//
archives

Komputer

This category contains 9 posts

Human Computer Interaction – HCI

Interaksi Manusia – Komputer

Oleh: Ir. Emir M. Husni, M.Sc., Ph.D. Komputer dan alat – alat yang terkait dengannya harus didesain dengan mempertimbangkan bahwa manusia, yang memiliki perintah spesifik dalam pikirannya, ingin menggunakan komputer dan alat – alat terkait sedemikian rupa sehingga dapat sepenuhnya membantu pekerjaan keseharian mereka. Untuk dapat melakukan hal tersebut, orang – orang yang mendesain sistem ini harus mengetahui bagaimana caranya memikirkan perintah – perintah yang akan diberikan oleh pengguna nantinya, serta bagaimana caranya menterjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam sistem yang dapat diproses.  Komputer dan alat – alat yang terkait dengannya harus didesain agar:

  1. Sesuai dengan perintah – perintah yang diberikan
  2. Mudah digunakan
  3. Memberikan umpan balik bagi performansi
  4. Menampilkan data dalam format yang sesuai dengan penggunanya
  5. Sesuai dengan prinsip – prinsip ergonomi dalam perangkat lunak

 Apa yang dimaksud dengan HCI? HCI melibatkan desain, implementasi, dan evaluasi dari sistem interaktif dalam konteks perintah dan pekerjaan pengguna (user)§  Dengan pengguna (user), kita dapat mengartikan pengguna individual, sekelompok pengguna yang bekerja bersama, atau pengguna yang berurutan dalam sebuah organisasi yang masing – masing berhadapan dengan suatu bagian dari pekerjaan atau proses.§  Dengan komputer, kita mendefinisikan setiap teknologi, mulai dari desktop komputer secara umum sampai sistem dalam skala besar dari komputer, sistem pengontrol proses atau sistem yang terbangun di dalamnya. §  Dengan interaksi, kita mendefinisikan setiap komunikasi antara pengguna (user) dan komputer, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Siapa yang terlibat dalam HCI

  • Ergonomics for the user’s physical capabilities

  • Computer science & engineering to be able to build the necessary technology

  • Business to be able to market it

HCI dapat dipastikan merupakan sebuah subyek yang multidisiplin. Desainer ideal dari sebuah sistem interaktif seharusnya memiliki keahlian dalam berbagai topik: ilmu pengetahuan psikologi dan kognitif,

sosiologi, ilmu dan teknologi komputer, dan lain – lain. Kita ingin mendukung sudutpandang multidisiplin dari HCI, namun kita juga memiliki pendirian sebagai seorang ilmuwan komputer. Tujuannya adalah agar dapat menjadi multidisiplin namun tetap praktis. Kita fokuskan khusus pada ilmu komputer, psikologi, dan keilmuan kognitif sebagai pembahasan utama, dan aplikasi keilmuan – keilmuan tersebut pada desain. Disiplin ilmu yang lain akan dibahas hanya untuk memberikan masukan yang relevan. Teori dan HCI Tidak ada teori secara umum dan khusus mengenai HCI yang dapat disajikan di sini. Ada tiga isu utama yang kita perhatikan: manusia, komputer, dan pekerjaan yang dilaksanakan. Begitu juga dengan HCI, interface yang bagus dan cantik secara artistik akan sangat menyenangkan dan dapat merampungkan pekerjaan yang dibutuhkan, sebuah perkawinan antara seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan sebuah kesuksesan secara menyeluruh. Fokus utama dari desain:

  1. Perbaikan/penentuan yang cepat
  2. Berpikir seperti seorang pengguna (user)
  3. Berani mencoba    
  4. Melibatkan pengguna (user)
  5. Diulang

 Referensi:Human—Computer Interaction 2nd ed., A. Dix, J. Finlay, G. Abowd, R. Beale.   (Diambil dari catatan kuliah Magister Teknik Elektro ITB) 

Diagram Arus Data – DAD (Data Flow Diagram – DFD)

 

Untuk memudahkan penggambaran suatu sistem yang ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa memperhatikan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan, maka kita menggunakan Diagram Arus Data atau Data Flow Diagram. Diagram alur data merupakan alat yang cukup populer sekarang, karena dapat menggambarkan arus data di dalam suatu sistem dengan terstruktur dan jelas, itulah sebabnya DAD merupakan alat bantu yang paling penting bagi seorang analis sistem. Penggunaan DAD sebagai alat peraga sistem dipopulerkan oleh Tom DeMarco (1978) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan metoda analisis sitem terstruktur (structured system analysis method). DAD dapat merepresentasikan suatu sistem yang otomatis maupun manual dengan menggunakan gambar yang berbentuk jaringan grafik.

Ada beberapa simbol yang digunakan dalam penggambaran DAD, yaitu :


Entitas Luar (External Entity) dan Terminal


Entitas Luar adalah entitas yang berada di luar sistem yang memberikan data kepada sistem (source) atau yang menerima informasi dari sistem (sink). Entitas Luar ini bukanlah bagian dari sistem, bila suatu sistem informasi dirancang untuk satu bagian/departemen maka bagian lain yang masih terkait menjadi entitas luar. Sedangkan terminal adalah entitas yang merupakan bagian dari sistem.

 

Simbol yang digunakan : Kotak

Pedoman pemberian nama terminal dan entitas luar

9 Nama terminal berupa kata benda

9 Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama

(digambarkan dua kali, dimaksudkan untuk mmbuat diagram lebih jelas). Bila demikian, maka terminal ini perlu diberi garis miring pada pojok kiri atas.

9 Nama aliran data yang masuk ke dalam suatu proses tidak boleh sama dengan nama aliran data yang keluar dari proses tersebut.

9 Data flow yang masuk ke atau keluar dari data store tidak perlu diberi nama bila
:


¾
Aliran datanya sederhana dan mudah dipahami


¾
Aliran data menggambarkan seluruh data item (satu record utuh)


9
Tidak boleh ada aliran data dari terminal ke data store atau sebaliknya karena terminal bukan bagian dari sistem. Hubungan terminal dengan data store harus melalui proses.


Proses


Proses menggambarkan apa yang dilakukan oleh sistem. Berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa data masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble.

Simbol yang digunakan : lingkaran

 

Pedoman pemberian nama proses :

9 Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung Gaji, Pendataan Order, Cetak Laporan Penjualan, dll.

9 Jangan menggunakan kata ‘proses’ sebagai bagian dari nama suatu proses.


9
Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang sama.

9 Proses harus diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin mengikuti aliran/urutan proses, namun demikian, urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kronologis.

9 Penomoran proses pada tingkat pertama (diagram nol) adalah 1.0, 2.0, 3.0, dst.

9 Penomoran proses pada tingkat kedua dari proses 1.0 (rincian dari proses

1.0) adalah 1.1, 1.2, 1.3, dst.

9 Diagram konteks (context diagram) tidak perlu diberi nomor.

9 Proses 2.x adalah proses terendah, tidak dirinci lagi.

Alir Data (Data Flow)

Alir Data menggambarkan aliran data dari suatu entitas ke entitas lainnya. Arah panah menggambarkan aliran data. Ada beberapa aliran data, yaitu :

Antara dua proses yang berurutan

Dari penyimpanan data (data store) ke proses dan sebaliknya

Dari source ke proses

Dari proses ke sink

Simbol yang digunakan :

Pedoman pemberian nama aliran data :

 

9 Nama aliran data yang terdiri dari beberapa kata dihubungkan dengan garis sambung.

9 Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.

9 Aliran data yang terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.

9 Hindari penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.

9 Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.

Penyimpan Data (Data Store)

Data store adalah tempat menyimpan data. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan data ke data store.

Simbol yang digunakan :

Pedoman pemberian nama data store :

9 Nama harus mencerminkan isi data store tersebut.

9 Bila namanya lebih dari satu kata, maka harus diberi tanda sambung

G.1. Tingkatan Diagram pada Diagram Arus Data (Data Flow Diagram)

G.1.1. Diagram Konteks (Context Diagram)

¾ Merupakan level tertinggi dari DAD yang menggambarkan seluruh input ke atau dari sistem.

¾ Memberikan gambaran tentang keseluruhan sistem

 

¾ Terminal yang memberikan masukan kepada sistem disebut source, terminal yang menerima keluaran dari sistem disebut sink.

¾ Hanya ada satu proses.

¾ Tidak boleh ada data store.

G.1.2 Diagram nol (0)

¾ Sudah menunjukkan data store yang digunakan.

¾ Untuk proses yang tidak dirince lagi pada level selanjutnya (functional primitive), tambahkan * pada akhir nomor proses.

¾ Keseimbangan input dan output (balancing) antara diagram 1.0 dengan diagram hubungan harus terpelihara.

G.1.3 Diagram Rinci

¾ Merupakan rincian dari diagram nol atau diagram level diatasnya.

Walaupun DAD mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level lebih rendah (decomposition), dapat menunjukkan arus data di sistem, dapat menggambarkan proses paralel di sistem, dapat menunjukkan simpanan data, dapat menunjukkan entitas luar, tetapi DAD juga mempunyai keterbatasan. Keterbatasan dari DAD adalah sebagai berikut :

· DAD tidak menunjukkan proses perulangan (loop)

· DAD tidak menunjukkan proses keputusan (decision)

· DAD tidak menunjukkan proses perhitungan

A Ziya Aktas (“Structured Analysis and Design of Information Systems“, Prentice-Hall, New Jersey, 1987) memberikan pemecahan untuk keterbatasan DAD ini, yaitu dengan menambahkan penggunaan operational operator (operator hubungan), sehingga kemampuan DAD dapat lebih ditingkatkan. Operator hubungan ini adalah :

* menunjukkan hubungan suatu logika AND

0 menunjukkan hubungan suatu logika OR

® menunjukkan hubungan suatu logika XOR

Apa itu RISC ??

RISC singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk negeset istruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya.
Sejarah RISC
Proyek RISC pertama dibuat oleh IBM, stanford dan UC –Berkeley pada akhir tahun 70 dan awal tahun 80an. IBM 801, Stanford MIPS, dan Barkeley RISC 1 dan 2 dibuat dengan konsep yang sama sehingga dikenal sebagai RISC. RISC mempunyai karakteristik :

• one cycle execution time : satu putaran eksekusi. Prosessor RISC mempunyai CPI (clock per instruction) atau waktu per instruksi untuk setiap putaran. Hal ini dimaksud untuk mengoptimalkan setiap instruksi pada CPU.
• pipelining:adalah sebuah teknik yang memungkinkan dapat melakukan eksekusi secara simultan.Sehingga proses instruksi lebih efiisien
• large number of registers: Jumlah register yang sangat banyak. RISC di Desain dimaksudkan untuk dapat menampung jumlah register yang sangat banyak untuk mengantisipasi agar tidak terjadi interaksi yang berlebih dengan memory.

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 503.004 hits

My Photos gallery