//
archives

Kiat Bisnis

This category contains 15 posts

Jalan-jalan (seri Kiat bisnis)

 

agus.jpg

Tidak semua ilmu yang nada peroleh cukup dengan membaca, bertanya, melakukan praktek langsung tau sekedar surfing di internet. Adakalanya anda harus merasakan langsung bagaimana sebuah proses bisnis terjadi dimana anda berperan juatru sebagai objek bisnis dari orang lain.

Sebagai contoh waktu itu teman saya bercerita bahwa dia baru beberapa bulan membuka sebuah mini resto pada sebuah foodcourt yang menjual makanan dan jajanan. Dengan jumlah pekerja sebanyak 4 orang (2 orang juru masak dan 2 orang pramusaji) bisnis dia berlangsung. Sebenarnya dengan 4 orang SDM untuk kapasitas bisnis makanan yang baru mulai cukup dibilang berani. Kenapa tidak? Dia harus mengeluarkan uang untuk menggaji keempat karyawannya setiap bulan, sementara bisnisnya hingga beberapa bulan tersebuat belum memperlihatkan kemajuan.

Ada sesuatu gereget tersendiri bagi teman saya itu, ketika memperhatikan kinerja para karyawannya. Maklumlah para pekerja tersebut direkrut atas dasar saudara serta tetangga sekitar rumahnya. Dia mencatat beberapa hal mengenai para pekerjanya tersebut.

  1. Tidak memperhatikan pekerjaan secara detail.
  2. Kurang memperhatikan kerapihan tata letak barang diatas meja saji costumer.
  3. Berbicara sembarangan dan sering terlihat berbincang yang tidak penting dengan sesama temannya.
  4. Tabel manner penyajian serta bersikap dingin terhadap costumer.
  5. Berpakaian tidak rapih serta tampilan rambut yang mengesankan kurang sopan untuk dilihat.
  6. Kurang gesit dalam merespon masalah yang terjadi dengan costumer.

 

Dari enam catatan tentang para pekerjanya tersebut kemudian teman saya tersebut mencoba menyusun sebuah strategi untuk mengatasinya. Dan idenya adalah dia mencoba mengajak semua pekerjanya untuk libur bekerja selama sehari serta mengajak mereka berjalan-jalan ke beberapa foodcourt yang berada di mall. Sebelum berangkat hanya satu pesan teman saya tersebut kepada para pekerjanya, pelajari apa yang kamu lihat dan kamu rasakan.

Setelah berkunjung ke beberapa foodcourt yang berada di mall maka teman saya tersebut menanyakan kepada para pekerjanya mengenai:

  1. Bagaimana pelayanan para pekerja masing-masing foodcourt?
  2. Bagaimana mereka bersikap dalam berbicara dan bertingkah laku?
  3. Bagaimana mereka berpakaian dan berpenampilan?
  4. Bagaimana kenyamanan tempat yang dikunjungi mereka?

Ini adalah jawaban masing-masing item pertanyaan yang di jawab para pekerjanya secara umum disimpulkan.

  1. Mereka menyimpulkan tentang kepuasan pelayanan ketika berkunjung ke masing-masing foodcourt.
  2. Para pelayan di masing-masing foodcourt bersikap ramah serta sopan kepada setiap contumer yang datang.
  3. Mereka berpenampilan rapih dan bersih.
  4. Tempat yang mereka kunjungi sangat nyaman karena kerapihan dan kebersihannya. Para pekerja sangat tanggap dalam membersihkan meja yang sudah tidak terpakai.

 

Dari cerita yang saya uraikan diatas ternyata sangat penting bagi kita untuk memberikan pelajaran yang bukan saja membuat mereka mengerjakan karena perintah, tetapi merasakan bahwa pelayanan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam memanjakan costumer.

Sebulan setelah ‘pelajaran’ tersebut, perubahan drastis terlihat pada stand foodcourt milik teman saya tersebut. Ramai dikunjungi costumer karena service yang bagus.

Belajar dari Soichiro Honda

Belajar dari kesuksesan sesorang bisa jadi merupakan pembuka jalan sukses bagi anda. Hikmahnya kita bisa melihat proses bagaimana jatuh bangunnya sebuah usaha yang dirintis, bagaimana sebuah kegagalan dapat terjadi, bagaimana faktor motivasi dari owner untuk tetap ‘survive’  dan terus melanjutkan usahanya.

Tulisan ini adalah postingan dari teman saya Andri (thanks dri’) di milist batchV_itb. semoga bermanfaat.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih,karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu . Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam.

Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?

Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota , karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel,memprakteka n pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.

Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota .

Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.

Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.

“Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya.

Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

5 Resep keberhasilan Honda :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.

2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.

3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.

4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.

5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

src: http://blog. myquran.org/ wirausaha/ archives/ 44

Dari mana Ide Bisnis muncul?

Banyak sekali hal yang mendasari sebuah ide bisnis muncul. Seperti yang kita ketahui Bisnis memang memerlukan kejelian dalam memulai, menjalankan dan merawat serta mengembangkannya. Berikut ini dua contoh dari bagaimana sebuah ide bisnis bisa muncul.
Costumer Habbits
Kebiasaan pelanggan. Dua kata diatas menggambarkan bagaimana perilaku orang yang terkadang kita memandang sebelah mata. Sebagai contoh untuk memperjelas makna kata diatas, Orang biasa terbiasa berbelanja di daerah yang nyaman, mudah dijangkau, murah dan cepat pelayanannya.
Ada beberapa kios mini penjual pulsa yang ditempatkan tepat dipinggir jalan. Ini dimaksudkan agar costumer bisa dengan mudah untuk membeli pulsa tanpa harus memarkir kendaraan bermotor. Kita bisa membeli dengan tetap duduk diatas sadal sepeda motor atau cukup menurunkan kaca jendela mobil kita. Jika anda ingin lebih menspesifikan bagaimana costumer habbits alangkah lebih baiknya bila anda mencoba menganalisisnya berdasarkan produk yang akan anda jual. Barang apa yang akan anda jual?, dimana letak tempat anda akan menjual produk?, berapa harga yang masuk (pasaran) untuk daerah tempat anda menjual, bagaimana anda menangani pesaing anda? Dan lain sebagainya. (Gunakan metode Taswir; Lihat tulisan saya yang lain pada Blogs ini ).
Costumer Satisfaction
Tiga hal utama yang perlu anda perhatikan Price, Service and Comfortable, Ide ini sebenarnya merupakan ide umum yang mungkin sudah anda ketahui.

Price. Harga menempati urutan pertama, sebab dengan harga yang tepat dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada costumer. Costumer anda dapat datang dari tempat yang jauh hanya untuk mengejar harga yang sebenarnya hanya mempunyai selisih beberapa ratus rupiah. Survey psa tentang harga sangat dibutuhkan sehingga anda tidak menjual harga yang terlalu mahal dibanding tempat lain. Upayakan minimal sama.
 

Service. Costumer suka akan pelayanan yang baik, usahakan anda atau pekerja anda ramah dan murah senyum terhadap pelanggan, menyapa costumer dengan lembut (tidak kaku, terkadang saya rasakan beberapa pelayan di mall yang berniat baik menyapa tapa malahan kaku). Kecepatan anda dalam merespon keluhan juga merupakan salah satu faktor pendukung kepuasan costumer. Ingat costumer hanya ingin masalah dia cepat selesai, untuk itu jangan anda anggap remeh.

Comfortable. Costumer senang datang ketempat anda jika dua faktor diatas telah terpenuhi, juga ditunjang oleh kenyamanan tempat bisnis anda. Tempat yang bersih dan rapih akan membuat nyaman costumer. Bisa jadi harga produk anda lebih mahal beberapa rupiah dari tempat lain. Tapi jika anda memberikan kenyamanan bisa jadi costumer akan lebih nyaman datang ke tempat anda.
Ok, Selamat berbisnis. Salam.

Cerdik dalam Berbisnis

Siapa cepat dia dapat. Kita sering melihat pebisnis yang kolaps dalam menjalakan usahanya. Tapi tahu tidak bahwa orang yang cerdik dalam berbisnis adalah orang yang pandai melihat, mengambil dan meraih peluang bisnis yang ada bagaimanapun kondisinya.

6 Tips Analisis Awal

Oleh: Agus Nugroho

Bagi anda yang merasa bingung ketika akan memulai bisnis yang baru. Terkadang kita merasa bingung bagaimana akan memulainya. Kita takut akan membuat langkah karena bisa jadi belum bisa berfikir tenang menghadapi kondisi. Ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab sebagai bahan nailisi kita. Berikut ini ada 6 tips bagaimana melakukan analisis awal ketika memulai bisnis.
Berikut ini ada beberapa tips tentang bagaimana melakukan analisis sebelum berbisnis:
1. Fikirkan tentang prospek bisnis yang akan jalani.
(a) Hitung peluang pasar (seberapa besar orang mebutuhkan produk anda) dan (b) jumlah pesaing yang ada dipasaran (berapa banyak penjual yang telah ada yang menjual produk yang sama).
2. Seberapa luas skup wilayah bisnis anda.
Apakah lokal (hanya didaerah rumah anda) atau lebih luas lagi yaitu meliputi kota. Sebagi contoh ringan. Jika kita ingin membuat kios penjualan Pulsa Hp di dalam sebuah komplek, saya bisa memprediksi jika komplek tersebut hanya berisi 50 rumah maka bisa jadi nada bisa menguasai pasar 50 rumah tersebut dan tidak lebih, tetapi jika anda ingin menjual dalam skup yang lebih luas maka anda membutuhkan tempat bagi kios anda yang lebih strategis.
3. Berapa besar prediksi keuntungan anda dalam hitungan waktu
Anda dapat menghitungnya dalam urutan Hari, pekan, bulan dan tahun.
Sebenarnya banyak orang yang berjualan hanya bermodalkan feeling saja bisa berhasil dan sukses. Namun tentunya bukan sesuatu yang baku. Bagi dia yang sudah bermental bisnis bisa jadi dia akan berbisnis dan menjalankan segala sesuatunya dengan reflek. Untuk itu bagi orang yang awam dan baru belajar memulai tips pada point ini bisa jadi bermanfaat. Yaitu memulai dari prediksi perhitungan keuntungan berdasarkan waktu. (Perhatikan dan bandingkan variabel biaya besar modal dan biaya operasional yang dibutuhkan)
4. Fikirkan tentang apa kelebihan bisnis anda!
Jika bisnis yang akan dijalani adalah bisnis yang umum dan sedang ngetrend. Bisa berpa harga jual produk anda dipasaran, bagaimana pelayanan anda kepada custumer (anda bisa membuat metode unik tersendiri), bagaimana tampilan produk/kemasan anda, dll.
5. Bagaimana stategi marketing dari bisnis anda?
Marketing adalah ujung tombak bagi keberhasilan anda. Jawab pertanyaan berikut ini!, bagaimana anda meyakinkan orang agar dapat membeli produk di toko anda. Informasikan mengenai kelebihan yang ada di toko anda. Yang jelas tujuan utama dari marketing adalah menarik pembeli untuk datang ke tempat anda.
6. Apa yang menjadi keuntungan bagi pembeli jika membeli produk dari anda?
Costumer adalah raja. Mereka adalah objek yang akan mengantarkan uang kepada anda. Salah besar jika anda hanya berfikir tentang uang yang ada ditangan mereka. Mungkin dibawah ini ada beberapa hal yang sering difikirkan oleh custumer ketika mereka berniat membeli produk dan datang ke tempat kita.
 Barangnya murah (minimal standar seperti di tempat lain)
 Pelayanannya bagus (misalnya ramah)
 Tempatnya bersih dan nyaman (tempat harus meyakinkan pembeli)
 Ada bonusnya
 Mudah diakses (tidak jauh, ada tempat parkir dan lingkungannya nyaman)
Jika anda sebagai custumer, apa yang membuat anda tertarik. Silahkan tulis dicatatan anda. Salam bisnis.

(Semua artikel yang ada di Blogs ini bebas untuk dikutip dan diperperbanyak tulisan dengan tetap mencantumkan nama penulis)

Engineering mindset…. Berfikir kreatif dalam bisnis

(seri manajemen bisnis)
Oleh: Agus Nugroho

Ketika berbisnis ada sebuah prinsip yang simpel dan umum. Bisnis tidak perlu untung gede, kecil tapi untungnya akan terus mengalir ke kantong kita. Ketika kondisi seperti ini Orang akan berfikir tentang bagaimana membuat stabil bisnis yang ada dengan tidak termotivasi meraup keuntungan yang besar. Prinsip asal ada untung.
Tapi lain lagi jika anda berfikiran kreatif, mungkin tidak mahal, cukup mengeluarkan suatu ide yang unik dan menarik maka bisa jadi kesuksesan ada ditangan anda. Simak saja Ringkasan cerita berikut.
1. Sebuah warung baso bernama ”Baso Bola”, si pemilik memajang baso sebesar bola kaki, walhasil setiap harinya orang berbondong-bondong mendatanginya.
2. Awalnya seorang pembuat lemper yang biasanya membungkus produknya dengan daun pisang beromzet hanya Rp.15.000 sehari yang di jualnya dipasar. Dia mendapat ide setelah melihat lemper dari temannya. Kemudian dia meniru lemper dengan menu isi yang sama, tetapi dibungkus dengan daun dan plastik plus label ”Lemper daging, gurih dan sehat” dan ada no teleponnya. Dia kini dikontrak oleh seorang pembuat catering di dekat rumahnya untuk membuat lemper dalam jumlah yang banyak setiap harinya. Omzetnya 200ribu sehari.
3. Sebuah kios HP terlihat lebih banyak di datangi pembeli hanya karena tempatnya bersih dan di hiasi dengan pernak-pernik lampu berwarna.

Sebenarnya masih banyak cerita lain. Namun kiranya cukup dengan 3 contoh diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sebuah sentuhan kecil yang unik dapat membawa kesuksesan bagi si penjual.

(Semua artikel yang ada di Blogs ini bebas untuk dikutip dan diperperbanyak tulisan dengan tetap mencantumkan nama penulis)

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 506.934 hits

My Photos gallery