//
archives

HiTech

This category contains 14 posts

Srcreen shot pakai reacTIVision-1.3

marker.jpg

Iseng-iseng ngambil screen shot  pake reacTIVision-1.3

Me, Iwan, Arsenal and Yuri – Batch V STEI Game Tech – ITB

Iklan

Cara Download Video di Youtube

Hehe awalnya cuma bengong bisa lihat video tanpa bisa ngulang2 video yang ada. Nah sekedar bagi-bagi ilmu buat kamu yang suka download video :D, tapi inget jangan download macem2 ok.

Langkah Pertama buka halaman youtube yang menampilkan halaman video yang ingin kamu download. contohnya seperti dibawah ini.

ytb.jpg

Kamu lihat disebelah kiri dari layar ada tampilan mini dari video yang kita inginkan. Klik kanak pada judul videoyang anda inginkan, dan save link location (pada mozilla) atau atau klik kanan dan save link shortcut (pada IE).

Setelah itu anda buka http://www.keepvid.com seperti pada gambar dibawah ini.

scr-kv.jpg

Setelah itu anda paste bagian box pada halaman utama http://www.keepvid.com, dan klik download. kemudian akan ada  tampilan tampilan dibawah box tersebut link download, klik kanan dan Save Link As. dan selesai. anda tinggal menunggu file anda selesai di download, dan dapat dinikmati berulang-ulang.

Selamat mencoba.

Catatan: setiap file yang disave akan mempunyai nama get_video.flv, anda tinggal mengubah namanya sesuai keinginan anda.

90% Rumahan di Korea Terkoneksi Internet

Berita lengkapnya dapat di baca disini saya cuma ngambil di detikinet ^_^

Bagus juga untuk meotivasi para penentu kebijakan di negara kita (kalauuu… mereka melek IT).

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/10/time/184113/idnews/850897/idkanal/328

Sabtu, 10/11/2007 18:41 WIB

90% Rumahan di Korea Terkoneksi Internet

Annisa M. Zakir – detikinet

<!––>
Jakarta – Penetrasi internet di Korea cukup mengesankan. Tercatat, 90% dari perumahan yang tersebar di Korea telah terkoneksi oleh Internet berkecepatan tinggi. Sementara sebesar 30% dari total penduduk Korea sudah merupakan pelanggan layanan high-speed Internet.

Demikian informasi yang dilansir kementrian komunikasi dan informatika seperti dikutip detikINET dari Chosun.com, Sabtu (10/11/2007).

Seoul adalah kota yang paling banyak tersambung internet dengan penetrasi sebesar 35,6%, disusul dengan kota Incheon sebesar 31,8%, propinsi Gyeonggi 31%, 29.9% di Daejeon dan Ulsan, Gwangju sebesar 29.1%, 29% di kota Daegu, dan penetrasi terendah terdapat di Busan sebesar 28.6%.

Para penyedia layanan jasa internet Korea sendiri memprediksikan, kenaikan pelanggan koneksi internet berkecepatan tinggi di perumahan akan berlipat ganda saat layanan real-time televisi internet dan teleponi (VoIP) sudah mapan. ( amz / rou )

GPS Vulnerability

Kelemahan Keamanan Sistim GPS Kelemahan GPS adalah bahwa GPS masih rentan terhadap gangguan. Seperti pada bahasan sebelumnya, GeoEncryption ternyata sampai saat ini masih belum bisa menjamin secara pasti jika data GPS tidak akan di curi atau di samarkan oleh para jammer (Hackers). Gangguan terhadap GPS  dibagi menjadi 2 yaitu gangguan yang disebabkan karena interferensi secara tidak langsung dan gangguan yang disebabkan karena interferensi secara langsung.§         Mekanisme Gangguan tidak langsung dapat diakibatkan :§         Efek ionosfer§         Interferensi dari RF emitter lain§         Langsung memblocking sinyal Mekanisme gangguan langsung dapat berupa :

  • Jamming (yang paling berpotensi)
  • Spoofing
  • Meaconing
  • Shut down (Gangguan langsung yang membuat GPS mati)

 Selain itu ada juga gangguan yang dikibatkan oleh human error. Sebagai contoh manusia bisa saja melakukan kesalahan pada saat melakukan desain:

  • Perangkat GPS
  • Software pendukung GPS
  • Mengoperasikan Perangkat GPS

 Bebagai macam gangguan tersebut dalam keseharian dapat mengganggu pada:

  • Bidang Mitigasi

– Interferensi secara tidak langsung contohnya:Manajemen Spektrum dan legal action yang tidak baik mengakibatkan adanya gangguan dari tranmisi yang dibuat oleh manusia kepada perangkat GPS.– Interferensi secara langsung Contohnya adalah jamming yang dilakukan oleh para jammers. Solusinya adalah dengan membuat array antenna.

  • Bidang Aviation (Penerbangan)

– Interferensi secara tidak langsung contohnyaInterferensi dari Ionosphere. Yang mengakibatkan terganggunya air traffic control.   Interferensi secara langsung Contohnya jamming yang dilakukan para jammer dari balon udara

  • Bidang Maritim (Kelautan)

– Interferensi secara tidak langsung contohnyaInterferensi dari Ionosphere. Yang mengakibatkan terganggunya air traffic control.-Interferensi secara langsung Contohnya Gangguan para jammer yang mengakibatkan terganggunya informasi mengenai letak kapal laut.

  • Pemetaan dipermukan

– Interferensi secara tidak langsung contohnyaGangguan para jammer yang mengakibatkan terganggunya informasi mengenai letak Kereta api pada jalurnya.– Interferensi secara langsung Contohnya Gannguan dari transmisi stasiun lain. Contoh diatas hanya sebagian kecil dari bayaknya gangguan terhadap perangkat GPS. Contoh lain di gambarkan pada tabel dibawah ini yang merupakan hasil penelitian dari DoT (Departement of Transportation) tentang kemungkinan gangguan dan resiko yang diakibatkannya. 

  Interferensi Secara Tidak Langsung

Gangguan interferensi langsung pada GPS dapat terjadi pada bidang maritim (kelautan), penerbangan (aviation) dan penentuan titik dipermukaan (Geo surface). Karakteristik gangguan GPS yang biasa terjadi adalah sinyal yang lemah. GPS dapat kehilangan kontak dengan satelit ketika kekuatan magnitude lebih kuat dari pada sinyal minimum yang diterima GPS, yaitu sebesar 10-16watt, equavalen dengan -160 dB pada permukaan bumu di Line1 (L1). Sebagai tambahan, sebuah receiver mencoba untuk mendapatkan hubungan dengan sinyal GPS membutuhkan  rentang 6 sampai 10 dB, lebih dari margin noise to carrier yang diperlukan pada tracking.

Interferensi Karena Gelombang Frekuaensi Radio

Multipath, GPS receiver tidak hanya menerima sinyal dari satelit tapi bisa saja dari pantulan, dari perangkat lain di daratan dan sebagainya. GPS mengirimkan sinyal pada frekuensi L1 (1575, 42MHz), L2 (1227, 60MHz) yang dipakai untuk koreksi karena ionosfer, L3 (1381, 05MHz), L4 (1841, 40MHz) dan L5 (1176, 45MHz). Sehingga dengan adanya hal ini seseorang bisa dikaburkan datanya dengan cara mengelabui pengiriman frekuensi yang diterima oleh perangkat. Interferensi ini bisa diakibatkan karena RF transmitter menghasilkan sinyal yang tidak diinginkan pada L1 band. Beberapa contoh RF transmitter yang dapat memebrikan interferensi antara lain adalah saluran 23, 66, 67 (VHF), Mobile satelite  service (MSS),Ultra wideband communication (UWB), radar Over the horizon (OTH), dan alat-alat elektronik personal seperti telepon seluler. Sinyal yang kemungkinan pa;ing banyak terkena interferensi adalah L2 karena pada Bandwitdh ini sebenarnya diperuntukan untuk sistim radar.

  Interferensi Lapisan Ionosfer

Lapisan ionosfer yang meliputi bumi pada ketinggian kurang lebih 350 km dapat membelokan sinyal GPS. Fluktuasi Kerapatan elektron dalam skala kecil dapat kembali meluruskan sinyal GPS pada sebuah pola amplitude dan phase variasi yang bergerak melintasi permukaan bumi. Efek ini disebut sebagai scintillation. Group delay yang dihasilkan merupakan faktor penting dalam terjadinya interferensi inosfer pada sinyal GPS.  Hal ini disebabkan group delay pada awalnya, akan berbanding terbalik dengan kuadrat frekuensi. Ini dapat dieliminasi dengan dual frekuensi receiver seperti yang terdapat pada proses yang terjadi di Line 2 atau line 5 sebagi tambahan dari Line 1

 Faktor Manusia pada Penggunaan GPS

Dampak yang disebabkan oleh faktor manusia terhadap sistem, peralatan dan pengguna GPS juga dapat menjadi ancaman terhadap sinyal GPS. Faktor manusia yang dapat menjadi ancaman adalah minimnya pemahaman mengenai keterbatasan dan kelemahan dalam penggunaan sistem navigasi GPS. Sebagian besar kelalailan yang melibatkan waktu pada penggunaan sistem GPS disebabkan oleh faktor manusia.

 Interferensi Secara langsung

 Shutdown

Laporan Rumsfeld secara luas mendeteksi adanya ancaman terhadap infrastruktur teknologi militer luar angkasa Amerika Serikat yang meliputi sistem intelejen, sistem komunikasi dan sistem navigasi satelit GPS. Namun, ancaman seperti ini baru dapat berpengaruh terhadap sistem GPS jika terjadi perusakan terhadap sekian banyak satelit GPS.

Jamming, Spoofing dan Meaconing

Jamming adalah sebuah bentuk interferensi dengan mengurangi energi frekuensi radio dari sumber energi tertentu dengan karakteristik tertentu untuk mencegah receiver menerima sinyal GPS pada suatu area yang ditargetkan. Karakteristik Sinyal GPS berada bebas diangkasa membuat orang bisa dengan mudah untuk membuat tipuan sinyal sejenis. Hanya dengan sebuah sinyal generator maka frekuensi radio dari oscillator dapat dimodifikasi. Bahkan hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah pesawat Hand Phone. Biasanya para jammer jika takut diketahui didarat umumnya akan melakukannya dari atas pesawat udara atau balon udara. http://www.gpsreview.net/gps-jamming/. Spoofing adalah sebuah teknik yang telah lama digunakan untuk mengelabui wilayah jangkauan operasi radar. Pada kasus GPS, tujuan dari teknik ini adalah untuk membuat receiver aktif GPS terkunci pada sebuah sinyal palsu, dan kemudian secara perlahan – lahan dibelokan menuju target yang lain.Meaconing adalah reception, delay dan rebroadcast dari radio navigasi yang bertujuan untuk mengelabui sistem navigasi atau pengguna.   

Interferensi Karena Sabotase

Misalnya karena seseorang yang ingin berbuat jahat dengan tujuan teror, atau bisa dengan cara merusak software, merusak alat, merubah prosedur pemakaian alat atau menggangu proses up link sehingga gagal

Pengantar GPS

Global Positioning System

  Teknologi Global Positioning System (GPS) sebenarnya telah familiar di masyarakat. Kita sering mendengar bagaimana sistim ini sangat membantu dalam melakukan tracking atau penjejakan posisi suatu benda. ” Dengan menggunakan teknologi  global  navigation satellite systems (GNSS), anda dapat menunjukkan dengan tepat di mana pun lokasi anda di atas bumi dengan tingkat ketelitian kurang dari lima belas meter. Sekarang ini, satu-satunya sistim layanan yang tersedia bagi kalayak ramai adalah American Global Positioning System, yang telah difungsikan sejak pertengahan tahun 1994.”, kiranya begitu bunyi sebuah tulisan dalam sebuah majalah telekomunikasi.Sejarah dari teknologi navigasi satelit dimulai dari zaman perlombaan ruang angkasa. Dengan adanya peluncuran Sputnik I pada tahun 1957, orang – orang Russia harus kembali mempelajari Efek Doppler: Untuk memelihara kontak radio dengan sebuah obyek yang bergerak, kita harus terus menerus mengubah frekuensi gelombangnya. Stasiun pengawasan akan mencari dalam suatu wilayah frekuensi tertentu sampai ia dapat memperoleh hubungan dengan sinyal dari Sputnik. Dengan menghitung perubahan frequency, stasiun pengawasan dapat menentukan kecepatan Sputnik relatif terhadapnya. Dengan begitu, stasiun pengawas dapat menentukan posisi Sputnik dalam orbit (garis edar). Bahkan mereka secara cepat memilih suatu frekuensi yang dapat didengar pada radio transistor yang normal.

Global Positioning System

Sejak tahun 1994, GPS difungsikan secara penuh dengan ke 24 satelit yang ada pada orbit. Amerika Serikat telah berencana untuk mencapai tahap ini pada akhir tahun 1980 an tetapi dikarenakan adanya beberapa keterlambatan – di antara nya bencana Challenger Space Shuttle pada tahun 1986, batas waktu tersebut tidak dapat dipenuhi.

 2.1    Konfigurasi Ilmuwan mengembangkan suatu konfigurasi untuk sistim GPS yang dapat menjangkau secara global dengan menggunakan sedikitnya 21 satelit pada medium earth orbit (MEO).

  • 21 satelit yang aktif dan 3 satelit cadangan
  • Enam bidang orbit. Ketinggian: 20,200 km. Period: 11 jam 58 menit. Kemiringan: 530
  • Empat satelit per pesawat
  • Lima stasiun pengawasan

 Pada awalnya, peneliti berpendapat bahwa sebuah konfigurasi garis edar bumi geostationary (GEO) berada pada 36,000 km. Namun hal ini dibantah karena pendapat tersebut berarti satelit-satelit akan memerlukan pemancar yang lebih kuat dan sarana peluncuran yang lebih tangguh. Selain itu, GEO akan memberikan jangkauan daerah kutub yang lemah. Bahkan konfigurasi test pendahuluan menunjukan bahwa pesawat – pesawat peluncur berada pada kemiringan 630. 24 satelit-satelit GPS yang baru berada pada konfigurasi Block II, dan telah diluncurkan antara tahun 1989 dan 1994. Konfigurasi ini menunjukan bahwa enam pesawat berada pada kemiringan 550. Berada pada posisi garis bujur yang sama yaitu pada 600 garis bujur, kemiringan ini memberikan jangkauan global terbaik, termasuk daerah kutub. Satelit-satelit bahkan dibagi menjadi empat generasi: II, IIA, IIR dan IIF. Perbedaan-perbedaan yang utama ada pada ketelitian dan jumlah maksimum hari tanpa kontak dari stasiun pemantauan dan kendali.  

Stasiun pengawasan mengirimkan data yang baru dan telah diperbaiki kepada masing-masing satelit setiap empat jam. Data ini mencakup koreksi terhadap waktu dan posisi yang tepat dari satelit tersebut dan satelit-satelit GPS lainnya yang berada di dalam orbit. Data terbaru mengenai posisi satelit dapat ditentukan dengan melakukan pengukuran GPS terhadap ground antenna di lokasi yang telah diketahui. Stasiun pengawasan ditempatkan di dekat garis katulistiwa untuk mengurangi efek ionospheric.

2.2    Konsep GPSHubungan mendasar antara satelit dan receiver digambarkan dalam lima langkah-langkah di bawah ini : 1.      Receiver menerima sinyal dari satelit GPS. 2.      Hal tersebut menentukan perbedaan antara waktu yang ada dengan waktu yang disampaikan melalui frekuensi yang ada. 3.      Sinyal yang dikirimkan juga menghitung jarak satelit dari receiver, dengan memperhitungkan bahwa sinyal tersebut dikirim dengan kecepatan cahaya. 4.      Receiver menerima sinyal dari dua satelit yang lain, dan kembali menghitung jarak dari mereka. 5.      Dengan mengetahui jarak nya dari tiga lokasi yang berbeda, receiver mentrianggulir (triangulation) posisi nya.

2.3    Positioning

2.3.1   Ideal

Pada Gambar 5a kita dapat melihat bahwa dengan menghitung jarak d0 terhadap satelit A, receiver dapat menempatkan diri sendiri pada suatu permukaan dengan radius d0 dari A. Kita kemudian dapat menentukan radius d1 dari satelit B. Kedua  permukaan tersebut harus menyentuh atau beririsan jika pengukuran yang dilakukan berhasil. Jika permukaan itu hanya bersentuhan saja, walaupun tidak mungkin, kita telah dapat menentukan posisi kita. Namun jika permukaan – permukaan itu beririsan, maka kita pasti berada di suatu tempat di sebuah lingkaran di mana setiap titik dari lingkaran itu adalah d0 dari A dan d1 dari B, seperti yang ditunjukkan pada dalam gambar 5b. Yang terakhir, Gambar 5c menunjukkan kepada kita bagaimana pengukuran ketiga akan memposisikan receiver sejauh d2 dari C satelit. Hal ini mempersempit kemungkinan posisi kita pada lingkaran hingga satu kemungkinan posisi (jika lingkaran dan permukaan bersentuhan) atau dua kemungkinan posisi (jika mereka beririsan). Salah satu dari kedua posisi ini dapat diabaikan karena lokasi atau kecepatannya hampir mustahil. Sebagai contoh, posisi tersebut dapat menempatkan kita pada satu ketinggian di atas satelit.  2.3.2   Inaccuracy Karena GPS sepenuhnya bersandar pada pemilihan waktu yang benar untuk membuat sebuah pengukuran yang sukses, receiver dan satelit kedua – duanya harus mengetahui waktu dengan tepat. Jika satelit dilengkapi dengan empat jam atom yang dibaharui setiap empat jam, receiver hanya mempunyai sebuah jam yang sederhana, tidak lebih baik daripada sebuah jam digital yang murah. Untuk menjelaskan hal ini, kita akan menyederhanakan kasusnya kepada dua dimensi. Satu triangulasi ideal hanya akan membutuhkan dua satelit (dengan asumsi kita masih dapat mengabaikan satu lokasi). Namun karena kita sedang menggunakan jam yang tidak akurat, kita memerlukan satu pengukuran tambahan. Situasi yang ideal dengan tiga pengukuran ditunjukkan pada Gambar 6. Pada kenyataannya, ketiga lingkaran-lingkaran ini sama sekali tidak menyatu secara sempurna. Receiver tidak dapat menyimpan waktu se-tepat satelit, sehingga kita sendiri yang harus membuat lingkaran-lingkaran tersebut menyatu. Kita dapat melakukan hal ini, karena kita mengetahui bahwa lingkaran-lingkaran memang seharusnya menyatu. Jika lingkaran-lingkaran tersebut terlalu besar, maka kita lakukan penyesuaian terhadap jam kita dengan menggerakkannya maju pada suatu waktu sehingga lingkaran-lingkaran itu cukup kecil untuk beririsan pada satu titik. Jika lingkaran-lingkaran itu terlalu kecil, kita gerakkan jam kita mundur. Pada intinya, jam receiver tidak perlu mengetahui waktu yang tepat tetapi hanya cukup menentukan waktu-tempuh relatif dari tiap sinyal satelit terhadap satu sama lain. Karena dia hanya mengambil sinyal 63 sampai 70 ribu detik untuk menjangkau receiver, masih ada kemungkinan bahwa jam kehilangan ketelitiannya selama pengukuran, yang mengakibatkan empat permukaan masih tidak menyatu dengan baik. Ini berarti bahwa tidak ada suatu posisi yang tepat di mana receiver tersebut berada. Bahkan hal ini merupakan suatu area tertentu, yang disebut pseudo area. Dalam beberapa kasus, mungkin hanya satu permukaan yang tidak menyatu. Receiver dilengkapi dengan sebuah algoritma untuk menentukan suatu tebakan ilmiah pada pseudo area.

 

2.4    Broadcast

Sekarang marilah kita perhatikan penyiaran yang sebenarnya. Kita telah mengetahui bahwa frekuensi bukanlah sesuatu yang penting, frekuensi hanyalah sarana yang digunakan untuk membawa sinyal. Sinyal inilah yang berisi semua informasi penting untuk mengoptimalkan fungsi sistim GPS. Sebenarnya terdapat dua frekwensi yang disiarkan. Keduanya berada dalam jangkauan gelombang mikro (yaitu di atas 1,000 MHz), dan dikenali oleh notasi L.Orang–orang yang mengembangkan teknologi ini memutuskan untuk menggunakan jam atom rubidium untuk menentukan frekwensi. Jam tersebut memiliki suatu nominal frekuensi f0 dari 10.23 MHz yang digunakan secara internal oleh satelit sebagai frekuensi dasar, dan dapat dengan mudah dikalikan untuk menjangkau cakupan gelombang mikro. Frekuensi yang pertama, L1 adalah 1575.42 MHz, yang berasal dari frekuensi dasar f0. Frekuensi tersebut membawa sinyal untuk receiver sipil dan militer. 154 · f0 =157542 MHzFrekuensi yang kedua, L2 adalah 1227.6 MHz, dan hanya digunakan oleh militer.120 · f0 =12276 MHzDi dalam satelit, suatu sinyal data diciptakan dan berisi Navigation Message. Pesan ini berisi semua informasi yang diperlukan oleh receiver, sinyal tersebut diatur pada 50 bits per detik (50 Hz). Satelit ini juga harus mampu mengidentifikasi dirinya sendiri pada frekuensi tersebut. Untuk itu, kode Pseudo Random Noise, atau PRN-code diciptakan. Sinyal ini sepertinya murni sebuah noise walaupun sebenarnya dia adalah n barisan dari bits yang diulangi setelah bits ke n. Masing-masing satelit dibebani salah satu dari 32 PRN-codes yang unik. Ada dua macam yang berbeda dari PRN-codes: yang pertama disebut coarse acquisition code, atau C/A code, yang digunakan untuk receiver sipil, dan yang lain disebut the  precise  code, atau P-code untuk receiver militer. Panjang C/A-code adalah 10n-1 bits, di mana n adalah banyaknya unsur-unsur pergeseran digital yang dimiliki oleh sebuah alat. Pada satelit GPS ini adalah 10, sehingga panjang kodenya adalah 1023 bit. Setelah itu, kode tersebut dikirim pada tingkat 1.023 megabits per detik, artinya adalah sepersepuluh dari frekuensi dasar. Pada frekuensi ini, diperlukan tepat 1 ms untuk mengirimkan 1023 bit kode C/A. P-code dikirim tepat pada frekuensi dasar f0. Karena frekuensinya 10 kali lebih tinggi, maka datanya pun 10 kali lebih akurat. P-codes tidak terlalu dikenal oleh khalayak umum, oleh karena itu tidak digunakan oleh publik. Dengan mempertimbangan keamanan, P-code tidak pendek seperti C/A codes. Proses tersebut terus diulangi tepat setiap tujuh hari, oleh karena itu pada kenyataannya mustahil untuk melacak kecuali jika kita mengetahui apa yang sedang dicari. Terakhir, PRN-code tersebut dikombinasikan dengan Navigation Message oleh modulo-2 adder, kemudian digabungkan dengan frekuensi, yang kemudian akan dikirim kepada receiver      

Meskipun kita telah membahas sinkronisasi jam secara benar, kita belum membahas perbedaan antara bagaimana waktu dijaga oleh satelit dan bagaimana waktu dijaga di muka bumi ini. Sistim GPS tidak mempertimbangkan lompatan detik, walaupun hal tersebut menjadi persyaratan. Oleh karena itu, Navigation Message menunjukan kepada receiver bagaimana caranya membaharui jam nya untuk mengoreksi koordinat waktu universal ( Coordinated Universal Time, UTC). 7 Bit yang berikutnya berisi data subframe yang umum. Hal ini terdiri ID Subframe (banyaknya subframe, 1 sampai 5), sebuah re- served  alert  flag  dan  the  Anti-Spoofing  flag. Alert flag memberitahukan kepada receiver bahwa satelit kemungkinan memberikan pengukuran yang tidak akurat. 

Anti-Spoofing adalah suatu mode khusus pada sistim GPS, di mana P-code dapat  digantikan oleh sebuah  Y-code telah di enskipsi. Hal ini hanya mempengaruhi P-code  pada receiver militer, untuk jika kita ingin memfungsikannya secara penuh diperlukan suatu cryptographic khusus  sebagai kuncinya.Sebelum receiver dapat menyimpan data, receiver harus memeriksa kembali bahwa dia benar-benar membaca header, dan bukan beberapa rangkaian dari bit-bit yang sering terjadi dan menyerupai nya. Receiver melakukan hal ini dengan membuat parity lain, dan memeriksanya dengan 6 bit terakhir dari HOW. Jika ini tidak sesuai maka receiver akan melacak kembali untuk mencari preamble yang berikutnya, dan diikuti oleh sisa dari TLM, dan seterusnya.Masing-masing subframe memiliki header yang terpisah sebagai alasan utama agar receiver dapat masuk ke dalam suatu siaran, dan tidak harus menunggu sampai 30 detik sampai siklus berikutnya.
 

GeoEncryption

Penggunaan GPS Dalam Mengamankan Data

 Secara umum, banyak pihak telah menggunakan cryptography selama ribuan tahun untuk menyamarkan pesan-pesan dan dokumen lain sehingga hanya penerima yang diharapkan yang dapat membaca dokumen – dokumen tersebut. Julius Caesar, sebagai contohnya, dia diberitakan telah menggunakan suatu desain enskripsi penggantian atau cipher untuk menukar pesan-pesan dengan para panglimanya. Masing-masing huruf pada pesan yang asli diganti dengan huruf lain yang diperoleh dengan menggeser huruf tersebut sejauh jumlah yang telah ditetapkan dari huruf – huruf yang berikutnya pada deret abjad. Maka, huruf ‘a’ akan digantikan oleh, mislanya huruf ‘c’ ; ‘b’ akan menjadi ‘d’; dan seterusnya. Kode-kode dari penggantian cipher yang sederhana dapat dengan mudah dipecahkan dengan mencatat frekwensi dari huruf – huruf pada pesan-pesan yang disandikan. Di dalam bahasa Inggris contohnya, huruf ‘e’ paling sering muncul – 56 kali lebih sering dibandingkan dengan huruf q, huruf yang kurang banyak digunakan. Sealin itu, huruf – huruf dalam bahasa Inggris lebih banyak yang dimulai dengan huruf ‘s’ dibandingkan dengan huruf lain. Oleh karena itu, dari tahun ke tahun, cryptologists selalu berusaha untuk menemukan desain enkripsi yang lebih kompleks dan canggih untuk menjamin tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi informasi yang disandikan. 

Di dalam makalah ini, akan diulas suatu desain enkripsi yang inovatif yang mengintegrasikan posisi dan waktu ke dalam proses-proses enkripsi dan dekripsi. Pendekatan geo-encryption yang berdasarkan pada algoritma-algoritma dan protokol-protokol cryptographic yang dapat menyediakan lapisan tambahan keamanan di luar lapisan keamanan yang sudah tersedia dari cryptography konvensional. Hal ini membuat data dapat dienkripsi untuk satu atau lebih lokasi atau area yang spesifik seperti misalnya area kampus. Batasan-batasan pada waktu dan lokasi juga dapat diperkuat.

Geo-encryption dapat digunakan pada aplikasi mobile atau fixed dan mendukung sharing data serta pendistribusian kebijakan secara lebih luas, seperti menyediakan keamanan berbasis lokasi (Security based Location) untuk distribusi film digital dan analisa forensik jika terjadi pembajakan. Bagi para pengguna GPS dalam bidang militer, makalah ini juga menggambarkan bagaimana masing – masing waypoints dapat dienkripsi dengan unik agar dapat diakses hanya ketika penerima secara fisik berada pada parameter-parameter rute, baik dalam terminologi lokasi maupun waktu.  

Pada sebuah perusahaan teknologi terbesar di mana diterapkan kebijakan untuk membuat password agar terdiri dari minimal delapan karakter, digabungkan dengan karakter lain, dan memasukkan di dalamnya angka-angka, Program L0phtCrack ternyata dapat memecahkan 18 persen dari seluruh password hanya dalam 10 menit. Sembilan puluh persen dari password dapat dipecahkan hanya dalam 48 jam oleh sebuah komputer Pentium II/300. Password administrator dan Domain Admin  dapat dipecahkan” (@stake Web site advertising their LC4 password audit and recovery product). 

Keamanan jaringan dan komputer termasuk katagori yang sulit untuk dipecahkan sebab jika ingin mnyerangnya harus mengetahui unsur-unsur cryptographic dimana algoritma nya terlalu kuat. Sebagai gantinya, para penyerang mengandalkan myriad techniques, yaitu teknik yang memanfaatkan fitur sistem operasi, mereka mencoba menyerang protokol-protokol, memanfaatkan akses orang dalam, mengeksploitasi kelemahan-kelemahan manusia, atau memperoleh informasi melalui sosial engineering.

 Geo-Encryption

 Geo-encryption dibangun dari sebuah algoritma dan protokol cryptographic yang sudah ada, sehingga memberikan suatu lapisan tambahan keamanan di luar dari yang telah diberikan oleh cryptography konvensional. Hal ini membuat data dapat dienkripsi untuk suatu area yang spesifik atau wilayah pancar yang lebih luas dan menyediakan batasan-batasan pada waktu serta lokasi. Geo-encryption dapat digunakan pada aplikasi mobile dan fixed dan memungkinkan sharing data serta distribusi kebijakan. Geo-encryption menyediakan proteksi penuh terhadap usaha-usaha untuk membypass fitur lokasi. Selain itu, Geo-encryption dapat juga menyediakan perlindungan kuat terhadap lokasi spoofing.  Terminologi enkripsi berbasis lokasi atau geo-encryption digunakan di dalam makalah ini untuk mengacu pada setiap metoda enkripsi di mana informasi yang dienkripsi, dalam hal ini disebut dengan ciphertext, dapat didekripsi hanya pada suatu lokasi tertentu. Jika seseorang mencoba untuk mendekripsi data pada lokasi yang lain, maka akan menyebabkan proses dekripsi gagal dan tidak menghasilkan informasi yang jelas dari plaintext yang asli. Alat yang digunakan untuk proses dekripsi menentukan letak lokasinya adalah dengan menggunakan sejenis sensor lokasi seperti GPS receiver atau satelit lain atau sistim positioning frekuensi radio. 

Enkripsi berbasis lokasi dapat digunakan untuk memastikan bahwa data tidak dapat didekripsi di luar fasilitas tertentu, misalnya markas besar dari alah satu agen pemerintahan atau wilayah perkantoran atau kantor/rumah milik perorangan. Sebagai salah satu alternatif, enkripsi tersebut dapat saja digunakan untuk membatasi akses pada suatu wilayah geographis yang lebih luas. Batasan – batasan waktu dan ruang dapat ditempatkan di lokasi dekripsi. 

 Algoritma-algoritma Enkripsi Secara umum, algoritma enkripsi atau ciphers dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu: algoritma symmetric dan algoritma tidak simetris.  algoritma symmetric menggunakan kunci yang sama (yaitu kode digital tertentu atau pola bit yang digunakan dengan algoritma) untuk encrypting (penguncian) plaintext dan decrypting (yaitu pembukaan kunci) ciphertext.

Banyak sekali algoritma symmetric yang sangat cepat, digunakan secara luas, termasuk Data Encryption Standard (DES) dan Triple-DES dan Advanced Encryption Standard (AES) yang baru-baru saja diluncurkan. Menjaga kerahasiaan kunci adalah hal yang utama untuk memelihara keamanan. Oleh karena itu, muncul sebuah pertanyaan yang penting: Bagaimana caranya agar kunci-kunci tersebut dishare dengan aman?  Algoritma tidak simetris terbilang baru karena dekripsi yang pertama diterbitkan pada tahun 1976. Algoritma ini dikenal juga sebagai algoritma public-key, algoritma ini memiliki kunci-kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi seperti ditunjukkan pada Gambar 10. Dalam hal ini, Key_E dapat digunakan untuk meng-enkripsi plaintext tetapi bukan untuk men-dekripsi ciphertext. Kunci yang lain, Key_D, yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi dekripsi tersebut. Pada prinsipnya, untuk menyampaikan plaintext dengan aman, penerima yang dituju dapat membuat sepasang kunci (Key_E, Key_D) dan mengirimkan Key_E, public-key, kepada pengirim untuk membuka channel (saluran). Hal ini akan memungkinkan pengirim atau siapapun untuk meng-enkripsi plaintext untuk pengiriman kepada penerima yang menggunakan Key_D, private-key, untuk men-dekripsi ciphertext. RSA, yang diberinama menurut penciptanya Rivest, Shamir, dan Adleman, adalah kemungkinan algoritma paling tidak simetris yang paling populer yang digunakan saat ini. Keamanan nya didasarkan pada kesukaran dari pemfaktoran bilangan prima yang besar. Salah satu kelemahan yang utama  dari algoritma tidak simetris adalah kecepatan komputasionalnya dalam order magnitude yang sejenis (~1,000) lebih lambat dibandingkan dengan algoritma symmetric pada tingkatannya. Masalah ini yang mengarah kepada apa yang disebut dengan notion of hybrid algorithms, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 11. Dalam hal ini, suatu kunci yang acak, biasa disebut dengan sebagai  session key, digenerate oleh pengirim dan dikirim kepada penerima dengan menggunakan suatu algoritma tidak simetris. Session key ini kemudian digunakan oleh kedua belah pihak untuk berkomunikasi secara lebih aman dengan menggunakan algoritma symmetric yang lebih cepat. Pendekatan hybrid telah diaplikasikan secara luas, khususnya pada pengunaan Internet di mana pendekatan tersebut membentuk landasan untuk mengamankan browser (sebagai contoh, SSL, Secure Socket Layer ) dan mengamankan e-mail.

Geo-Encryption Algorithm

 Pada prinsipnya, orang dengan teknik kriptografi dapat menyisipikan tentang spesifikasi lokasi dan waktu pada file chippertext dengan membuat alat yang dapat mendekrip file hanya ketika pengguna itu di dalam batasan-batasan lokasi dan waktu yang ditetapkan. Namun, pendekatan ini berpotensi menimbulkan permasalahan: File yang dihasilkan menunjukan lokasi secara fisik dari penerima yang dituju. Pihak militer sangat memikirkan hal semacam ini, setidaknya untuk mereka sendiri. Selain itu, algoritma GeoEnkripsi dapat menyediakan informasi penting kepada seseorang yang akan melakukan spoofing.  Alat itu telah diketahui sangat berbahaya jika digunakan untuk menyerang, dan mungkin saja untuk memodifikasi nya dengan sepenuhnya membypass pengecekan lokasi. Alat yang dimodifikasi akan mendecrypt semua data yang diterima tanpa memperoleh lokasinya dan membuktikan bahwa benar. Sebagai alternatif, penyerang akan mencoba mencari tahu tentang kunci-kunci tadi dan mencoba membuat suatu alat yang dapat mendekripsi yang dimodifikasi tanpa melakukan pengecekan lokasi. Dengan itu alat yang telah dimodifikasi bisa digunakan di mana pun dengan lokasi yang tidak bisa ditentukan.  Seperti kemungkinan yang lain, orang bisa menggunakan lokasi diri sendiri sebagai kunci cryptographic dengan menggunakan algoritma enkripsi yang kuat contohnya dengan AES. Sehingga diharapkan pada lokasi tersebut ada entropi yang cukup untuk menjaga keamanan. Meskipun jika penyerang tidak mengetahui lokasi dengan tepat, tetapi ada informasi yang cukup tersedia untuk bisa memungkinkan melakukan penyerangan. Sebagai contoh, jika sebuah lokasi adalah disamarkan sebagai suatu garis bujur dan garis lintang dengan perbandingan skala pada peta sebesar 1 cm per kotak dan penyerang dapat membatasi garis lintang dan garis bujur sampai dengan satu kilometer. Dengan ini akan ada sekita 100,000 kemungkinan titik untuk masing-masing garis lintang dan garis bujur, atau sekitar 10 milyar set kunci (key) yang masih memungkinkan dengan mudah untuk di cobanya satu persatu. Algoritma geo-encryption dari GeoCodex dihasilkan dari adanya algoritma keamanan protokol. Seperti yang ditunjukkan di dalam Gambar 12, pendekatan yang dilakukan adalah dengan cara memodifikasi algoritma hibryd sebelumnya membahas sebuah “GeoLock.”

Pada proses enkripsi yang sebenarnya, nilai GeoLock dihitung berdasarkan posisi yang diharapkan yaitu paket nilai Position, velocity dan Time (PVT). Nilai GeoLock kemudian adalah dihitung setiap bit dengan fungsi exlusive or atau operasi logika (XOR). Dengan session key (yaitu., Key_S) untuk membentuk suatu session key GeoLocked. Hasil itu kemudian nilai enkripsi dengan menggunakan algoritma yang assymetric yang disampaikan kepada penerima, masalah tersebut dapat dilihat dalam algoritma hybrid .  Jika dilihat dari sisi dekripsi si penerima, GeoLocks dihitung dengan mengunakan receiver GPS spoof resistant. Penerima menggunakan PVT sebagi input ke dalam fungsi pemetaan PVT-to-GeoLock. Jika nilai-nilai PVT itu benar, maka nilai resultan GeoLock dihitung dengan fungsi logika XOR dengan GeoLocked key untuk mendapatkan session key yang benar (Key_S).  Suatu fungsi pemetaan PVT-to-GeoLock yang lebih lengkap bisa sebenarnya mempunyai delapan masukan: §         posisi (timur, utara, atas) §         velocity (timur, utara, atas) §         waktu §         parameter-parameter sistem koordinat.

Antispoof Receivers

 Kebanyakan perangkat receiver GPS yang digunakan oleh non militer dapat dengan mudah di serang (spoofing) dengan cara mengelabui posisinya: hanya dengan mengaitkan salah satu dari sinyal simulator utama yang tersedia, dan  penerima akan melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai PVT. Inilah yang menyebabkan mengapa receiver militer, yang merupakan versi enkripsi dari P-code. Kecuali jika para spoofers mempunyai akses kepada kunci-kunci (Key cryptographic) yang benar dan mengetahui bagaimana caranya menghasilkan Y-code dari P-code, mereka tidak bisa melakukan spoofing pada receiver militer. Mereka hanya bisa mampu menghalanginya saja.  Perangkat yang diergunakan oleh sipil akan sulit untuk diserang (Contohnya dengan spoofing) bergantung pada spesifikasi kekuatan alat. Jika mereka dapat membeli perangkat dengan spesifikasi yang baik dan harga yang mahal maka spoofing bisa dihindari. Untuk mengetahui perangkat baik atau tidak maka dapat dilihat dengan cara:

  • Membandingkan kehandalan jamming-to-noise (J/N) meter untuk memeriksa di rata-rata tenaga normal maksimumnya.
  • Membandingkan carrier-to-noise-densas monitor (C/N0) untuk konsistensi atau sesuatu yang tak diduga dimana C/N0 memberi J/N.
  • Monitor perbedaan fase antara unsur-unsur antena (semua isyarat seharusnya tidak datang dari arah yang sama).
  • Lakukan pengecekan yang lebih detai untuk mengetahui sinyal yang lemah.

 Sebagian besar pada  ilmu pelayaran juga melakukan pemeriksaan dengan cara:

  • Bandingkan “watch time” dengan “signal time” (kebanyakan generator-generator isyarat tidak bisa mensinkronkan dengan waktu GPS).
  • Melakukan pengecekan yang berkesinambungan tentang lokasi dan waktu.
  • Konsistens memeriksa sensor-sensor pada perangkat pelayaran lain.
  • Memeriksa kejadian error yang mempunyai skala besar.
  • Menggunakan perangkat Receiver-autonomous integrity monitoring (RAIM)-

 Enkripsi Relai

 Geo-encryption yang terurut dapat digunakan untuk memaksa data dan/atau kunci-kunci untuk mengikuti suatu alur geografis yang spesifik sebelum mereka dapat di decrypted. Strategi ini dicapai dengan menerapkan double Geo-Locks di simpul/node awal sebelum melakukan pengiriman dengan menggunakan suatu prosedur. Ketika masing-masing memerlukan simpul/node untuk dilintasi, maka satu lapisan dari GeoLocking akan dipindahkan, begitulah teknik ini bisa memastikan alur yang diinginkan.  Enkripsi relai boleh jadi bermanfaat bagi daerah yang mempunyai pusat distribusi khusus. Sebagai contoh, dalam siaran televisi, Stasiun TV berfungsi sebagi produsen dalam menyiapkan program-program yang akan ditayangkan pada suatu area. Sebut saja jika tayangan tersebut harus disebarkan oleh sebuah distributor yang mempunyai jaringan TV kabel dan satelit. Stasiun TV mempunyai key tersendiri yang dierikan oleh distributor agar dapat menyiarkan program-program siarannya yaitu GeoLock yang akan di dekrip menjadi ciphertext regional. Aplikasi-Aplikasi Untuk menunjukkan bagaimana geo-encryption dapat diterapkan pada permasalahan yang real ada dua contoh: distribusi bioskop digital dan GPS sistem penentu posisi global) penerima waypoint geo-encryption. Distribusi Film Digital“Dewasa ini, studio-studio film mengeluarkan di atas $1 milyar setiap tahunnya untuk memperbanyak film, mendistribusikan, mencetak ulang, dan menyalurkannya langsung, dan pada akhirnya menghabiskan ribuan film dan tentunya uang yang banyak agar film dapat dilihat langsung dibelahan bumi lain.” Manajemen perusahaan konsultan yaitu Booz Allen Hamilton melaporkan di Digital Cinema Report. Meski satellite-communications (SatCom) menyediakan suatu alternatif pendistribusian film digital yang hemat biaya dan efisien, faktor pembajakan adalah masalah utama yang sangat diperhatikan. Pada kenyataannya SatCom merupakan sambungan yang mudah untuk di interupsi (Baca di bajak).  Jasa Satelit Langsung dengan sistim penyiaran satellite-to-home adalah suatu contoh bisnis yang berhasil. Sekitar tiga juta para pemakai telah merasakan keamanan privacy dengan berlangganan kartu pintar yang bersifat cloned yang berfungsi sebagai kartu pengaman untuk mencega pembajakan.  Dari contoh diatas terlihat bahwa dunia industri film telah menunjukan tentang pentingnya proses area coding dalam suatu daerah dalam rangka melakukan distribusi dan kepentingan forensik jika terjadi suatu permasalahan pembajakan. 

Aplikasi distribusi media film ini sangat efektif dibandingkan dengan melakukan distribusi secara fisik. File film yang telah di enkripsi dapat disebarluaskan dengan mudah dan menghemat waktu, biaya dan tenaga. Orang dapat menyaksikan film lebih cepat dari pada menunggu bentuk copy dari film terdistribusi.

 Yang dibutuhkan oleh penyedia jasa pemutaran film adalah tinggal membeli lisensi untuk menayangkannya dan meneripa key dalam bentuk GeoLocked sebagai access dalam distribusi film point to multipoint.

Waypoint GeoLocking

 Untuk melakukan navigasi dengan GPS, para pemakai pada umumnya mengikuti suatu rute yang disebut dengan waypoints. Secara sederhana waypoint tidak lain lain adalah suatu posisi, namun dalam aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan navigasi udara, waypoint juga berisi informasi tentang perkiraan kecepatan dan  informasi tentang waktu transit. Di dalam aplikasi-aplikasi militer, kecepatan dan waktu transit dipakai sebagai acuan menentukan lokasi untuk dilakukan serangan-serangan yang terkoordinir. Dimana unsur ketepatan serta perhitungan waktu sangat menentukan, berbeda  koordinat dan waktu sedikit saja maka akibatnya akan fatal. Dalam waypoint/regional didapat informasi juga yang berkenaan dengan

  • parameter-parameter Radio penghubung yaitu frekuensi parameter IFF   (identification-friend-or-foe  )
  • parameter- parameter  dari Senjata
  • Crypto berbagai variabel

 Secara singkat bagi penggunaan GPS oleh militer, waypoints dan rute-rute yang dihubungkan adalah sebagian dari data yang paling sensitif yang harus disimpan dan di amankan. Geo-encryption dapat menyediakan satu lapisan tambahan dari keamanan dengan akses pembatasan ke dalam data waypoint atas dasar lokasi, waktu, dan percepatan.

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 477.854 hits

My Photos gallery

Iklan