//
archives

Comunication

This category contains 9 posts

Perang Hoax di Era Arus media cepat

Hoax sudah menjadi makanan keseharian, mengapa? Karena hoax ada akibat adanya kepentingan suatu pihak. Perang Hoax di Era Arus media cepat sangat memungkinkan terjadi sebagai sebuah sarana perperang opini.

Tahukan anda bahwa Hoax itu:
1. *Dapat dibuat oleh pihak ketiga* yang mempunyai kepentingan khusus, bisa memang untuk memecah belah dan mengambil keuntungan dari kindisi tersebut.

2. *Dapat dibuat oleh lawan politik* strategi ini sengaja sebagai media propaganda untuk memojokan lawan. Logika berita itu jika menguntungkan suatu pihak, maka pihat tersebut akan viral meneruskan broadcast nya kepada siapapun, padahal itu lah yang diinginkan oleh si pembuat. Suatu saat akan memojokan si penyebar info, dan si pembuat mengambil keuntungan dari kejadian tersebut.

3. *Dapat dibuat oleh pihak yang memang bertujuan menyerang.* Sejarah mencata Psi war (Psicologhy War)/perang psikologi/perang urat syaraf/perang isi telah terjadi dari zaman dahulu, ketika perang dunia terjadi, ketika blok barat dan tikur berseteru, ketika Amerika dan Rusia berkonflik, maka berang ini terjadi. Dan tidak jarang pola menyetir isu dilakukan secara masuf dengan menggunakan media masa yang pro.

Perlu diketahui, secara umum sebuah organisasi resmi melembaga pasti tidak mungkin menggunakan cara kotor dengan menyebar berita hoax, tapi bukan tidak mungkin juka person yang membuat dan membentuk satuan atau unit khusus untuk melakukan operasi tersebut. Dan itu bisa siapa saja karena sangat mudah.

Dari uraian diatas kiranya perlu kita berhati-hati untuk menyebarkan berita, sebab bisa jadi berita yang kita sebarkan tidak valid baik sumber maupun kebenarannya.

Dilain pihak ada juga orang yang menghakimi orang lain yang kedapatan menyebarkan hoax, meskipun si penyebar adalah “korban” juga. Sehingga penting kiranya untuk saling mengingatkan. Sebab sasaran si pembuat hoax adalah si penyebar berita dan juga orang yang turut serta “menghakimi” si penyebar berita. Klop jika itu terjadi.

Selamat belajar baraya semua.

Salam,
Kamis nyunda _ Agus Nugroho

Iklan

Ketika kami memunguti tanginsanmu

Peganglah erat nak…
Aku tau kau telah lama ingin bertemu dengan kami
Melihat indahnya dunia ini…

Peganglah erat nak…
Allah telah menakdirkanmu singgah di bumi ini…
Semoga menjadi persinggahan kita untuk menuai amal ketika kembali kepadaNya…

Peganglah erat nak…
Dan pecahkan keheningan ini dengan tangisanmu,
Biarkan berserak menjadi keping kebahagiaan yang akan kami punguti satu persatu…

Peganglah erat nak…
Dan selamat datang didunia ini
Lalu ucapkan Assalamualaikum kepada segenap alam…

**
Bandung, 28 Juni 2018

Peningkatan Kecerdasan Literasi Digital sebagai upaya untuk Menangkal Berita Hoax

Tugas orangtua adalah menyiapkan anak menghadapi zamannya. Kita sebagai orangtua harus menyiapkan diri untuk membimbing anak dalam menghadapi era digital saat ini.

Agus Nugroho S.Pd, MT

Guru Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Cimahi

antihoax

Foto: Sumber Antaranews.com

Era Arus Tsunami Informasi

Perkembangan Teknologi informasi dan media sosial memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan cepat. Media sosial menjadi peranan penting dalam mendistribusikan sebuah informasi. Generasi digital mempunyai karakteristik dimana mereka aktif dalam media sosial seperti facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain. Generasi ini mempunyai sikap yang cenderung lebih terbuka, blak-blakan, serta berfikir lebih kritis dan agresif. Mereka memilih berekspresi bebas di sosial media dan tidak menyukai jika harus diatur atau dikekang. Media komunikasi seperti handphone, tablet dan smart komputer lainnya menjadi teman keseharian mereka, secara fisik mereka akan tampak autis dan menyendiri, namun kenyataannya pikiran mereka tengah berjalan menelusuri sisi kehidupan baru yang disebut dengan dunia maya.

Baca lebih lanjut

Syahwat jempol

 

Pernah pusing karena mendapat share bertubi-tubi digrup atau pun melalui pesan pribadi?
Pernah merasa muak dengan grup karena berisi berita provokatif tidak jelas kemudian _left_ dari grup?
Pernah merasa terganggu dengan postingan yang tidak penting?
Itulah kondisi kita saat ini,
Bisa jadi waktu kita sehari-hari saat ini banyak terbuang karena kurang bisa selektif membaca informasi atau pun terbuang dengan turut menyebar informasi tidak penting.
*Syahwat jempol* adalah keinginan alam bawah sadar dari seseorang untuk melakukan sharing informasi tanpa batas. Orang yang mempunyai *syahwat jempol* berpikir bahwa dia harus menjadi bagian viral penyebar informasi dengan cepat. Dan berpendapat bahwa orang lain belum mendapatkan informasi.
Bahayanya kadang orang *bersyahwat jempol* tidak berpikir dan memahami dulu apa yang akan dia share.
Kadang dia mendapatkan info dari orang lain, baru di baca judulnya lantas klik _forward_ ke beberapa grup. Lucu nya, beberapa grup yang dia share jarang dia buka atau dia baca, yang sebenarnya info yang dia share telah lebih dulu dishare sama orang lain. Pada kondisi inilah terjadi overload informasi, dimana kecenderungan informasi penting pun akan menjadi informasi sampah. JUNK INFORMATION.
Kebiasaan buruk juga sering dilakukan adalah memforward informasi ke grup lain dengan menuliskan *”Informasi ini bener atau nggak ya?”*
Padahal kalau mau meminta konfirmasi adalah ke grup dimana awal dia mendapatkan informasi tersebut, bukan ke grup baru. Ini juga yg biasa disebut syahwat jempol.
Kebiasaan buruk lain dari orang yang bersyahwat jempol adalah dia hanya suka menshare saja, tetapi tidak suka berdiskusi atau menganalisis dari topik yang dia baca, pada posisi inilah bisa terlihat sejauh mana kecerdasan seseorang ataupun kecerdasan kolektif masyarakat kita.
Masyarakat bersyahwat jempol yang menjadi sasaran empuk berita hoax dan menyukainya untuk turut men_share.
Tidak sedikit pula yang terjebak masuk ke ranah hukum hanya karena iseng menulis status atau berkomentar yang tidak penting.*
Maka jadilah orang pintar yang memanfaatkam _tsunami informasi_ untuk kemajuan pribadi maupun umat. Jangan menjadi bagian yang memperkeruh masalah dengan merasa benar sendiri.

Catatan selepas shubuh.
Coretan samping Kolam

 

Selamat datang hari….


menjejaki hari….
mengahdirkan cerita pada setiap jengkal waktunya
cerita berganti dan tak akan sama seperti yang lalu….
ketika diri ini semakin mengenal bagaimana hidup…
mendekati arti bahwa dia semakin dewasa….

4 Hal yang harus disiapkan di Era Globalisasi

worldhands1-289x300

(Image source : penicuiklanguages.edublogs.org)

Sekedar menuliskan pemikiran dulu sebelum lupa, nanti di bahas lebih lanjut tentang 4 Hal yang harus disiapkan di Era Globalisasi.

1. Mempunyai semangat dan motivasi yang tinggi.

Semangat diartikan sebagai kemampuan untuk selalu bergerak didalam alam bawah sadar kita, semetara motivasi adalah latar yang menjadikan semangat itu terus hidup. Seseorang yang selalu mempunyai semangat dalam hidup selalu mencoba untuk terus bergerak, dia merasakan ada sesuatu yang kurang justeru kala dia diam. Dia merasa ada yang salah ketika orang lain bergerak sementara dia diam.

Motivasi adalah hal yang melatar belakangi mengapa semangat itu selalu ada, sebagai contoh, dia ingin kuat dan bersaing dalam hiduup karena dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya yang telah membesarkan dia hingga kini, contoh lain adalah orang terus bersemangat dalam hidup dengan motivasi keyakinan dari Agama yang di dia ikuti. Saya seorang muslim, ketika saya menuangkan motivasi saya kata-kata yang menjadi motto hidup “khairun naas anfauhum linnaas”  yang diambil dari hadist rasul, maka segenap semangat yang saya rasakan untuk menggerakan diri adalah karena saya ingin menjadi orang yang selalu bermanfaat bagi orang lain, bagaimanapun bentuk nya itu.

Nah apakah kita saat ini selalu menjadi orang yang ‘semangat’? apa motivasi yang anda punya saat ini sehingga anda selalu semangat dalam hidup? jika belum maka carilah apa yang menjadi motivasi hidup anda sehingga bisa membuat anda semangat.

2. Meningkatkan kompetensi diri dalam menghadapi persaingan (ulet belajar dan selalu mempunyai sifat keingintahuan yang tinggi).

Point yang kedua ini tentunya bagian dari perjuangan hidup, dimana setelah kita mempunyai semangat dan selalu menjaga motivasi, maka  peningkatan kompetensi diri menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan. Dia selalu ingin belajar dan mengetahui tentang segala sesuatu, bahkan selalu ingin berbeda dari yang lain dalam konteks positif. Hanya orang-orang yang selalu bergerak dan berubah mengikuti perkembangan zaman yang siap menghadapi hidup. Dia tidak merasa nyaman manakala dirinya mempunyai kompetensi sama sepertihalnya kebanyakan orang. Pahami potensi diri kita dan ajak menuju titik puncak dimana kita bisa memaksimalkannya.

Nah pertanyaannya sekarang, apa kelebihan kita? apa potensi  yang bisa dijadikan sebagai tools kita dalam menjalani hidup?

3. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Verbal, non verbal dan Teknologi Informasi.

Komunikasi bagian dari kehidupan saat ini, dia yang diam tidak mau berkomunikasi maka dia tidak akan hidup. Ya tidak akan hidup, sebab sebagian besar ‘bisnis proses’ dari hidup kita di kendalikan (drive by) dengan komunikasi. Kemampuan komunikasi verbal (dengan kata-kata) mempunyai peranan penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Untuk itu, jika pandai berbicara akan lebih baik ketika kita melengkapinya dengan kemampuan berbicara dengan bahasa lain (bahasa asing) baik secara penuh, maupun memadukannya. Sebab orang kerap menyukai bahasa padanan lain dari sebuah pemahaman atau arti kata.

Kemampuan non verbal yaitu kemampuan berkomunikasi dengan tulisan, terlebih saat ini teknologi komunikasi melalui teknologi informasi khususnya internet telah menjadikan hidup kita begitu mudah. The world is on your hand. Teknologi web, Email, chatting, jejaring sosial,  mesin pencari dan sumber daya informasi lainnya yang bisa dengan mudah diakses oleh kita dimana dalam pengaplikasiannya dibutuhkan kemapuan non verbal kita dalam mencari, emmahami dan mencerna setiap kata dan kalimat dari sumber daya informasi tersebut.

4. Mempunyai Filter yang baik dalam menghadapi dampak negatif dari Era Globalisasi (agama).

Saya sangat menyukai sekali bagian yang ke empat ini. Ini adalah benteng terdepan maupun benteng terakhir kita dalam mengahadapi era globalisasi. Namun bukan karena urutan ke empat sehingga point ini tidak penting pagi kita dalam mengahdapi era globalisasi ini, namun saya hanya ingin mengingatkan, bahwa banyak sekali orang yang menjalani hidup dengan motivasi 1 saja, yaitu “ingin hidup”.

Dengan motivasi itu dia tidak lagi mengindahkan lagi bagaimana norma agama dia yakini. Yang seharusnya men-Drive kehidupan dia kearah yang baik. Keinginan instant sehingga terkadang cara instant inilah yang justeru menjerumuskan dia bukan kearah kebaikan, tapi justeru sebaliknya.

Bandung, 30 Oktober 2009

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 489.298 hits

My Photos gallery

Iklan