yang mempunyai kepentingan khusus, bisa memang untuk memecah belah dan mengambil keuntungan dari kindisi tersebut.

2. *Dapat dibuat oleh lawan politik* strategi ini sengaja sebagai media propaganda untuk memojokan lawan. Logika berita itu jika menguntungkan suatu pihak, maka pihat tersebut akan viral meneruskan broadcast nya kepada siapapun, padahal itu lah yang diinginkan oleh si pembuat. Suatu saat akan memojokan si penyebar info, dan si pembuat mengambil keuntungan dari kejadian tersebut.

3. *Dapat dibuat oleh pihak yang memang bertujuan menyerang.* Sejarah mencata Psi war (Psicologhy War)/perang psikologi/perang urat syaraf/perang isi telah terjadi dari zaman dahulu, ketika perang dunia terjadi, ketika blok barat dan tikur berseteru, ketika Amerika dan Rusia berkonflik, maka berang ini terjadi. Dan tidak jarang pola menyetir isu dilakukan secara masuf dengan menggunakan media masa yang pro.

Perlu diketahui, secara umum sebuah organisasi resmi melembaga pasti tidak mungkin menggunakan cara kotor dengan menyebar berita hoax, tapi bukan tidak mungkin juka person yang membuat dan membentuk satuan atau unit khusus untuk melakukan operasi tersebut. Dan itu bisa siapa saja karena sangat mudah.

Dari uraian diatas kiranya perlu kita berhati-hati untuk menyebarkan berita, sebab bisa jadi berita yang kita sebarkan tidak valid baik sumber maupun kebenarannya.

Dilain pihak ada juga orang yang menghakimi orang lain yang kedapatan menyebarkan hoax, meskipun si penyebar adalah “korban” juga. Sehingga penting kiranya untuk saling mengingatkan. Sebab sasaran si pembuat hoax adalah si penyebar berita dan juga orang yang turut serta “menghakimi” si penyebar berita. Klop jika itu terjadi.

Selamat belajar baraya semua.

Salam,
Kamis nyunda _ Agus Nugroho

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 489.298 hits

My Photos gallery

Iklan