//
archives

Pendidikan

This category contains 11 posts

8 PERISAI DIRI DALAM KESEHARIAN

Gunakan sebagai tameng untuk menghadapi zaman yang semakin menarik kita untuk menjauh dariNya. Sebaliknya, mendekatlah kepadaNya, sebab akan sampai pada suatu masa dimana segala apa yang kita kejar didunia ini akan balik bertanya untuk apa engkau memiliku.

1. Perbaiki sholat (segerakan yg wajib, perbanyak yg sunah, kejarla shaft pertama dalam setiap shalat berjamaah yang kamu ikuti).

2. Perbanyak Tilawah 1 Juz / hari (Menyiapkan waktu, bukan menyisakan waktu luang, kejarlah target sebulan sekali untuk Khatam).

3. Rutinkan dzikir pagi dan petang
(Berdzikirlah karena dengan berdzikir hati kita menjadi tenang)

4. Sedekah
(Sebab sebagian dari harta kita ada hak orang lain yang memerlukannya, sebab transaksi langitan ini merupakan wujud keikhlasan kita dalam menyadari tentang apa yang kita miliki)

5. Qiyyamul Lail (Tahajjud),
Bangun dan shalat lah dalam keheningan, memohon ampun dan meminta hanya kepadaNya. “Wahai orang yang berselimut, bangunlah sembahyang tahajud pada waktu malam, selain dari sedikit masa (yang tak dapat tidak untuk berehat). Iaitu separuh dari waktu malam, atau kurangkan sedikit daripada separuh itu. Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya: dan bacalah al-Quran dengan ‘Tartil’ (perlahan-lahan). (Surah Al-Muzzammil, ayat 1-4).
“Shalat tahajjut dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindari penyakit (HR Turmudzi)”

6.Silaturahim,
(Allah SWT menjanjikan kemudahan dan pahala bagi siapa saja yang mampu memperpanjang tali silaturahmi dan memudahkan urusan saudaranya)

7. Fastabiqul khoirat (Berlomba2 dalam kebaikan)
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”

8. Berhusnudzon/berbaik sangka kepada Alloh dengan memahami Asma’ul husna.
Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah Ta’ala yakni meyakini apa yang layak untuk Allah, baik dari nama, sifat dan perbuatanNya. Begitu juga meyakini apa yang terkandung dari pengaruhnya yang besar. Seperti keyakinan bahwa Allah Ta’ala menyayangi para hamba-Nya yang berhak disayangi, memaafkan mereka dikala bertaubat dan kembali, serta menerima dari mereka ketaataan dan ibadahnya.

Iklan

Sedekah sirriyah

Sedekah sirriyyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat riya’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Perlu diketahui, bahwa yang utama untuk disembunyikan adalah pada sedekah kepada fakir dan miskin. Hal ini, karena ada banyak jenis sedekah yang mau tidak mau harus ditampakkan, seperti membangun masjid, membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah dan bahwa dia orang yang tidak punya. Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir-miskin. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji sedekah sirriyyah, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah Subhanahu wa Ta’ala nanti pada hari kiamat.

Peningkatan Kecerdasan Literasi Digital sebagai upaya untuk Menangkal Berita Hoax

Tugas orangtua adalah menyiapkan anak menghadapi zamannya. Kita sebagai orangtua harus menyiapkan diri untuk membimbing anak dalam menghadapi era digital saat ini.

Agus Nugroho S.Pd, MT

Guru Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Cimahi

antihoax

Foto: Sumber Antaranews.com

Era Arus Tsunami Informasi

Perkembangan Teknologi informasi dan media sosial memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan cepat. Media sosial menjadi peranan penting dalam mendistribusikan sebuah informasi. Generasi digital mempunyai karakteristik dimana mereka aktif dalam media sosial seperti facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain. Generasi ini mempunyai sikap yang cenderung lebih terbuka, blak-blakan, serta berfikir lebih kritis dan agresif. Mereka memilih berekspresi bebas di sosial media dan tidak menyukai jika harus diatur atau dikekang. Media komunikasi seperti handphone, tablet dan smart komputer lainnya menjadi teman keseharian mereka, secara fisik mereka akan tampak autis dan menyendiri, namun kenyataannya pikiran mereka tengah berjalan menelusuri sisi kehidupan baru yang disebut dengan dunia maya.

Baca lebih lanjut

What do you think?

what-do-you-think-asian-businessman-write-text-wall-48839751

Hari ini saya mendapatkan keyword baru yaitu “What do you think?”, salah seorang rekan baru dalam FGD dikdas Kemdiknas (DR.Suud Karim) bercerita, ketika dia berkunjung ke salah satu sekolah dasar di Eropa dan berkesempatan masuk kelas, salah seorang siswa dikelas itu bertanya kepada rekan saya tersebut dengan pertanyaan,

“Where do you come from?”

Rekan saya sebenarnya menjawab sederhana, “What do you think?“.

Jawaban sekaligus pertanyaan sederhana tersebut ternyata kemudian mengundang kepenasaran dari anak-anak yang ada dikelas tersebut. Rekan saya berlalu dari kelas tersebut, sementara anak-anak yang ditinggalkan sibuk berdiskusi dengan temannnya tentang dari masa asal rekan saya tersebut.

Mereka berdiskusi, mengeluarkan peta, mencari data dari internet tentang kemungkinan asal negara rekan saya. Ketika rekan saya lewat kembali ke kelas tersebut, anak-anak ramai memanggilnya. Salah satunya kurang lebih mereka berkata,

“DR. Karim, I know where you come from, you are form asia. Indonesia is your country, near of philiphina, thailand and singapore”.

Baca lebih lanjut

Hidup Benar dari Jam ke Jam

Habis Sholat Isya ,seorang Gadis kecil mendatangi kepada ayahnya yang
belum selesai sholat sunnah.Setelah mengucapkan salam, Sang ayah
menatap anaknya.
“ada Apa Nak ? ”
“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata,
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun
tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon ampun kepada Alloh
setiap hari”.

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”
Baca lebih lanjut

Kita, Pemilu serta Negara Aku (Bagian I)

Benar kiranya ketika ada yang mengatakan, kita memang kaya dengan ide, namun sedikit orang yang mau meujudkan ide tersebut. Kita memang pandai mendirikan organisasi namun kita tidak pandai untuk merawatnya. Kita memang rajin untuk mengkritik orang, namun sedikit yang mengintropeksi diri untuk bisa lebih baik.
Kita terkadang berbicara lantang, namun kemudian sembunyi ketika lawan secara jantan turun kelapangan. Ide kita banyak dan cita-cita kita besar, namun sayang kita terkadang tidak mau turut dalam barisan yang mencoba mewujudkan ide dan gagasan kita sendiri.
Bangsa ini terdiri dari beragam suku, beragam warna kulit dan beragam budaya, dan kita bangga dengan slogan Bhineka Tunggal Ika.
Pemilu tinggal beberapa hari didepan mata kita, sesaat kita renungi mungkin inilah moment besar yang mencoba meminta segenap penduduk negeri ini untuk ‘diminta pendapatnya’ tentang siapa yang akan menjadi para pemimpin di negeri ini.
Namun sayang, biaya yang mahal untuk membuat sebuah pesta besar bagi warganya ini tidak serta merta disambut baik oleh warganya. Ada yang mencemooh ada juga yang acuh tak acuh. Negeri ini kaya raya, namun tak sekaya warganya yang dengan semangat mau mengikuti Pemilu sebagai sara ‘diskusi akbar’ bagi segenap penduduknya.
Negeri ini mempunyai banyak orang yang cerdas, namun banyak pula orang yang cerdas sekelas profesor yang menggiring masyarakatnya untuk golput. Bukan mencerdaskan mereka, bukan menyadarkan mereka, bukan mendidik mereka. Bukankah sang profesor di didik agar dia bermanfaat untuk bangsa ini??. Ah kapan bangsa ini akan besar dan dewasa. Bukankah kita telah merdeka selama 50 tahun lebih, dimana kita bebas menentukan nasibnya sendiri.
Suatu ketika kita kerap berteriak, kenapa kita tidak pernah diajak diskusi??, kenapa saya tidak dimintai pendapat??, Kenapa penguasa bertindak bak tiran?, kenapa pendapat saya tidak diakomodir?
Ah begitu mudahnya kita terkadang mengkritik dan menghardik, ketika pertanyaan tersebut kita balikan terhadap diri kita sendiri, Sejauh mana kontribusi kita terhadap pembangunan negeri ini? Atau memang kita merasa negera ini bukan INDONESIA tapi NEGARA AKU!

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 473.056 hits

My Photos gallery

Iklan