//
archives

1

This category contains 46 posts

Tentang politisasi Agama

Tergelitik juga saya untuk menulis pendapat saya, tempo lalu saya membaca salah satu status di FB yang menuliskan dengan besar dalam bentuk sticker yaitu “Jangan Politisasi Agama!”

Saya sebenernya sangat ingin bertanya, apa yang dimaksud dengan jangan Politisasi Agama?
– Apakah jika seseorang berkeyakinan tentang sebuah pendapat politik berdasarkan ajaran agamanya itu dianggap sebagai politisasi Agama?
– Apakah jika seseorang mengikuti Agamanya sebagai way of life lalu beristikhoroh (saya tulis penjelasan, Istilhkoroh dalam Islam adalah meminta ketetapan hati dari Allah SWT dalam menentukan pilihan dengan shalat dan berdo’a) lalu menentukan pilihan politiknya disebut sebagai politisasi Agama?
– Apakah jika seorang guru ngaji menyampaikan Siroh (Sejarah) di masjid atau majelis pertemuan tentang bagaimana Islam dulu sebagai sebuah cerminan untuk bisa berbuat baik kedepan itu juga disebut sebagai politisasi Agama?
– Apakah ketika kita menentukan pimpinan berdasarkan keyakinan Agama kita itu disebut sebagai politisasi Agama? Sebab saya yakin, setiap orang akan mempunyai kecenderungan besar memilih berdasarkan keyakinan Agama mereka, disini, dinegara lain dan tempat lain baik mayoritas maupun minoritas sebagai Hak individu yang melekat pasa setiap orang.
Dan saya sangat menghormati setiap pilihan teman saya.

Sedikit melihat sejarah yang saya pelajari ketika SD kelas 5, pada buku sejarah saya masih ingat, bahwasannya penjajah masuk ke Indonesia secara politis mereka masuk dengan 3 misi yaitu Gold, Glory dan Gospel.
– Gold adalah mencari kekayaan ditempat baru baik untuk memenuhi kebutuhan mereka ditempat penjajahan maupun di bawa ke negera asal mereka.
– Glory adalah mencari kekuasaan ditempat jajahan baru, secara logika, manusia disebut berkuasa ketika banyak kekayaannya, luas wilayah kekuasaannya dan juga bisa menanamkan kehendak dari apa yang diinginkan oleh mereka sebagai penjajah.
– Gospel adalah penyebarluasan pengajaran agama Nasrani khusunya Kristen pada daerah luar yang termasuk dalam wilayah kekuasaanya. Dengan melakukan penyebarluasan agama, negara barat meyakini bahwa tujuan dari semuanya merupakan kebenaran yang berasal dari Tuhan.

Dari ketiga diatas jelas bahwa Agama merupakan salah satu yang menjadi tujuan untik disampaikan kepada siapa saja dan dimana saja.

Fase Islam masuk ke Indonesia
Berbeda dengan tulisan saya diatas, saya menangkap Islam disebarkan dengan cara yang berbeda, jika dalam catatan sejarah Islam masuk ke Indonesia dituliskan dilakukan oleh para pedagang dari Gujarat/India, yang saya baca dari beberapa tulisan Islam disebarkan masuk ke Indonesia langsung oleh para ulama atau pemuka Agama yang ditugaskan untuk menyebarkan Islam. Lalu kenapa dituliskan disebarkan oleh para pedagang?
Para Ulama/pemuka Agama Islam yang menyebarkan Islam tentunya harus memenuhi kebutuhan hidup, mereka berdagang, mereka tinggal disuatu daerah untuk menyebarkan Islam menikah dan berakulturasi dengan budaya setempat (sebab keyakinan adalah bukan sesuatu yang instant yang harus diterima oleh siapapun). Saya yakin para pemuka Agama lain juga tidak dalam waktu singkat jika menyampaikan ajarannya.

Kembali ke masalah politisasi Agama, pendapat saya Sila Ketuhanan yang Maha Esa berada pada posisi nomer satu bukan sebagai hiasan, tetapi kita jadikan sebagai pijakan keyakinan yang mendasar untuk semua.
Maka saya berkesimpulan terbuka saja, termasuk dalam masalah memilih pemimpin, pilihlah pemimpin sesuai dengan berbagai keyakinan kita, termasuk keyakinan yang berdasar dari Agama kita.
Indonesia sebagai Negara Demokrasi menempatkan kita semua sebagai warga negara dengan ketentuan Hak pilih yang melekat pada setiap individu.

so pendapat saya adalah Tidak ada politisasi agama, yang ada adalah kecerdasan warga negara yang memilih berdasarkan aspek keyakinan termasuk keyakinan berdasarkan Agama, dan itu boleh dilakukan oleh siapapun, termasuk teman saya yang berbeda keyakinan dengan Agama saya yaitu Islam.

Selamat menikmati demokrasi.

Depan kolam Ikan, 19062018
Agus Nugroho

Iklan

Piala Dunia dan Negara Kecil bermana Islandia, berpenduduk 323rb (saja).

Menarik sekali melihat Piala Dunia di Awal hulan Syawal ini. Diantara negara besar yang menjadi langganan peserta kontestasi Pesta Bola Sedunia ini.
Yang menarik adalah munculnya sebuah negara bernama Islandia yang pada Babak penyisihan menahan Imbang Argentian 1:1, sebuah negara yang menjadi langganan ikut dalam piala dunia dan 2x kali memenangkan piala dunia termasuk di Era hands of God Maradona dan negara asal bocah ajaib bernama Lionel Messi.
Kembali ke Islandia sebuah negara kepulauan kecil diantara Greend Land dan benua Eropa, berada di kawasan Atlantik utara dan Laut Arctic.
Dapat share tentang tdata statistik penduduk Negara ini dari teman, ya penduduknya hanya 332.529 saja, wooww..,
(Saya compare sedikit data nya dari web statistik punya Islandia -https://www.statice.is ternyata jumlah penduduknya 350.710 catatan tahun 2018, dan sy anggap ini data real, kayaknya nggak susah ngitung jumlah penduduk segitu hihi…)
Dari capture data statistik yang saya share diatas adalah 120 lebih atau 1/3 dari total penduduknya berusi produktif 18-35 tahun. Luar biasa bukan?
Dari sisi persepakbolaanya jumlah Fans yang berada di stadion jika sedang berlangsung pertandingan hanya 8721 orang saja, jika dibanding Bobotoh ya jauuuhhh.
Dan yang menarik konon katanya pelatih sepak bolanya saat ini hanya seorang Dokter Gigi.
.
Speachless deh… dengan melihat data diatas saja.
Well sekarang saya hanya ingin membandingkan dengan data kecil yg saya punya saja yaitu Data penduduk Kota Bandung yang dalam data statistik BPS kota Bandung tahun 2016 penduduknya 2,5jt jiwa kurang sedikit.
Artinya jika dibandingkan dengan penduduk negara Islandia tadi Bandung mempunyai penduduk 7,5x lipat nya.
Wooww ini baru membandingkan dengan kota Bandung saja ya, belum dengan kota padat sekelas Jakarta dan Surabaya atau…. ya negara kita yang berpenduduk 265jt jiwa. Yang artinya islandia VS Indonesia adalah 1 : 730 jiwa.

Mencari 11 orang pemain bola.

Bermimpi bolehkan… hari ini jika melihat data diatas dengan segenap potensi yang dimiliki Bangsa ini, rasanya wajar jika kita bermimpi mencari 11 orang (24 lah sama pemain pengganti) yang mahir memainkan si kulit bundar dan mengangkat kehormatan Bangsa di mata Dunia.
Kita memang pernah ikut dalam Piala Dunia, Tim nasional sepak bola Indonesia hanya berpartisipasi sekali dalam Piala Dunia FIFA, yakni pada tahun 1938 di Perancis dengan nama Hindia Belanda, dan tercatat sebagai tim Asia pertama yang berlaga dalam Piala Dunia FIFA. Meskipun saat ini negara ini telah merdeka dari Belanda dan berubah nama menjadi Indonesia, FIFA memutuskan bahwa Indonesia adalah penerus dari tim Hindia Belanda. Hindia Belanda menghadapi Honggaria dalam pertandingan pertamanya, dan kalah 6-0. Uuu so sad…

Kembali mimpi saya, jika kualifikasi seorang pemain dunia dari kacamata saya adalah:
1. Secara fisik tinggi harus standar menyaingi pemain dunia
2. Secara skill harus terstandar sesuai posisinya masing masing,
3. Dan Jam terbang bermain sebagai uji mental nya sudah terpenuhi
Rasanya kita bisa memilih kandidat dari 265jt jiwa penduduk Indonesia dan menempanya menjadi pemain berkelas dan yang mengatur adalah para pejabat diatas.
So terakhir juga mimpi ini pasti berhubungan dengan para pemegang kekuasaan di pemerintahan, presidennya, memporanya, ketum PSSI nya hingga manajemennya berharap bisa mewujudkan mimpi ini. InsyaAllah kita bisa !!!
.
Baydewey ternyata baru ingat juga, Timnas Indonesia Kalah 1-4 dari Islandia di Gelora Bung Karno. 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
Malu dong sama Islandia hehehe…
Hanya sekedar motivasi untuk kita bisa berkaca, Semoga mimpi persepakbolaan Indonesia maju bisa terwujud.
.
Seperti kutipan dari Nasyid Shoutul Harokah berikut;
“Bangkitlah Negeri ku, Harapan itu masih ada, berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang !!!”

Selesai.

Agus Nugroho
Depan kolam ikan,
3 Syawal 1439H / 17 Juni 2018

Offside nya sebuah Stand Up Comedy

Daripada dipendem diotak, mending saya berpendapat juga sehabis baca dan lihat beberapa komentar pro-kontra.

Curcol malem-malem.

Stand Up comedy itu lawakan berkelas, hampir dari semua kalangan atas ada (baca; orang berpendidikan) dengan pelawak banyak berasal dari kampus yang tentu berpendidikan.
Ya bahasa lawakan juga sudah bahasa kampus dengan komunikasi lebih cerdas, istilah keren, kekinian sesuai dengan zaman now.
Saya juga suka, termasuk mungkin anak-anak muda zaman now (walaupun saya ngaku bukan anak muda lagi).

Pelaku seni stand up comedy menjadi figur publik yang harusnya lebih rendah hati, peka dan mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam menyampaikan kritik sosial dalam candanya.

Banyak materi lawakan yang bisa dikemas dalam berbagai canda, namun ketika kemarin lawakan off side alias nyelonong kebablasan dengan materi candaan nyinggung materi Agama tentunya sudah bukan merupakan hal lucu.

Stand up comedy menyandingkan kecerdasan pemilihan materi serta kecerdasan penyampaiannya dalam canda yang lucu.

Jika salah satu hilang, maka kalau boleh dibilang ruh lawakan juga hilang, dengan kata lain jadi garing dan basi.

So cerdas bisa mencari materi lawakan dengan tidak menyinggung Agama adalah keharusan, karena negara kita sangat luhur sekali menempatkan agama sebagai landasan dasar semua hal. Jika tidak, itu berarti bukan candaan ketimuran kita. Itu hanya keren kerenan orang latah yang ingin dianggap lucu namun sebenernya goblok, karena tidak tahu pilihan materi dan tidak tahu etika candaan ketimuran.

The last, Pilihannya keep smart and funny dan terus berkarya or jadi orang goblok yang akan ditinggal lambat laun oleh siapapun.

Peran Pahlawan Muslim dalam Kemerdekaan Indonesia

Dapat dari teman, menarik sekali menyimak perjuangan kemerdekaan yang di lakukan oleh umat Islam Indonesia.

1. Indonesia baru terbentuk pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena kata “Indonesia” menjadi sebuah nation imagination baru tercetus tahun 1921.

2. Ketika para pelajar Hindia Belanda yang sedang sekolah di Amsterdam yang terhimpun dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Pelajar-pelajar Hindia Belanda)

3. yang diketuai Datuk Nasir Pamuncak (19 tahun), Sekretarisnya Ahmad Soebardjo (18 tahun), dan Bendaharanya Mohammad Hatta (16 tahun).

4. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan diskusi-diskusi tentang advokasi terhadap bumi putera di Hindia Belanda. Baca lebih lanjut

What do you think?

what-do-you-think-asian-businessman-write-text-wall-48839751

Hari ini saya mendapatkan keyword baru yaitu “What do you think?”, salah seorang rekan baru dalam FGD dikdas Kemdiknas (DR.Suud Karim) bercerita, ketika dia berkunjung ke salah satu sekolah dasar di Eropa dan berkesempatan masuk kelas, salah seorang siswa dikelas itu bertanya kepada rekan saya tersebut dengan pertanyaan,

“Where do you come from?”

Rekan saya sebenarnya menjawab sederhana, “What do you think?“.

Jawaban sekaligus pertanyaan sederhana tersebut ternyata kemudian mengundang kepenasaran dari anak-anak yang ada dikelas tersebut. Rekan saya berlalu dari kelas tersebut, sementara anak-anak yang ditinggalkan sibuk berdiskusi dengan temannnya tentang dari masa asal rekan saya tersebut.

Mereka berdiskusi, mengeluarkan peta, mencari data dari internet tentang kemungkinan asal negara rekan saya. Ketika rekan saya lewat kembali ke kelas tersebut, anak-anak ramai memanggilnya. Salah satunya kurang lebih mereka berkata,

“DR. Karim, I know where you come from, you are form asia. Indonesia is your country, near of philiphina, thailand and singapore”.

Baca lebih lanjut

Good bye DSLR camera

Goodbye DSLR

Saya dapat kutipan tulisan singkat di whatsapp intinya ttg perubahan teknologi dan bisnis (entah siapa yg nulis), saya coba kutip 2 baris dan saya tambahkan lebih banyak sesuai konteks fotografi dan kamera kekinian…

Nokia
Nokia dulu menyebut Android sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dlm innovator dilemma. Sejarah mencatat, yg kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dlm kesunyian yg perih.
Dalam konteks fotografi, Android menyerang bertubi-tubi dengan berbagai macam kemudahan. Dulu kamera hp dianggap sebagai kamera ecek-ecek dengan resolusi kecil.
Tapi sekarang kamera hp berkelas diatas 50Mpxl pun ada. Belum lagi android menghajar lengkap dengan berbagai kemudahan aplikasi olah digital foto yang sangat memudahkan. Download, install, buka foto, edit dan jreng jreng… dezigh dezigh …. foto luar biasa akan muncul.

Era digital dan wifi a.k.a Wirless fidelity

Dari dulu Motret memang sederhana. Cukup cekrak cekrek, hasil foto masuk di film.
Selanjutnya tahu sendiri, film di cuci, bleaching, dijemur hehehe… baru kering and jadi fotonya.
Hihi soryy kalau lebayy bahasanya.

Dulu kodok…eh Kodak menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mrk akan terus bertahan. Kodak terjebak dalam tempurung…eh terjebak halusinasi dan innovator dilemma yg akut. Akibatnya, ruangan ICU yg pengap menanti raga mrk yg merintih kesakitan.
Era digital menghajarnya membuat terkapar dan KO tak berdaya. File bukan hanya dalam bentuk softcopy digital, lebih dari itu, tranfer data dengan teknologi wifi membuat kemudahan dalam pengambilan gambar dan mentransfernya ke device lain.
Pukulan dilengkapi dengan kemudahan koneksi internet langsung dari kamera. Cekrek – Upload.
Atau Cekrek – edit dan Upload.

DSLR vs Mirrorless vs Kamera HP

DSLR
Bagian ini sebenernya yang ingin saya kupas lebih dalam
Gagah mentereng dengan ukuran gear yang besar. Lensa panjang warna putih membuat gagah ponggawa pembawa nya.
Wlaupun gagah sih gagah… tapi beberapa kali juga saya denger langsung dr teman yang bawa gear seabreg di tas gendong kecetit alias ticengklak atau keseleo punggung gara-gara bawa beban gear kamera yang banyak.
Ngak macho kalau ngak pakai DSLR, itu salah satu alasan dari salah seorang anak disekolah saya.
Mau tidak mau ketajaman hasil kamera ini masih menjadi hal yang menjadi pilihan terlebih kamera dengan teknologi fullframe plus lensa yang memadai sesuai peruntukan. Masih menjadi pilihan.
Kelemahan:
Ukuran besar
Protabilitas lensa yang besar banyak

Kelebihan :
Masih berkuasa di Fullframe
Kekuatan lensa optik

Mirrorless
Kamera ini awal 2015 kemarin mulai banyak digemari, apalagi alasannya kalau bukan karena ukurannya yang simpel, masuk di tas kerja atau saku jaket. Terutama om om dan kakek manula yg nyesek kalau bawa barang yang berat hihi…pis om..kek..
Dukungan Wifi dan NFC serta konektifitas internet membuat kamera ini digilai para remaja hingga dewasa hehehe…. yang keranjingan demam foto Selfie, cekrek upload…cekrek upload. Lensa pendukung mirrorless pun banyak bermunculan.
Aktivitas memotret yang biasa terkesan ala wartawan, ngegendong tas plus ngebidik objek via view finder kini mulai hilang…
Kamera Cukup disakuin di jaket, ngebidik cukup melototin layar kamera and… what you see is what you get…
Masalah hasil pun dilengkapi dengan berbagai mode pemotretan plus software pendukung olah digital. Lensa Wide ga ada? Biaa pakai mode panoramic. Hasil nya, orang kini sulit membedakan mana hasil DSLR atau mirrorless.

Kamera HP
Fungsi utama awalnya sebagai media komunikasi, namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia, pendukung kelengkapan HP menjadi magnet besar untuk terus berinovasi dan meraih pangsa pasar pembelinya.
Ukuran kecil dan simpel membuat HP yg dimiliki oleh setiap orang semakin melengkapi tuntutan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan akan hasil foto instan dan bagus, berbeda dengan DSLR dan mirrorless yang ribet dengan setting kamera, Kamera HP memberikan kemudahan yang serba instant. Toh sekarang orang lebih banyak membaca informasi yang terkandung dalam foto dibanding berbagai teori fotografi beserta settingan teknis.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, bukan tidak mungkin jika para raja DSLR ternama akan dihajar KO terkapar dan bernasib sama dengan Nokia atau Kodak. Tentunya jika mereka tidak mau berinovasi. Hasil nya lambat laun DSLR bisa KO dihajar Mirrorless dan kamera hp.

Bukan ramalan, tapi kita tunggu saja episode perkembangan teknologi. Mungkinkan para raja DSLR Canon dan Nikon bertahan atau lambat laun akan tumbang oleh pesainnya dari Mirrorless semisal Sony, Olympus, Fujifilm. Atau bahkan juga DSLR dan mirrorless akan terkubur oleh makhluk kecil buatan manusia  bernama SMARTPHONE.

So maybe fo the next… we can say Good bye DSLR and welcome to the new era… more simple and easy to carry.

Kelewat membahas, teknologi lensa zoom / range panjang kini diwakili dengan munculnya berbagai versi kamera procumer dengan zooming yang luar biasa hingga 2000mm (setidak ketika tulisan ini saya buat)

*nugros*

sambil nunggu pasien di RS Boromeus Bandung

Foto nyusul* ngetik and upload blog via HP, kasihan nih blog udah bulukan nggak perna diisi hehe…

 

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 467.599 hits

My Photos gallery

Iklan