//
archives

1

This category contains 48 posts

8 PERISAI DIRI DALAM KESEHARIAN

Gunakan sebagai tameng untuk menghadapi zaman yang semakin menarik kita untuk menjauh dariNya. Sebaliknya, mendekatlah kepadaNya, sebab akan sampai pada suatu masa dimana segala apa yang kita kejar didunia ini akan balik bertanya untuk apa engkau memiliku.

1. Perbaiki sholat (segerakan yg wajib, perbanyak yg sunah, kejarla shaft pertama dalam setiap shalat berjamaah yang kamu ikuti).

2. Perbanyak Tilawah 1 Juz / hari (Menyiapkan waktu, bukan menyisakan waktu luang, kejarlah target sebulan sekali untuk Khatam).

3. Rutinkan dzikir pagi dan petang
(Berdzikirlah karena dengan berdzikir hati kita menjadi tenang)

4. Sedekah
(Sebab sebagian dari harta kita ada hak orang lain yang memerlukannya, sebab transaksi langitan ini merupakan wujud keikhlasan kita dalam menyadari tentang apa yang kita miliki)

5. Qiyyamul Lail (Tahajjud),
Bangun dan shalat lah dalam keheningan, memohon ampun dan meminta hanya kepadaNya. “Wahai orang yang berselimut, bangunlah sembahyang tahajud pada waktu malam, selain dari sedikit masa (yang tak dapat tidak untuk berehat). Iaitu separuh dari waktu malam, atau kurangkan sedikit daripada separuh itu. Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya: dan bacalah al-Quran dengan ‘Tartil’ (perlahan-lahan). (Surah Al-Muzzammil, ayat 1-4).
“Shalat tahajjut dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindari penyakit (HR Turmudzi)”

6.Silaturahim,
(Allah SWT menjanjikan kemudahan dan pahala bagi siapa saja yang mampu memperpanjang tali silaturahmi dan memudahkan urusan saudaranya)

7. Fastabiqul khoirat (Berlomba2 dalam kebaikan)
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”

8. Berhusnudzon/berbaik sangka kepada Alloh dengan memahami Asma’ul husna.
Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah Ta’ala yakni meyakini apa yang layak untuk Allah, baik dari nama, sifat dan perbuatanNya. Begitu juga meyakini apa yang terkandung dari pengaruhnya yang besar. Seperti keyakinan bahwa Allah Ta’ala menyayangi para hamba-Nya yang berhak disayangi, memaafkan mereka dikala bertaubat dan kembali, serta menerima dari mereka ketaataan dan ibadahnya.

Iklan

Pendaftaran (test Linking ke Gform)

Pedaftaran

Tentang politisasi Agama

Tergelitik juga saya untuk menulis pendapat saya, tempo lalu saya membaca salah satu status di FB yang menuliskan dengan besar dalam bentuk sticker yaitu “Jangan Politisasi Agama!”

Saya sebenernya sangat ingin bertanya, apa yang dimaksud dengan jangan Politisasi Agama?
– Apakah jika seseorang berkeyakinan tentang sebuah pendapat politik berdasarkan ajaran agamanya itu dianggap sebagai politisasi Agama?
– Apakah jika seseorang mengikuti Agamanya sebagai way of life lalu beristikhoroh (saya tulis penjelasan, Istilhkoroh dalam Islam adalah meminta ketetapan hati dari Allah SWT dalam menentukan pilihan dengan shalat dan berdo’a) lalu menentukan pilihan politiknya disebut sebagai politisasi Agama?
– Apakah jika seorang guru ngaji menyampaikan Siroh (Sejarah) di masjid atau majelis pertemuan tentang bagaimana Islam dulu sebagai sebuah cerminan untuk bisa berbuat baik kedepan itu juga disebut sebagai politisasi Agama?
– Apakah ketika kita menentukan pimpinan berdasarkan keyakinan Agama kita itu disebut sebagai politisasi Agama? Sebab saya yakin, setiap orang akan mempunyai kecenderungan besar memilih berdasarkan keyakinan Agama mereka, disini, dinegara lain dan tempat lain baik mayoritas maupun minoritas sebagai Hak individu yang melekat pasa setiap orang.
Dan saya sangat menghormati setiap pilihan teman saya.

Sedikit melihat sejarah yang saya pelajari ketika SD kelas 5, pada buku sejarah saya masih ingat, bahwasannya penjajah masuk ke Indonesia secara politis mereka masuk dengan 3 misi yaitu Gold, Glory dan Gospel.
– Gold adalah mencari kekayaan ditempat baru baik untuk memenuhi kebutuhan mereka ditempat penjajahan maupun di bawa ke negera asal mereka.
– Glory adalah mencari kekuasaan ditempat jajahan baru, secara logika, manusia disebut berkuasa ketika banyak kekayaannya, luas wilayah kekuasaannya dan juga bisa menanamkan kehendak dari apa yang diinginkan oleh mereka sebagai penjajah.
– Gospel adalah penyebarluasan pengajaran agama Nasrani khusunya Kristen pada daerah luar yang termasuk dalam wilayah kekuasaanya. Dengan melakukan penyebarluasan agama, negara barat meyakini bahwa tujuan dari semuanya merupakan kebenaran yang berasal dari Tuhan.

Dari ketiga diatas jelas bahwa Agama merupakan salah satu yang menjadi tujuan untik disampaikan kepada siapa saja dan dimana saja.

Fase Islam masuk ke Indonesia
Berbeda dengan tulisan saya diatas, saya menangkap Islam disebarkan dengan cara yang berbeda, jika dalam catatan sejarah Islam masuk ke Indonesia dituliskan dilakukan oleh para pedagang dari Gujarat/India, yang saya baca dari beberapa tulisan Islam disebarkan masuk ke Indonesia langsung oleh para ulama atau pemuka Agama yang ditugaskan untuk menyebarkan Islam. Lalu kenapa dituliskan disebarkan oleh para pedagang?
Para Ulama/pemuka Agama Islam yang menyebarkan Islam tentunya harus memenuhi kebutuhan hidup, mereka berdagang, mereka tinggal disuatu daerah untuk menyebarkan Islam menikah dan berakulturasi dengan budaya setempat (sebab keyakinan adalah bukan sesuatu yang instant yang harus diterima oleh siapapun). Saya yakin para pemuka Agama lain juga tidak dalam waktu singkat jika menyampaikan ajarannya.

Kembali ke masalah politisasi Agama, pendapat saya Sila Ketuhanan yang Maha Esa berada pada posisi nomer satu bukan sebagai hiasan, tetapi kita jadikan sebagai pijakan keyakinan yang mendasar untuk semua.
Maka saya berkesimpulan terbuka saja, termasuk dalam masalah memilih pemimpin, pilihlah pemimpin sesuai dengan berbagai keyakinan kita, termasuk keyakinan yang berdasar dari Agama kita.
Indonesia sebagai Negara Demokrasi menempatkan kita semua sebagai warga negara dengan ketentuan Hak pilih yang melekat pada setiap individu.

so pendapat saya adalah Tidak ada politisasi agama, yang ada adalah kecerdasan warga negara yang memilih berdasarkan aspek keyakinan termasuk keyakinan berdasarkan Agama, dan itu boleh dilakukan oleh siapapun, termasuk teman saya yang berbeda keyakinan dengan Agama saya yaitu Islam.

Selamat menikmati demokrasi.

Depan kolam Ikan, 19062018
Agus Nugroho

Piala Dunia dan Negara Kecil bermana Islandia, berpenduduk 323rb (saja).

Menarik sekali melihat Piala Dunia di Awal hulan Syawal ini. Diantara negara besar yang menjadi langganan peserta kontestasi Pesta Bola Sedunia ini.
Yang menarik adalah munculnya sebuah negara bernama Islandia yang pada Babak penyisihan menahan Imbang Argentian 1:1, sebuah negara yang menjadi langganan ikut dalam piala dunia dan 2x kali memenangkan piala dunia termasuk di Era hands of God Maradona dan negara asal bocah ajaib bernama Lionel Messi.
Kembali ke Islandia sebuah negara kepulauan kecil diantara Greend Land dan benua Eropa, berada di kawasan Atlantik utara dan Laut Arctic.
Dapat share tentang tdata statistik penduduk Negara ini dari teman, ya penduduknya hanya 332.529 saja, wooww..,
(Saya compare sedikit data nya dari web statistik punya Islandia -https://www.statice.is ternyata jumlah penduduknya 350.710 catatan tahun 2018, dan sy anggap ini data real, kayaknya nggak susah ngitung jumlah penduduk segitu hihi…)
Dari capture data statistik yang saya share diatas adalah 120 lebih atau 1/3 dari total penduduknya berusi produktif 18-35 tahun. Luar biasa bukan?
Dari sisi persepakbolaanya jumlah Fans yang berada di stadion jika sedang berlangsung pertandingan hanya 8721 orang saja, jika dibanding Bobotoh ya jauuuhhh.
Dan yang menarik konon katanya pelatih sepak bolanya saat ini hanya seorang Dokter Gigi.
.
Speachless deh… dengan melihat data diatas saja.
Well sekarang saya hanya ingin membandingkan dengan data kecil yg saya punya saja yaitu Data penduduk Kota Bandung yang dalam data statistik BPS kota Bandung tahun 2016 penduduknya 2,5jt jiwa kurang sedikit.
Artinya jika dibandingkan dengan penduduk negara Islandia tadi Bandung mempunyai penduduk 7,5x lipat nya.
Wooww ini baru membandingkan dengan kota Bandung saja ya, belum dengan kota padat sekelas Jakarta dan Surabaya atau…. ya negara kita yang berpenduduk 265jt jiwa. Yang artinya islandia VS Indonesia adalah 1 : 730 jiwa.

Mencari 11 orang pemain bola.

Bermimpi bolehkan… hari ini jika melihat data diatas dengan segenap potensi yang dimiliki Bangsa ini, rasanya wajar jika kita bermimpi mencari 11 orang (24 lah sama pemain pengganti) yang mahir memainkan si kulit bundar dan mengangkat kehormatan Bangsa di mata Dunia.
Kita memang pernah ikut dalam Piala Dunia, Tim nasional sepak bola Indonesia hanya berpartisipasi sekali dalam Piala Dunia FIFA, yakni pada tahun 1938 di Perancis dengan nama Hindia Belanda, dan tercatat sebagai tim Asia pertama yang berlaga dalam Piala Dunia FIFA. Meskipun saat ini negara ini telah merdeka dari Belanda dan berubah nama menjadi Indonesia, FIFA memutuskan bahwa Indonesia adalah penerus dari tim Hindia Belanda. Hindia Belanda menghadapi Honggaria dalam pertandingan pertamanya, dan kalah 6-0. Uuu so sad…

Kembali mimpi saya, jika kualifikasi seorang pemain dunia dari kacamata saya adalah:
1. Secara fisik tinggi harus standar menyaingi pemain dunia
2. Secara skill harus terstandar sesuai posisinya masing masing,
3. Dan Jam terbang bermain sebagai uji mental nya sudah terpenuhi
Rasanya kita bisa memilih kandidat dari 265jt jiwa penduduk Indonesia dan menempanya menjadi pemain berkelas dan yang mengatur adalah para pejabat diatas.
So terakhir juga mimpi ini pasti berhubungan dengan para pemegang kekuasaan di pemerintahan, presidennya, memporanya, ketum PSSI nya hingga manajemennya berharap bisa mewujudkan mimpi ini. InsyaAllah kita bisa !!!
.
Baydewey ternyata baru ingat juga, Timnas Indonesia Kalah 1-4 dari Islandia di Gelora Bung Karno. 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
Malu dong sama Islandia hehehe…
Hanya sekedar motivasi untuk kita bisa berkaca, Semoga mimpi persepakbolaan Indonesia maju bisa terwujud.
.
Seperti kutipan dari Nasyid Shoutul Harokah berikut;
“Bangkitlah Negeri ku, Harapan itu masih ada, berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang !!!”

Selesai.

Agus Nugroho
Depan kolam ikan,
3 Syawal 1439H / 17 Juni 2018

Offside nya sebuah Stand Up Comedy

Daripada dipendem diotak, mending saya berpendapat juga sehabis baca dan lihat beberapa komentar pro-kontra.

Curcol malem-malem.

Stand Up comedy itu lawakan berkelas, hampir dari semua kalangan atas ada (baca; orang berpendidikan) dengan pelawak banyak berasal dari kampus yang tentu berpendidikan.
Ya bahasa lawakan juga sudah bahasa kampus dengan komunikasi lebih cerdas, istilah keren, kekinian sesuai dengan zaman now.
Saya juga suka, termasuk mungkin anak-anak muda zaman now (walaupun saya ngaku bukan anak muda lagi).

Pelaku seni stand up comedy menjadi figur publik yang harusnya lebih rendah hati, peka dan mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam menyampaikan kritik sosial dalam candanya.

Banyak materi lawakan yang bisa dikemas dalam berbagai canda, namun ketika kemarin lawakan off side alias nyelonong kebablasan dengan materi candaan nyinggung materi Agama tentunya sudah bukan merupakan hal lucu.

Stand up comedy menyandingkan kecerdasan pemilihan materi serta kecerdasan penyampaiannya dalam canda yang lucu.

Jika salah satu hilang, maka kalau boleh dibilang ruh lawakan juga hilang, dengan kata lain jadi garing dan basi.

So cerdas bisa mencari materi lawakan dengan tidak menyinggung Agama adalah keharusan, karena negara kita sangat luhur sekali menempatkan agama sebagai landasan dasar semua hal. Jika tidak, itu berarti bukan candaan ketimuran kita. Itu hanya keren kerenan orang latah yang ingin dianggap lucu namun sebenernya goblok, karena tidak tahu pilihan materi dan tidak tahu etika candaan ketimuran.

The last, Pilihannya keep smart and funny dan terus berkarya or jadi orang goblok yang akan ditinggal lambat laun oleh siapapun.

Peran Pahlawan Muslim dalam Kemerdekaan Indonesia

Dapat dari teman, menarik sekali menyimak perjuangan kemerdekaan yang di lakukan oleh umat Islam Indonesia.

1. Indonesia baru terbentuk pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena kata “Indonesia” menjadi sebuah nation imagination baru tercetus tahun 1921.

2. Ketika para pelajar Hindia Belanda yang sedang sekolah di Amsterdam yang terhimpun dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Pelajar-pelajar Hindia Belanda)

3. yang diketuai Datuk Nasir Pamuncak (19 tahun), Sekretarisnya Ahmad Soebardjo (18 tahun), dan Bendaharanya Mohammad Hatta (16 tahun).

4. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan diskusi-diskusi tentang advokasi terhadap bumi putera di Hindia Belanda. Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 473.051 hits

My Photos gallery

Iklan