//
archives

nugrohotech

i am a person who always want to know about anything...
nugrohotech has written 279 posts for Nugroho's files

Rindu sepi

11 September 2017

Dalam keramaian aku ingin sendiri
Dalam hiruk pikuk ini aku ingin menyepi
Telah alama aku melupakannya
terduduk dan tunduk dalam malu
Buaian matahari meninabobokan ku
Melelapkan aku dari rindu akan rasa sepi.

Iklan

Syahwat jempol

 

Pernah pusing karena mendapat share bertubi-tubi digrup atau pun melalui pesan pribadi?
Pernah merasa muak dengan grup karena berisi berita provokatif tidak jelas kemudian _left_ dari grup?
Pernah merasa terganggu dengan postingan yang tidak penting?
Itulah kondisi kita saat ini,
Bisa jadi waktu kita sehari-hari saat ini banyak terbuang karena kurang bisa selektif membaca informasi atau pun terbuang dengan turut menyebar informasi tidak penting.
*Syahwat jempol* adalah keinginan alam bawah sadar dari seseorang untuk melakukan sharing informasi tanpa batas. Orang yang mempunyai *syahwat jempol* berpikir bahwa dia harus menjadi bagian viral penyebar informasi dengan cepat. Dan berpendapat bahwa orang lain belum mendapatkan informasi.
Bahayanya kadang orang *bersyahwat jempol* tidak berpikir dan memahami dulu apa yang akan dia share.
Kadang dia mendapatkan info dari orang lain, baru di baca judulnya lantas klik _forward_ ke beberapa grup. Lucu nya, beberapa grup yang dia share jarang dia buka atau dia baca, yang sebenarnya info yang dia share telah lebih dulu dishare sama orang lain. Pada kondisi inilah terjadi overload informasi, dimana kecenderungan informasi penting pun akan menjadi informasi sampah. JUNK INFORMATION.
Kebiasaan buruk juga sering dilakukan adalah memforward informasi ke grup lain dengan menuliskan *”Informasi ini bener atau nggak ya?”*
Padahal kalau mau meminta konfirmasi adalah ke grup dimana awal dia mendapatkan informasi tersebut, bukan ke grup baru. Ini juga yg biasa disebut syahwat jempol.
Kebiasaan buruk lain dari orang yang bersyahwat jempol adalah dia hanya suka menshare saja, tetapi tidak suka berdiskusi atau menganalisis dari topik yang dia baca, pada posisi inilah bisa terlihat sejauh mana kecerdasan seseorang ataupun kecerdasan kolektif masyarakat kita.
Masyarakat bersyahwat jempol yang menjadi sasaran empuk berita hoax dan menyukainya untuk turut men_share.
Tidak sedikit pula yang terjebak masuk ke ranah hukum hanya karena iseng menulis status atau berkomentar yang tidak penting.*
Maka jadilah orang pintar yang memanfaatkam _tsunami informasi_ untuk kemajuan pribadi maupun umat. Jangan menjadi bagian yang memperkeruh masalah dengan merasa benar sendiri.

Catatan selepas shubuh.
Coretan samping Kolam

 

Peran Pahlawan Muslim dalam Kemerdekaan Indonesia

Dapat dari teman, menarik sekali menyimak perjuangan kemerdekaan yang di lakukan oleh umat Islam Indonesia.

1. Indonesia baru terbentuk pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena kata “Indonesia” menjadi sebuah nation imagination baru tercetus tahun 1921.

2. Ketika para pelajar Hindia Belanda yang sedang sekolah di Amsterdam yang terhimpun dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Pelajar-pelajar Hindia Belanda)

3. yang diketuai Datuk Nasir Pamuncak (19 tahun), Sekretarisnya Ahmad Soebardjo (18 tahun), dan Bendaharanya Mohammad Hatta (16 tahun).

4. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan diskusi-diskusi tentang advokasi terhadap bumi putera di Hindia Belanda. Baca lebih lanjut

What do you think?

what-do-you-think-asian-businessman-write-text-wall-48839751

Hari ini saya mendapatkan keyword baru yaitu “What do you think?”, salah seorang rekan baru dalam FGD dikdas Kemdiknas (DR.Suud Karim) bercerita, ketika dia berkunjung ke salah satu sekolah dasar di Eropa dan berkesempatan masuk kelas, salah seorang siswa dikelas itu bertanya kepada rekan saya tersebut dengan pertanyaan,

“Where do you come from?”

Rekan saya sebenarnya menjawab sederhana, “What do you think?“.

Jawaban sekaligus pertanyaan sederhana tersebut ternyata kemudian mengundang kepenasaran dari anak-anak yang ada dikelas tersebut. Rekan saya berlalu dari kelas tersebut, sementara anak-anak yang ditinggalkan sibuk berdiskusi dengan temannnya tentang dari masa asal rekan saya tersebut.

Mereka berdiskusi, mengeluarkan peta, mencari data dari internet tentang kemungkinan asal negara rekan saya. Ketika rekan saya lewat kembali ke kelas tersebut, anak-anak ramai memanggilnya. Salah satunya kurang lebih mereka berkata,

“DR. Karim, I know where you come from, you are form asia. Indonesia is your country, near of philiphina, thailand and singapore”.

Baca lebih lanjut

Good bye DSLR camera

Goodbye DSLR

Saya dapat kutipan tulisan singkat di whatsapp intinya ttg perubahan teknologi dan bisnis (entah siapa yg nulis), saya coba kutip 2 baris dan saya tambahkan lebih banyak sesuai konteks fotografi dan kamera kekinian…

Nokia
Nokia dulu menyebut Android sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dlm innovator dilemma. Sejarah mencatat, yg kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dlm kesunyian yg perih.
Dalam konteks fotografi, Android menyerang bertubi-tubi dengan berbagai macam kemudahan. Dulu kamera hp dianggap sebagai kamera ecek-ecek dengan resolusi kecil.
Tapi sekarang kamera hp berkelas diatas 50Mpxl pun ada. Belum lagi android menghajar lengkap dengan berbagai kemudahan aplikasi olah digital foto yang sangat memudahkan. Download, install, buka foto, edit dan jreng jreng… dezigh dezigh …. foto luar biasa akan muncul.

Era digital dan wifi a.k.a Wirless fidelity

Dari dulu Motret memang sederhana. Cukup cekrak cekrek, hasil foto masuk di film.
Selanjutnya tahu sendiri, film di cuci, bleaching, dijemur hehehe… baru kering and jadi fotonya.
Hihi soryy kalau lebayy bahasanya.

Dulu kodok…eh Kodak menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mrk akan terus bertahan. Kodak terjebak dalam tempurung…eh terjebak halusinasi dan innovator dilemma yg akut. Akibatnya, ruangan ICU yg pengap menanti raga mrk yg merintih kesakitan.
Era digital menghajarnya membuat terkapar dan KO tak berdaya. File bukan hanya dalam bentuk softcopy digital, lebih dari itu, tranfer data dengan teknologi wifi membuat kemudahan dalam pengambilan gambar dan mentransfernya ke device lain.
Pukulan dilengkapi dengan kemudahan koneksi internet langsung dari kamera. Cekrek – Upload.
Atau Cekrek – edit dan Upload.

DSLR vs Mirrorless vs Kamera HP

DSLR
Bagian ini sebenernya yang ingin saya kupas lebih dalam
Gagah mentereng dengan ukuran gear yang besar. Lensa panjang warna putih membuat gagah ponggawa pembawa nya.
Wlaupun gagah sih gagah… tapi beberapa kali juga saya denger langsung dr teman yang bawa gear seabreg di tas gendong kecetit alias ticengklak atau keseleo punggung gara-gara bawa beban gear kamera yang banyak.
Ngak macho kalau ngak pakai DSLR, itu salah satu alasan dari salah seorang anak disekolah saya.
Mau tidak mau ketajaman hasil kamera ini masih menjadi hal yang menjadi pilihan terlebih kamera dengan teknologi fullframe plus lensa yang memadai sesuai peruntukan. Masih menjadi pilihan.
Kelemahan:
Ukuran besar
Protabilitas lensa yang besar banyak

Kelebihan :
Masih berkuasa di Fullframe
Kekuatan lensa optik

Mirrorless
Kamera ini awal 2015 kemarin mulai banyak digemari, apalagi alasannya kalau bukan karena ukurannya yang simpel, masuk di tas kerja atau saku jaket. Terutama om om dan kakek manula yg nyesek kalau bawa barang yang berat hihi…pis om..kek..
Dukungan Wifi dan NFC serta konektifitas internet membuat kamera ini digilai para remaja hingga dewasa hehehe…. yang keranjingan demam foto Selfie, cekrek upload…cekrek upload. Lensa pendukung mirrorless pun banyak bermunculan.
Aktivitas memotret yang biasa terkesan ala wartawan, ngegendong tas plus ngebidik objek via view finder kini mulai hilang…
Kamera Cukup disakuin di jaket, ngebidik cukup melototin layar kamera and… what you see is what you get…
Masalah hasil pun dilengkapi dengan berbagai mode pemotretan plus software pendukung olah digital. Lensa Wide ga ada? Biaa pakai mode panoramic. Hasil nya, orang kini sulit membedakan mana hasil DSLR atau mirrorless.

Kamera HP
Fungsi utama awalnya sebagai media komunikasi, namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia, pendukung kelengkapan HP menjadi magnet besar untuk terus berinovasi dan meraih pangsa pasar pembelinya.
Ukuran kecil dan simpel membuat HP yg dimiliki oleh setiap orang semakin melengkapi tuntutan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan akan hasil foto instan dan bagus, berbeda dengan DSLR dan mirrorless yang ribet dengan setting kamera, Kamera HP memberikan kemudahan yang serba instant. Toh sekarang orang lebih banyak membaca informasi yang terkandung dalam foto dibanding berbagai teori fotografi beserta settingan teknis.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, bukan tidak mungkin jika para raja DSLR ternama akan dihajar KO terkapar dan bernasib sama dengan Nokia atau Kodak. Tentunya jika mereka tidak mau berinovasi. Hasil nya lambat laun DSLR bisa KO dihajar Mirrorless dan kamera hp.

Bukan ramalan, tapi kita tunggu saja episode perkembangan teknologi. Mungkinkan para raja DSLR Canon dan Nikon bertahan atau lambat laun akan tumbang oleh pesainnya dari Mirrorless semisal Sony, Olympus, Fujifilm. Atau bahkan juga DSLR dan mirrorless akan terkubur oleh makhluk kecil buatan manusia  bernama SMARTPHONE.

So maybe fo the next… we can say Good bye DSLR and welcome to the new era… more simple and easy to carry.

Kelewat membahas, teknologi lensa zoom / range panjang kini diwakili dengan munculnya berbagai versi kamera procumer dengan zooming yang luar biasa hingga 2000mm (setidak ketika tulisan ini saya buat)

*nugros*

sambil nunggu pasien di RS Boromeus Bandung

Foto nyusul* ngetik and upload blog via HP, kasihan nih blog udah bulukan nggak perna diisi hehe…

 

Nilai sebuah keteladanan

DSCN0061

Seorang ustadz berbincang dengan sesama ustadz…
Ustadz kan sudah sepuh tapi kenapa ketika halaqah tidak membiarkan para mutarobbi untuk datang saja kerumah ustadz?

Kemarin ketika jadi panitia baksos ustadz datang ketempat kegiatan, ikut menyambut masyarakat yang hadir dan akrab berbincang?

Ketika ta’limat mabit grup bulan kemarin ustadz mengajak binaan untuk mabit di masjid kampung tempat yg cukup jauh?

Dan ketika mukhoyam kemarin ana tahu ustadz lelah dan sedang tidak fit, namun tetap berangkat ikut bermalam dialam dan berjalan turun naik bukit walaupun 3/4 jalan ustadz harus ikut team kesehatan ke camp istirahat.

Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 475.295 hits

My Photos gallery

Iklan