//
archives

Artikel

This category contains 10 posts

Do’a dari Mereka semua

Setiap pembelajaran online saya selalu meminta respon via kolom chat. Di akhir pembelajaran sore tadi, biasanya ada yang memimpin doa. Sore ini beda, saya coba meminta 89 orang yang hadir untuk menuliskan do’a singkat, saya bilang silahkan kalian tuliskan dikolom chat sebuah do’a. Bisa do’a untuk kalian, untuk orangtua, untuk guru, untuk cita-cita kalian, untuk apapun harapan-harapan kebaikan dan kebahagian lainnya…
Hasilnya luar biasa, saya scroll untuk membaca satu persatu do’a itu, semua lengkap do’a ada di situ.

Saking takjub nya, saya hanya membaca dalam hati, namun menyebutkan nama penulis seraya mengucapkan aamiin terhadap doanya agar didengar semua.

Hingga tulisan akhir di kolom chat saya merenung sejenak, 89 kali saya mengucapkan aamiin. Luar biasa doa-doa yang keluar dari hati mereka. Tanpa sadar dengan membaca saya turut berdo’a dan mengaminkan do’a nya berharap para malaikat memantulkan kembali semua do’a mereka kepada saya.

Di akhir ternyata mereka pun melakukan hal yang sama, membaca doa-doa teman-temannya, scrolling hingga akhir. Dan ada yang berkomentar, saya suka sekali membaca doa teman-teman semua dan pembelajaran online ini.
Kembali saya meng- aamiinkan, Semoga semua doa terkabul.

Catatan
Sore 03092021

Belief system

Manusia secara umum lemah Belief system nya.
Apa itu Belief system?
Apa itu belief system ? Belief system adalah “Life Script” atau “Blue Print” atau “Landasan Keyakinan” yang melatar belakangi seseorang bersikap & berperilaku. Jadi semua hal yang anda lakukan pasti berawal dari “Belief System” yang anda punya.



Kita ingin sukses namun kadang kita ragu, takut, gamang, risau dan galau.
Belief System manusia dipengaruhi oleh keseharian kita.

Jika kita terbiasa berpikir positif, menjauhkan alam bawah sadar dari hal yang membuat kita gamang, takut, resah dll, maka Belief system kita juga akan terbentuk. Apakah semua rasa negatif diatas harus hilang 100%?
Jawabannya tidak, fitrahnya kita sebagai manusia mempunyai sifat lemah, semua rasa diatas ada dalam diri kita. Semua rasa diatas juga anugerah dari Allah SWT.
Lho qo malah jadi disebut anugerah? Bukannya diawal semua diatas sebagai titik lemah Belief system manusia?
Betul semua hal adalah titik lemah manusia, namun bagaimana caranya kita mengontrol semua titik lemah Belief system tersebut menjadi energi tenaga lompatan yang berlipat.
Kita takut tidak lulus sebuah test, maka jadikan cerminan untuk semangat belajar, kita takut rugi dalam bisnis, maka jadikan semangat untuk bekerja keras, kita takut berbicara didepan orang, maka jadikan semangat untuk belajar yang diawali dengan silaturahim ringan dengan tersenyum dan menyapa setiap orang.

Belief system juga dibentuk dengan keberserahan diri kita kepada Allah SWT sang pencipta, semakin dekat kita kepada Allah SWT, semakin kuat iman kita, maka semakin kuat Belief system kita.
_Allah hus-samad_
Al ikhlas ayat 2. “Allah tempat meminta segala sesuatu”.


Pernah mendengar kisah Rasulullah dalam suatu peperangan tengah beristirahat dibawah sebuah pohon lalu datang seorang kafir yang menempel pedang kepada Rasulullah SAW.
Dikisahkan, , Rasulullah SAW sangat lelah, sehingga beliau terduduk di bawah sebatang pohon tanpa sebilah senjata pun. Pada saat itu, salah seorang tentara musuh yang sangat ditakuti, tiba-tiba muncul di hadapannya, berdiri berkacak pinggang pada saat beliau terkantuk-kantuk.

Dan dengan suara lantang, seorang yang dikenal bernama Da’tsur itu menghardik beliau dengan mengacungkan sebilah pedangnya, seraya berkata: “Hai Muhammad. Siapa –saat ini– yang dapat menyelamatkanmu dari keganasan pedangku?”

Mendengar gertakan Da’tsur itu, Beliau tersentak sekejap, lalu menatap mata Da’tsur dengan pandangan mata yang sama sekali tak mengesankan ada rasa gentar. Da’tsur pun tergetar melihat pandangan mata beliau yang sejuk dan tak mengesankan ketakutan.

Beliau menjawab gertakan Da’tsur dengan sikap tenang, disertai ucapan lembut: “Karena –sebagai manusia– aku sudah tidak punya daya, tiada lagi yang akan melindungi diriku kecuali Allah?”

Mendengar jawaban Rasulullah SAW itu, Da’tsur serta-merta menggigil dan gentar. Seraya berpikir, seperti apakah kekuatan Allah yang disebut-sebut Muhammad itu sehingga beliau yakin bahwa Allah pasti akan melindunginya? Kebimbangannya itu kian bertambah ketika menyaksikan beliau tetap tabah, sampai akhirnya pedang Da’tsur pun terlepas dari genggamannya, dan jatuh di hadapan beliau.

Pada saat itulah Rasulullah SAW segera mengambil pedang itu, lalu mengacungkannya kepada Da’tsur, seraya berkata: “Nah, kini siapakah yang akan menyelamatkanmu dari pedangku, hai Da’tsur?” Dengan bibir bergetar Da’tsur menjawab: “Hanya engkau Muhammad yang dapat menyelamatkanku. Sungguh, hanya engkau belaka.”

Mendengar jawaban Da’tsur itu, beliau yang sama sekali tidak menyimpan kebencian dan dendam, segera menyerahkan pedang itu kembali pada Da’tsur sebagai pemiliknya. Dan, akhirnya, dia (Da’tsur) pun menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah.

*Hari Jumat, kita bentuk Belief system kita dengan memperbanyak membaca Alquran dan berdo’a.*

_Yuuks baca Surat Al Kahfi._

Agus Nugroho CT.NLP

‌_Bagi yang ingin menyimak sharing tentang berbagai konsep pemberdayaan diri bisa bergabung pada grup berikut ini:_
https://chat.whatsapp.com/ChCLlMj6vg97fTDXs9m2a0

Magnet Rezeki itu ketika kita bersyukur atas rezeki orang lain



Pernah tidak kita dalam suatu waktu melihat keberhasilan seseorang, bisa pangkat masa jabatan atau bisa capaian kekayaan berupa harta benda.
Mungkin yang paling simpel itu contohnya adalah ketika kita melihat orang-orang disekitar kita bisa saudara kita, teman kita atau tetangga kita yang telah berhasil memperoleh sebuah capaian tertentu. Mungkin mereka bahagia bisa membeli sebuah mobil. Ada perasaan manusiawi dalam diri kita ingin memperoleh mobil yang sama tersebut. Ingin memilikinya dan bahagia segaimana mereka.

Dan…. Jawabannya kita bisa memilikinya.

Lalu bagaimana cara termudah bagi kita untuk memperoleh capaian tersebut?
Capaian mereka 2, memiliki mobil dan bahagia.

Ternyata cara pertama untuk memperoleh capaian tersebut itu adalah dengan mengambil rasa bahagia yang mereka miliki dengan bersyukur!

Kok bisa? kan yang dapat rezeki orang lain? kan yang dapat mobil orang lain? Kenapa kita yang harus bersyukur?
Cara termudah bagi kita untuk memperoleh apa yang dimiliki oleh orang lain itu adalah dengan bersyukur. Mengapa? Karena dengan bersyukur kita tengah menerima kehidupan ini sebagai sebuah realitas yang ada. Realitasnya teman kita atau saudara kita telah memperoleh mobil tersebut.

Nah maka dengan menerima kenyataan itu secara otomatis kita menerima kehidupan ini. Karena begitulah hidup ini, semua dipergilirkan oleh Allah semata Allah. Lalu setelah kita menyadari dan menerima hidup itu sendiri selanjutnya adalah kita bersyukur dengan capaian yang mereka peroleh, “Alhamdulillah ya Allah saudaraku temanku tetanggaku memiliki mobil semoga semoga mobil yang mereka miliki bisa bermanfaat untuk keluarganya, membahagiakan keluarganya dan semoga juga bermanfaat juga untuk orang-orang sekitar”
Atau
“Semoga Allah memberikan kebermanfaat kebermanfaatan atas apa yang telah mereka miliki”

Nah dengan membuat statement seperti itu saya bisa yakinkan perasaan kita akan plong

Ketika kita sudah bersyukur pada Allah tentang capaian saudara kita, maka dalam Islam Ketika kita mendoakan orang lain, para malaikat pun akan membalikan memberikan doa yang sama sebagaimana doa yang akan disampaikan oleh kita.

Baik itu salah satu teknik berpikir sebagai magnet untuk menarik rezeki.
Tidak percaya?

Selamat dicoba.

Selamat pagi Selamat berakhir pekan dengan keluarga salam hangat

Positive mind channel

Silahkan bergabung dalam Grup pengembangan diri di WA Positive mind channel:
https://chat.whatsapp.com/ChCLlMj6vg97fTDXs9m2a0

Tips Anger Management


_Motion creat emotion_ , ya bergerak bisa mengubah posisi emosi kita. Emosi bisa senang, marah, bahagia, sedih, galau dan lain sebagainya. Dengan bergerak makan emosi kita akan berubah. Jika kita sedang senang, bibir kita bergerak menjadi senyum dan tawa, lebih jauh kita biasa bertepuk tangan, mangangkat tangan atau bahkan melompat girang.

Lalu bagaimana jika sebaliknya ketika marah.
Siapapun bisa dalam kondisi marah, Islam mengajarkan kita jika marah segeralah untuk bergerak, jika sedang marah sambil berdiri bisa lekas duduk, jika sedang posisi duduk bisa berbaring, jika masih marah juga bisa mengambil air wudhu lalu shalat.

Ada cara lain untuk mengingat sebuah perumpamaan yang bisa kita pakai ketika marah. Tarik nafas…. Lepaskan perlahan, lalu ingat perumpamaan dibawah ini:
1. Tunggu Air panas menjadi dingin.
Ketika orang marah kepada kita, yang harus kita lakukan adalah layaknya memposisikannya seperti segelas air minum yang panas, kita harus membiarkannya terlebih dahulu agar air menjadi dingin. Jika anda tidak sabar dan meminumnya anda akan terluka.
Air itu akan enak ketika dingin, atau setengah dingin/hangat. Jika air masih panas, lebih baik didiamkan dulu. Perlu waktu, tapi itu adalah solusi.


2. Perasaan marah seperti sebuah botol tertutup berisi minuman bersoda yang di guncang keras bolak-balik.

Ada tekanan dari dalam yang ingin kita keluar.
Jika kita terus mengguncangkannya lalu coba kita buka tutupnya, maka air akan keluar keras dan menghabiskan isi dari botol. Mungkin plong tapi kita akan menyesalinya karena minuman akan habis, tumpah dan tidak bisa dinikmati.
Hal yang harus kita lakukan ketika marah adalah mencoba menutup mulut kita. Diam. Cari pengalihan fokus. Atau pergi dari tempat itu adalah cara paling efektif.

Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan konsep sadar diri.
1. Ucapkan oke saya marah, kesal, terus tarik nafas melalui hidung , keluarkan perlahan melalui mulut.
2. Palingkan wajah dari objek yang membuat kita marah atau kesal,
3. Ucapkan kata yang bisa membuat Anda semakin kuat untuk menghilang emosi cari yang paling simpel dengan 1 atau 2 suka kata saja, Misalnya kata “skip”, relaaxx.., tenang…, lewaatt, ucapkan beberapa kali lalu Istighfar berulang.

Nah itu mungkin beberapa tips ketika kita marah atau berhadapan dengan orang yang sedang marah.

Naik level dengan keikhlasan

 “Allah memberi kita ujian melalui situasi yang sulit. Ikhlaslah melangkah di situasi tersebut, maka kita akan melewatinya dengan sangat mudah.”

Berganti topi merah, ke topi biru dan abu bahkan wisuda bertoga dengan suasana megah, mungkin itu pernah kita lalui, untuk berpindah kita harus mengikuti ujian. Naik level namanya.

Jika selama proses naik level seringnya berkeluh kesah, menggerutu, berpikiran negatif, maka sepanjang itu pula dia akan menerima banyak hal negatif, mungkin berhasil melewati tapi dalam posisi yang lelah kepayahan.

Berbeda jika kita ikhlas, berpikir positif dan melalui setiap langkah satu persatu. Setiap kali berhasil melangkah menaiki anak tangga lalu bersyukur, ketika gagal dia mengambil hikmah nya. Evaluasi dan coba lagi.

Ketika diakhir dia berhasil dia bersyukur diberikan kemenangan, tetapi ketika kita gagal dia tetap menjadi orang yang bijak. Itu artinya kita naik level.

Positive vibes

WA Positive mind channel:
https://chat.whatsapp.com/ChCLlMj6vg97fTDXs9m2a0

“Toxic Positivity dan Releasing Tention”

Kebanyakan dari kita memberikan saran-saran yang positif tanpa mengetahui akar permasalahannya atau selalu memberikan saran positif yang terkadang baik untuk kita pribadi tapi belum tentu baik untuk lawan bicara.
Menurut pernyataan Wood et.al (2009) dalam jurnalnya Psychological Science menyatakan bahwa memberikan kata-kata positif ke lawan bicara yang sedang terkena masalah dapat membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan dinilai sebagai sikap meremehkannya.
Lalu bagaimana sebaiknya? Biarkan emosi negatif itu terilis dengan baik. Setelah habis, barulah kita ajak mereka untuk bangkit.
Dalam konsep TRE (yg sudah saya coba dan saya praktikan), Releasing Tention – Melepaskan tekanan/ketegangan akibat sebuah masalah akan menjadi kunci pembuka sebelum menerima input positif yang bisa diberikan oleh orang lain atau diri sendiri.
Self healing akan efektif dirasakan ketika kita menyadari terlebih dahulu tentang apa yang kita alami, lalu melepaskan tekanan.
saya sendiri mempelajari dari berbagai sumber, menemukan ada 5 cara diantara adalah :
Releasing Tention bisa dilakukan dengan 5 cara:

  1. Shaking your body — pernah saya coba dan bagus sekali
  2. Crying – Menangis
  3. shouted – Teriak keras
  4. Laugh – Tertawa lepas
    Dan dalam Islam releasing tention justeru bisa memadukan diantaranya, ketika kita melakukan muhasabah, menyadari kekurangan, kesalahan dan memohon ampun diiringi dengan tangisan dan guncangan tubuh yang keras diserta dengan sikap keberserahan kita kepadaNya maka akan merelease/melepas semua beban yang ada menjadikan tubuh dan terutama pikiran menjadi tenang.

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 506.942 hits

My Photos gallery