//
archives

Fotografi

This category contains 45 posts

Good bye DSLR camera

Goodbye DSLR

Saya dapat kutipan tulisan singkat di whatsapp intinya ttg perubahan teknologi dan bisnis (entah siapa yg nulis), saya coba kutip 2 baris dan saya tambahkan lebih banyak sesuai konteks fotografi dan kamera kekinian…

Nokia
Nokia dulu menyebut Android sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dlm innovator dilemma. Sejarah mencatat, yg kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dlm kesunyian yg perih.
Dalam konteks fotografi, Android menyerang bertubi-tubi dengan berbagai macam kemudahan. Dulu kamera hp dianggap sebagai kamera ecek-ecek dengan resolusi kecil.
Tapi sekarang kamera hp berkelas diatas 50Mpxl pun ada. Belum lagi android menghajar lengkap dengan berbagai kemudahan aplikasi olah digital foto yang sangat memudahkan. Download, install, buka foto, edit dan jreng jreng… dezigh dezigh …. foto luar biasa akan muncul.

Era digital dan wifi a.k.a Wirless fidelity

Dari dulu Motret memang sederhana. Cukup cekrak cekrek, hasil foto masuk di film.
Selanjutnya tahu sendiri, film di cuci, bleaching, dijemur hehehe… baru kering and jadi fotonya.
Hihi soryy kalau lebayy bahasanya.

Dulu kodok…eh Kodak menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mrk akan terus bertahan. Kodak terjebak dalam tempurung…eh terjebak halusinasi dan innovator dilemma yg akut. Akibatnya, ruangan ICU yg pengap menanti raga mrk yg merintih kesakitan.
Era digital menghajarnya membuat terkapar dan KO tak berdaya. File bukan hanya dalam bentuk softcopy digital, lebih dari itu, tranfer data dengan teknologi wifi membuat kemudahan dalam pengambilan gambar dan mentransfernya ke device lain.
Pukulan dilengkapi dengan kemudahan koneksi internet langsung dari kamera. Cekrek – Upload.
Atau Cekrek – edit dan Upload.

DSLR vs Mirrorless vs Kamera HP

DSLR
Bagian ini sebenernya yang ingin saya kupas lebih dalam
Gagah mentereng dengan ukuran gear yang besar. Lensa panjang warna putih membuat gagah ponggawa pembawa nya.
Wlaupun gagah sih gagah… tapi beberapa kali juga saya denger langsung dr teman yang bawa gear seabreg di tas gendong kecetit alias ticengklak atau keseleo punggung gara-gara bawa beban gear kamera yang banyak.
Ngak macho kalau ngak pakai DSLR, itu salah satu alasan dari salah seorang anak disekolah saya.
Mau tidak mau ketajaman hasil kamera ini masih menjadi hal yang menjadi pilihan terlebih kamera dengan teknologi fullframe plus lensa yang memadai sesuai peruntukan. Masih menjadi pilihan.
Kelemahan:
Ukuran besar
Protabilitas lensa yang besar banyak

Kelebihan :
Masih berkuasa di Fullframe
Kekuatan lensa optik

Mirrorless
Kamera ini awal 2015 kemarin mulai banyak digemari, apalagi alasannya kalau bukan karena ukurannya yang simpel, masuk di tas kerja atau saku jaket. Terutama om om dan kakek manula yg nyesek kalau bawa barang yang berat hihi…pis om..kek..
Dukungan Wifi dan NFC serta konektifitas internet membuat kamera ini digilai para remaja hingga dewasa hehehe…. yang keranjingan demam foto Selfie, cekrek upload…cekrek upload. Lensa pendukung mirrorless pun banyak bermunculan.
Aktivitas memotret yang biasa terkesan ala wartawan, ngegendong tas plus ngebidik objek via view finder kini mulai hilang…
Kamera Cukup disakuin di jaket, ngebidik cukup melototin layar kamera and… what you see is what you get…
Masalah hasil pun dilengkapi dengan berbagai mode pemotretan plus software pendukung olah digital. Lensa Wide ga ada? Biaa pakai mode panoramic. Hasil nya, orang kini sulit membedakan mana hasil DSLR atau mirrorless.

Kamera HP
Fungsi utama awalnya sebagai media komunikasi, namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia, pendukung kelengkapan HP menjadi magnet besar untuk terus berinovasi dan meraih pangsa pasar pembelinya.
Ukuran kecil dan simpel membuat HP yg dimiliki oleh setiap orang semakin melengkapi tuntutan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan akan hasil foto instan dan bagus, berbeda dengan DSLR dan mirrorless yang ribet dengan setting kamera, Kamera HP memberikan kemudahan yang serba instant. Toh sekarang orang lebih banyak membaca informasi yang terkandung dalam foto dibanding berbagai teori fotografi beserta settingan teknis.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, bukan tidak mungkin jika para raja DSLR ternama akan dihajar KO terkapar dan bernasib sama dengan Nokia atau Kodak. Tentunya jika mereka tidak mau berinovasi. Hasil nya lambat laun DSLR bisa KO dihajar Mirrorless dan kamera hp.

Bukan ramalan, tapi kita tunggu saja episode perkembangan teknologi. Mungkinkan para raja DSLR Canon dan Nikon bertahan atau lambat laun akan tumbang oleh pesainnya dari Mirrorless semisal Sony, Olympus, Fujifilm. Atau bahkan juga DSLR dan mirrorless akan terkubur oleh makhluk kecil buatan manusia  bernama SMARTPHONE.

So maybe fo the next… we can say Good bye DSLR and welcome to the new era… more simple and easy to carry.

Kelewat membahas, teknologi lensa zoom / range panjang kini diwakili dengan munculnya berbagai versi kamera procumer dengan zooming yang luar biasa hingga 2000mm (setidak ketika tulisan ini saya buat)

*nugros*

sambil nunggu pasien di RS Boromeus Bandung

Foto nyusul* ngetik and upload blog via HP, kasihan nih blog udah bulukan nggak perna diisi hehe…

 

Iklan

Mahameru

IMG_2013-B

by Dewa 19

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…Menatap jalan setapak
Bertanya – tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Baca lebih lanjut

Tips menghemat baterai dan Memory card kamera saat mendaki gunung

Apa yang terjadi jika kita melewatkan moment indah dari objek yang kita lihat untuk diabadikan hanya karena kamera kita kehabisan baterai atau memory card yang penuh. Kesal, marah dan nyesel tentunya. Terlebih jika kasus nya bukan lagi menghemat. Tapi ketinggalan memory dan atau baterai kamera… mewek hahaha….. mau bantingin kamera karena kesal tapi sayang juga… akhirnya mangkel di leher sebab banyak moment indah jadi terlewatkan.

g12_586x186

Intinya Rencanakan apa yang akan lakukan, dan lakukan sesuai rencana. Baca juga artikel terdahlu saya Tips menyiapkan kamera untuk pendakian.

Tips Menghemat baterai

  1. Jika kita mempunyai baterai backup lebih, bawa semuanya. Sebab segala sesuatu mungkin saja terjadi dengan konsumsi baterai kamera kita. Pastikan semua baterai telah di charge penuh sebelum berangkat
  2. Hitung berapa lama kita melakukan perjalanan, misalkan 5 hari, jika perkiraan kita memotret full 2 hari dan sisanya dikumentasi perjalanan maka baterai yang diperlukan sekitar 3-4 baterai.

Lebih bagus lagi jika kita bisa melihat di internet bagaimana kemampuan baterai kita dalam menghasilkan potret. Misal dari situs www.dpreview.com akan dapat diketahui type kamera dan baterai yang digunakan menghasilkan berapa foto untuk satu siklus peng charge an.

  1. Gunakan auto power off pada kamera, sehingga kita jika lupa untuk mematikan kamera, kamera akan mati dengan sendirinya.
  2. Hindari penggunaan Live v iew, sebab LV akan membuat kamera mengkonsumsi baterai lebih banyak, kecuali jika memang tdk ada view finder (rata-rata mirrorless)
  3. Simpan baterai dalam posisi yang kedap udara, terlebih jika udara dingin extreem maka daya batera akan cepat menurun.
  4. Jika kita ingin memotret star trail, Slow speed, atau mode bulb maka bisa dipastikan konsumsi baterai akan lebih banyak terpakai.

 

IMG_0928

Baca lebih lanjut

Tips Menyiapkan kamera untuk pendakian

g12_586x186

Mendaki gunung tanpa membawa kamera?? Seperti makan dengan sayur tanpa garam :D, kenangan dimemory kepala kita mungkin suatu saat hilang secara perlahan seiring dengan waktu. Namun jika ada foto, maka kita akan selalu mengenangnya setiap bagian perjalanan yang dilakukan.

cats122

Bagi saya memotret ketika mendaki akan memberikan motivasi tersendiri ketika kita melihat foto-foto kita di kemudian hari. Bukan untuk menjadikan kita sombong dan ujub. Tapi lebih kearah memotivasi, bahwa kita bisa melangkahkan kaki kecil ini menginjakan bagian kecil dari Bumi Allah ini yang disebut sebagai puncak Gunung.

“Tangkap keindahanNya dengan kamera, jangan ambil apapun dan cukup tinggalkan jejak”

Lihat pada edisi sebelumnya waktu ke burangrang disini atau edisi foto nya semeru disini dan Download majalah fotonya disini.

Kembali ke topik utama tentang bagaimana ‘menyiapkan kamera untuk pendakian’. Apa yang menjadi dasar bahwa kita harus mempunyai perencanaan untuk menyiapkan kamera sebelum mendaki. Berikut ini saya tuliskan beberapa alasannya:

Baca lebih lanjut

Menjejakan kaki di Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur

majalah foto

Catatan Foto Trip ke Gunung padang Cianjur bersama Tjiphot’s Fams dan Baladika. Silahkan Download untuk file ukuran kecil disini Gunung Padang Trip 2014 dan untuk file ukuran besar download disini Gunung Padang Trip.

Menjejakan kaki di Gunung Burangrang

cats

Kali ini saya kembali menyajikan majalah Digital ketika Menjejakan kaki di Gunung Burangrang bersama rekan-rekan dari Sahabat Alam Rimba (SAR) Bandung Barat.

Perjalanan perdakian terhitung unik, karena kita mencoba kali ini melakukannya pada malam hari.  Silahkan Donload lengkap majalah nya disini –> Burangrang Trip SAR 2014

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery