//
archives

HiTech

This category contains 14 posts

Good bye DSLR camera

Goodbye DSLR

Saya dapat kutipan tulisan singkat di whatsapp intinya ttg perubahan teknologi dan bisnis (entah siapa yg nulis), saya coba kutip 2 baris dan saya tambahkan lebih banyak sesuai konteks fotografi dan kamera kekinian…

Nokia
Nokia dulu menyebut Android sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dlm innovator dilemma. Sejarah mencatat, yg kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dlm kesunyian yg perih.
Dalam konteks fotografi, Android menyerang bertubi-tubi dengan berbagai macam kemudahan. Dulu kamera hp dianggap sebagai kamera ecek-ecek dengan resolusi kecil.
Tapi sekarang kamera hp berkelas diatas 50Mpxl pun ada. Belum lagi android menghajar lengkap dengan berbagai kemudahan aplikasi olah digital foto yang sangat memudahkan. Download, install, buka foto, edit dan jreng jreng… dezigh dezigh …. foto luar biasa akan muncul.

Era digital dan wifi a.k.a Wirless fidelity

Dari dulu Motret memang sederhana. Cukup cekrak cekrek, hasil foto masuk di film.
Selanjutnya tahu sendiri, film di cuci, bleaching, dijemur hehehe… baru kering and jadi fotonya.
Hihi soryy kalau lebayy bahasanya.

Dulu kodok…eh Kodak menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mrk akan terus bertahan. Kodak terjebak dalam tempurung…eh terjebak halusinasi dan innovator dilemma yg akut. Akibatnya, ruangan ICU yg pengap menanti raga mrk yg merintih kesakitan.
Era digital menghajarnya membuat terkapar dan KO tak berdaya. File bukan hanya dalam bentuk softcopy digital, lebih dari itu, tranfer data dengan teknologi wifi membuat kemudahan dalam pengambilan gambar dan mentransfernya ke device lain.
Pukulan dilengkapi dengan kemudahan koneksi internet langsung dari kamera. Cekrek – Upload.
Atau Cekrek – edit dan Upload.

DSLR vs Mirrorless vs Kamera HP

DSLR
Bagian ini sebenernya yang ingin saya kupas lebih dalam
Gagah mentereng dengan ukuran gear yang besar. Lensa panjang warna putih membuat gagah ponggawa pembawa nya.
Wlaupun gagah sih gagah… tapi beberapa kali juga saya denger langsung dr teman yang bawa gear seabreg di tas gendong kecetit alias ticengklak atau keseleo punggung gara-gara bawa beban gear kamera yang banyak.
Ngak macho kalau ngak pakai DSLR, itu salah satu alasan dari salah seorang anak disekolah saya.
Mau tidak mau ketajaman hasil kamera ini masih menjadi hal yang menjadi pilihan terlebih kamera dengan teknologi fullframe plus lensa yang memadai sesuai peruntukan. Masih menjadi pilihan.
Kelemahan:
Ukuran besar
Protabilitas lensa yang besar banyak

Kelebihan :
Masih berkuasa di Fullframe
Kekuatan lensa optik

Mirrorless
Kamera ini awal 2015 kemarin mulai banyak digemari, apalagi alasannya kalau bukan karena ukurannya yang simpel, masuk di tas kerja atau saku jaket. Terutama om om dan kakek manula yg nyesek kalau bawa barang yang berat hihi…pis om..kek..
Dukungan Wifi dan NFC serta konektifitas internet membuat kamera ini digilai para remaja hingga dewasa hehehe…. yang keranjingan demam foto Selfie, cekrek upload…cekrek upload. Lensa pendukung mirrorless pun banyak bermunculan.
Aktivitas memotret yang biasa terkesan ala wartawan, ngegendong tas plus ngebidik objek via view finder kini mulai hilang…
Kamera Cukup disakuin di jaket, ngebidik cukup melototin layar kamera and… what you see is what you get…
Masalah hasil pun dilengkapi dengan berbagai mode pemotretan plus software pendukung olah digital. Lensa Wide ga ada? Biaa pakai mode panoramic. Hasil nya, orang kini sulit membedakan mana hasil DSLR atau mirrorless.

Kamera HP
Fungsi utama awalnya sebagai media komunikasi, namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia, pendukung kelengkapan HP menjadi magnet besar untuk terus berinovasi dan meraih pangsa pasar pembelinya.
Ukuran kecil dan simpel membuat HP yg dimiliki oleh setiap orang semakin melengkapi tuntutan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan akan hasil foto instan dan bagus, berbeda dengan DSLR dan mirrorless yang ribet dengan setting kamera, Kamera HP memberikan kemudahan yang serba instant. Toh sekarang orang lebih banyak membaca informasi yang terkandung dalam foto dibanding berbagai teori fotografi beserta settingan teknis.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, bukan tidak mungkin jika para raja DSLR ternama akan dihajar KO terkapar dan bernasib sama dengan Nokia atau Kodak. Tentunya jika mereka tidak mau berinovasi. Hasil nya lambat laun DSLR bisa KO dihajar Mirrorless dan kamera hp.

Bukan ramalan, tapi kita tunggu saja episode perkembangan teknologi. Mungkinkan para raja DSLR Canon dan Nikon bertahan atau lambat laun akan tumbang oleh pesainnya dari Mirrorless semisal Sony, Olympus, Fujifilm. Atau bahkan juga DSLR dan mirrorless akan terkubur oleh makhluk kecil buatan manusia  bernama SMARTPHONE.

So maybe fo the next… we can say Good bye DSLR and welcome to the new era… more simple and easy to carry.

Kelewat membahas, teknologi lensa zoom / range panjang kini diwakili dengan munculnya berbagai versi kamera procumer dengan zooming yang luar biasa hingga 2000mm (setidak ketika tulisan ini saya buat)

*nugros*

sambil nunggu pasien di RS Boromeus Bandung

Foto nyusul* ngetik and upload blog via HP, kasihan nih blog udah bulukan nggak perna diisi hehe…

 

Iklan

Bajaj

Ah Indonesia juga harusnya bisa…

Bajaj

Bajaj

Kalau pemerintah punya kebijakan yang bagus, insyaAllah negara kita bukan hanya selalu menjadi pasar bagi produk luar, tapi menjadi negeri yang kuat dengan produk dalam negeri.

7 Tips Aksesoris Ponsel ‘Anti Tilang’

dari detikinet Tips & Tricks

Ilustrasi (Slashphone).
Jakarta – Kepolisian sedang mempertimbangkan aturan tilang bagi pengemudi berponsel. Untuk itu ada baiknya pengguna ponsel mulai beralih ke handsfree (menelepon tanpa menggunakan tangan). Apa saja pilihan aksesoris ponsel untuk handsfree?

Berikut ini tips memilih aksesoris ponsel untuk berbicara tanpa memegang ponsel seperti dikutip detikINET dari ABC, Rabu (2/7/2008):

1. Anda dapat memilih menggunakan headset kabel atau tanpa kabel. Harga headset Bluetooth bervariasi mulai dari sekitar $10 atau sekitar Rp 100 ribu dan yang paling mahal $150 sekitar Rp. 1,5 juta untuk model yang paling bagus seperti Aliph Jawbone atau Plantronik Discovery 925.
2. Jika anda tidak menyukai headset, maka anda dapat menggantinya dengan speaker yang dihubungkan lewat Bluetooth yang ada di telepon. Contohnya, BlueAnt Superbluetooth 3 Handsfree Speakerphone yang bahkan bisa membacakan nama penelepon panggilan masuk dengan membaca buku alamat. Baca lebih lanjut

Menkominfo: Tarif Internet akan Turun 20% – 40%

Detikinet. Surabaya – Pemerintah berjanji dalam waktu dekat akan segera menurunkan tarif internet, setelah sebelumnya pemerintah juga sudah menurunkan tarif seluler.

Rencananya, penurunan tarif ini mencapai 20 hingga 40 persen. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh saat konfrensi pers usai acara dialog publik lintas generasi tentang kebangkitan teknologi informatika dan komunikasi nasional di City of Tomorrow Surabaya, Sabtu (31/5/2008). Baca lebih lanjut

Tips & Trik Tangkal Bahaya Radiasi Ponsel

Sumber :http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/15/time/140155/idnews/894631/idkanal/317

 Radiasi yang timbul karena pemakaian ponsel kerapkali dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan. Bahkan beberapa penelitian menyatakan, radiasi ponsel bisa mengakibatkan penyakit serius semacam kanker atau gangguan otak tertentu. Meskipun ada juga penelitian yang membantah hal tersebut.

Untuk meminimalisir bahaya yang mungkin terjadi karena pengaruh radiasi ponsel, berikut tips jitunya seperti diramu detikINET dari EMF-Health, Jumat (15/2/2008).

  1. Batasi pemakaian ponsel hanya pada panggilan yang penting-penting saja dan bicaralah dengan singkat. Ingatlah bahwa pembicaraan via ponsel yang terlalu lama, apalagi sampai berjam-jam disinyalir mempunyai beberapa dampak buruk terhadap kesehatan. Namun jika Anda memang harus melakukan panggilan yang lama, disarankan untuk memakai handsfree untuk keamanan.
  2. Anak-anak di bawah umur seharusnya hanya diperbolehkan memakai ponsel dalam keadaan darurat saja. Mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan, bahaya radiasi bisa bertambah parah.
  3. Jika memakai ponsel tanpa handsfree, tunggulah sampai panggilan benar-benar terkoneksi sebelum menaruh ponsel di telinga untuk melakukan pembicaraan.
  4. Minimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil. Dalam ruangan seperti ini, ponsel harus bekerja keras menstabilkan koneksi sehingga radiasi meninggi. Selain itu, ada kemungkinan radiasi memantul kembali ke pengguna di ruangan yang didominasi bahan baja.
  5. Minimalisir penggunaan ponsel ketika kekuatan sinyal hanya satu bar atau kurang. Dalam kondisi ini, ponsel juga harus bekerja keras untuk menstabilkan koneksi sehingga radiasi bertambah besar.
  6. Belilah ponsel dengan level SAR (Specific Absorption Rate) yang rendah. Level SAR adalah ukuran kuantitas frekuensi radio yang diserap tubuh manusia. Semakin rendah level-nya, semakin baik untuk meminimalisir radiasi. Anda bisa mendapat informasi mengenai SAR ini di buku panduan atau surfing di internet.

Projek ku Flight Simulator baru 1/ jadi

screenshot_240.jpg

08021116070100.jpg

Aduuh pusing-pusing …………………………

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery