//
archives

Kiat Bisnis

This category contains 13 posts

Pre-order Palestine T-shirt

Bagi teman shahabat yang mau memesan kaos peduli Palestine bisa diklik disini: Kaos Edisi Khusus Palestine

Iklan

Moment pada setiap waktu

Ramadhan bagi setiap muslim merupakan bulan kita dalam ‘menuai’ pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Setiap orang pada saat ramadhan khususnya umat Islam akan menjalankan ritme yang sama. Simak saja beberapa hal yang penting kita Catat:
– Makanan dan Jajanan khas ramadhan
– Baju khas ramadhan/ baju muslim
– Siklus makan masyarakat
– Kebiasaan berbelanja pakaian baru
– Kebutuhan yang terkait dengan ibadah
– Kebiasaan mengucapkan selamat (menggunakan simbol barang/parcel, sms, kartu dll)
– dll (mungkin jika masih ada)

Semua hal tersebut diatas hanya akan ada pada saat ramadhan. Bagi para pebisnis meneliti setiap peluang yang muncul pada moment-moment tertentu merupakan program yang rutin dilaksanakan. Bahkan jauh jauh hari telah dipersiapkan berbagai program dalam menghadapi moment tersebut.
Tulisan ini hanyalah contoh saja bahwa setiap waktu mempunyai keunikan tersendiri yang bisa kita amati, tidak peduli apapun produk kita.
Lalu jika kita telah mengetahui apa saja keunikan dari sebuah moment waktu maka tinggal berfikir bagaimana berlomba-lomba mendapatkan keuntungan pada moment tersebut. Buatlah strategi yang unik. Selamat mencoba.

Kepekaan

Bisnis memerlukan ilmu sebagai modal bagi kita untuk melangkah, bisnis memerlukan teman sebagai partner dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman, dan bisnis memerlukan pengalaman.
Memerlukan Ilmu
Setiap orang mempunyai potensi alami dalam berbisnis. Dari kecil kita telah menjadi pelaku bisnis. Kita jajan makanan dari penjual keliling, kita sering membeli kebutuhan sehari-hari diwarung, dan kita sedang terlibat dalam bisnis, dan posisi kita sebagi konsumen.
Sekarang kita tengah mencoba membalikan posisi, kita tengah belajar merancang sebuah cara berbisnis yang nyaman dan mudah mendapatkan untung. Baca lebih lanjut

Download Buku Tips Memulai Bisnis Untuk Pemula

Hanya sekedar belajar membukukan tulisan singkat tentang berbagai pengalaman bisnis saya dan pelajaran dari kisah lain, GRATIS alias tanpa harus bayar apapun. Bagi teman-teman yang ingin bukunya silahkan tuliskan alamat emailnya (cukup tuliskan aja pada comment pesan ini). InsyaAllah saya kirimkan.

wuihhh tercatatn hingga 12 Feb 2009 kurang lebih ada 250 lebih request Buku ini, baik melalui comment dibawah maupun dengan mengirim email kepada saya…

Karena tmebludaknya permintaan buku ini, silahkan download sendiri ya, jangan lupa tinggalkan jejak di halaman ini. Jika ada kritik dan saran silahkan.

Bagi yang ingin mendownloadnya silahkan klik halaman Download.

Jalan-jalan (seri Kiat bisnis)

 

agus.jpg

Tidak semua ilmu yang nada peroleh cukup dengan membaca, bertanya, melakukan praktek langsung tau sekedar surfing di internet. Adakalanya anda harus merasakan langsung bagaimana sebuah proses bisnis terjadi dimana anda berperan juatru sebagai objek bisnis dari orang lain.

Sebagai contoh waktu itu teman saya bercerita bahwa dia baru beberapa bulan membuka sebuah mini resto pada sebuah foodcourt yang menjual makanan dan jajanan. Dengan jumlah pekerja sebanyak 4 orang (2 orang juru masak dan 2 orang pramusaji) bisnis dia berlangsung. Sebenarnya dengan 4 orang SDM untuk kapasitas bisnis makanan yang baru mulai cukup dibilang berani. Kenapa tidak? Dia harus mengeluarkan uang untuk menggaji keempat karyawannya setiap bulan, sementara bisnisnya hingga beberapa bulan tersebuat belum memperlihatkan kemajuan.

Ada sesuatu gereget tersendiri bagi teman saya itu, ketika memperhatikan kinerja para karyawannya. Maklumlah para pekerja tersebut direkrut atas dasar saudara serta tetangga sekitar rumahnya. Dia mencatat beberapa hal mengenai para pekerjanya tersebut.

  1. Tidak memperhatikan pekerjaan secara detail.
  2. Kurang memperhatikan kerapihan tata letak barang diatas meja saji costumer.
  3. Berbicara sembarangan dan sering terlihat berbincang yang tidak penting dengan sesama temannya.
  4. Tabel manner penyajian serta bersikap dingin terhadap costumer.
  5. Berpakaian tidak rapih serta tampilan rambut yang mengesankan kurang sopan untuk dilihat.
  6. Kurang gesit dalam merespon masalah yang terjadi dengan costumer.

 

Dari enam catatan tentang para pekerjanya tersebut kemudian teman saya tersebut mencoba menyusun sebuah strategi untuk mengatasinya. Dan idenya adalah dia mencoba mengajak semua pekerjanya untuk libur bekerja selama sehari serta mengajak mereka berjalan-jalan ke beberapa foodcourt yang berada di mall. Sebelum berangkat hanya satu pesan teman saya tersebut kepada para pekerjanya, pelajari apa yang kamu lihat dan kamu rasakan.

Setelah berkunjung ke beberapa foodcourt yang berada di mall maka teman saya tersebut menanyakan kepada para pekerjanya mengenai:

  1. Bagaimana pelayanan para pekerja masing-masing foodcourt?
  2. Bagaimana mereka bersikap dalam berbicara dan bertingkah laku?
  3. Bagaimana mereka berpakaian dan berpenampilan?
  4. Bagaimana kenyamanan tempat yang dikunjungi mereka?

Ini adalah jawaban masing-masing item pertanyaan yang di jawab para pekerjanya secara umum disimpulkan.

  1. Mereka menyimpulkan tentang kepuasan pelayanan ketika berkunjung ke masing-masing foodcourt.
  2. Para pelayan di masing-masing foodcourt bersikap ramah serta sopan kepada setiap contumer yang datang.
  3. Mereka berpenampilan rapih dan bersih.
  4. Tempat yang mereka kunjungi sangat nyaman karena kerapihan dan kebersihannya. Para pekerja sangat tanggap dalam membersihkan meja yang sudah tidak terpakai.

 

Dari cerita yang saya uraikan diatas ternyata sangat penting bagi kita untuk memberikan pelajaran yang bukan saja membuat mereka mengerjakan karena perintah, tetapi merasakan bahwa pelayanan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam memanjakan costumer.

Sebulan setelah ‘pelajaran’ tersebut, perubahan drastis terlihat pada stand foodcourt milik teman saya tersebut. Ramai dikunjungi costumer karena service yang bagus.

Belajar dari Soichiro Honda

Belajar dari kesuksesan sesorang bisa jadi merupakan pembuka jalan sukses bagi anda. Hikmahnya kita bisa melihat proses bagaimana jatuh bangunnya sebuah usaha yang dirintis, bagaimana sebuah kegagalan dapat terjadi, bagaimana faktor motivasi dari owner untuk tetap ‘survive’  dan terus melanjutkan usahanya.

Tulisan ini adalah postingan dari teman saya Andri (thanks dri’) di milist batchV_itb. semoga bermanfaat.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih,karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu . Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam.

Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?

Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota , karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel,memprakteka n pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.

Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota .

Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.

Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.

“Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya.

Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

5 Resep keberhasilan Honda :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.

2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.

3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.

4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.

5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

src: http://blog. myquran.org/ wirausaha/ archives/ 44

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery