//
archives

politik

This category contains 42 posts

Cermin itu bernama suksesnya Pemilu 2019

Agus Nugroho

Kaget juga ketika hari ini melihat dan mendengar berita tentang kecurangan pemilu yang belum dimulai. Surat suara yang telah tercoblos, sebuah pengkhianatan bagi kedaulatan suara rakyat. Kudeta kecil bagi pemilu 2019. Ya esensi dari pemilu itu sakralnya adalah ketika kita berhadapan dengan surat suara didalam bilik pencoblosan, rahasia dan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Namun ketika kecurangan diatas terjadi, diluar negeri, ini bukan hanya sekedar kecurangan yang membuat malu untuk salah satu pasangan, tapi juga bangsa ini.

Sudah cukup lama kita terbelah menjadi dua akibat adanya suksesi kepemimpinan dinegara ini, namun apa mau dikata, tantangan zaman menunjukan memang seperti inilah bentuk persaingan diera arus komunikasi cepat. Teknologi mendistribusikan informasi bukan dalam hitungan pekan atau hari, namun jauh dari itu, satuan terkecil dari waktu yaitu detik menunjukan bagaimana sebuah persaingan terus terjadi.

Mulai perang elegan saling lempar tawaran program yang dijual kepada pemilih, hingga perang verbal dan non verbal terkait isu personal maupun hal lain terkait partai maupun person pendukung masing-masing pasangan yang mempunyai kecenderungan berdampak negatif. Kita tidak mau bangsa ini terus berseteru, sementara mungkin diluarsana ada yang bertepuk tangan dan menanti untuk memangsa kita.

Jika dalam beberapa waktu kebelakang ini incumbent diterpa isu tidak sedap bukan sekedar perdebatan program kampanye maupun saling serangnya dua kubu baik secara verbal maupun non verbal, maka isu yang sangat krusial adalah lamban dan hilangnya reaktifitas lembaga penunjang suksesnya pemilu itu sendiri terhadap berbagai kasus pelanggaran yang terjadi.

Minimnya statemen bawaslu ataupun KPU terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi membuat sebagian kita gamang memikirkan bagaimana akhir dari cerita sejarah bangsa ini pada pemilu 2019. Jikalau pelanggaran ‘receh’ terjadi kemudian dianggap sebagai sebuah kewajaran dalam sebuah kontestasi politik, sebab bisa jadi yang curang itu hanya segelintir orang dengan skala kecil. Namun jika pelanggaran seperti adanya keterlibatan berbagai aparatur negara dalam kegiatan kampanye dan juga adanya anggapan tentang netralitas kepolisian dalam melakukan pengamanan yang justeru berpihak pada salah satu kubu membuat rakyat  sebagai objek utama yang akan dilibatkan dalam proses pengambilan suara pada pesta rakyat ini menjadi bertanya-tanya, akankah pemilu ini akan berjalan sebagaimana asas pemilu yang jujur adil dan terbuka?.

Tentunya ini akan menjadi keprihatinan yang luar biasa bagi rakyat Indonesia, sebab jika sampai pesta rakyat yang bertujuan agar terciptanya suksesi kepemimpinan yang mengedepankan nilai jujur dan adil dan terbuka tercederai oleh kekuasaan yang menyetir lembaga penunjang pesta demokrasi tersebut, maka bukan tidak mungkin jika pesta rakyat yang berbiaya mahal ini akan menjadi sia-sia dengan berujung kepada hilangnya kepercayaan rakyat bukan hanya kepada lembaga penunjang pelaksana pesta demokrasi seperti KPU, Bawaslu maupun kepolisian yang bertindak sebagai pengaman namun juga tidak menutup kemungkinan hilangnya kepercayaan rakyat kepada produk yang dihasilkan oleh pesta demokrasi yang berbiaya mahal ini. 

Saatnya kita semua menyelamatkan demokrasi bangsa ini dari berbagai tindak kecurangan. Gunakan hati nurani kita untuk menyelamatkan suara Rakyat. Sebab kita ingin suksesi kepemimpinan ini berjalan dengan jujur adil dan transparan serta mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang berwibawa dimata dunia dengan mengedepankan nilai demokrasi yang tentunya dirias dengan nilai jukejuran, keadilan dan transparans. Itulah cermin bernama suksesnya Pemilu 2019.

Hitungan hari pasta rakyat ini akan dilaksanakan, jika kekhawatiran rakyat akan terjadinya pengkhianatan suara rakyat melalui kecurangan, maka perlu adanya gerakan moral yang mencoba mengingatkan kembali antar sesama anak bangsa untuk mengetuk setiap dinding jiwa Hati dari para individu yang berperan sebagai pelaku yang memanage perhitungan dan rekapiltulasi suara rakyat dengan adil dan jujur serta terbuka. Sudah seharusnya anda yang bertugas sebagai KPPS di TPS-TPS, petugas rekapitulasi di tiap kecamatan, kota/kabupaten, provinsi hingga pusat, para punggawa suara rakyat yang ada di KPU serta para penjaga kedaulatan suara rakyat yang ada di panwaslu harus berpikir jernih tentang amanah masing-masing yang diberikan oleh rakyat dengan mewujudkan pemilu yang jujur, adil dan transparan. Sehingga diakhir hari sisa waktu ini kita semua bisa tersenyum dan mengatakan, Mari kita Sukseskan pesta rakyat Indonesia 2019 ini dan selamat menikmati demokrasi.

Peran Pahlawan Muslim dalam Kemerdekaan Indonesia

Dapat dari teman, menarik sekali menyimak perjuangan kemerdekaan yang di lakukan oleh umat Islam Indonesia.

1. Indonesia baru terbentuk pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena kata “Indonesia” menjadi sebuah nation imagination baru tercetus tahun 1921.

2. Ketika para pelajar Hindia Belanda yang sedang sekolah di Amsterdam yang terhimpun dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Pelajar-pelajar Hindia Belanda)

3. yang diketuai Datuk Nasir Pamuncak (19 tahun), Sekretarisnya Ahmad Soebardjo (18 tahun), dan Bendaharanya Mohammad Hatta (16 tahun).

4. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan diskusi-diskusi tentang advokasi terhadap bumi putera di Hindia Belanda. Baca lebih lanjut

Tentang KPK versus Polisi Jilid 3

Curcol malem, sambil ngopi.

Muak sekali nonton TV malam ini 16/02/2015 sebab jika benar apa yang saya tuliskan dibawah ini, maka sejarah mencatat seorang pemimpin yang naik ke tahta pimpinan dengan penuh akal bulus kebohongan.

Tentang #KPKvsPOLRI

1. Kita bangga mempunyai lembaga seperti KPK.
2. KPK lahir dari nafas Reformasi yg digulirkan Rakyat’98
3. Lembaga anti rasuah yg diharapkan dpt menjalankan amanat Reformasi bangsa ini.
4. Semua berharap bahwa KPK adalah lembaga yg turut menegakan keadilan.
5. Siapa yg salah jika terjadi benturan
6. Polisi adalah lembaga penegak hukum dan penjaga stabilitas negara. Pengayom masyarakat.
7. Dan KPK hanyalah lembaga Adhoc
8. Masalahnya sekarang adalah kuatnya kredibilitas KPK dibanding Polisi di mata masyarakat.
9. Wajar karena kepercayaan thdp penegakan hukum pada lembaga polisi dan lembaga level Yudikatif banyak cacat digerus kasus oleh penghuninya.
10. Bagaimanapun KPK hrs didorong ‘baik’ dan polisi sbg lembaga resmi pemerintah hrs terus dibenahi, pastinya lebih sulit, sebab disiplin dan struktur dipolisi berjenjang.
11. Masalah lain adalah masyarakat dengan bentukan opini media menganggap KPK sebagai lembaga TUHAN, tidak mungkin salah dan konyolnya di usahakan untuk kebal hukum dengan alasan menghindari kriminalisasi.
12. Azas “Semua sama dimata hukum” akan hilang jika KPK dikenakan hal tsb.
13. Sekali lagi KPK adalah lembaga yang lahir dari Nafas Reformasi ’98, namun pula bukan lembaga Dewa yg tidak mungkin berbuat salah. Baca lebih lanjut

Hari Pahlawan dan Gayus

Banyak orang Indonesia yang memimpikan untuk bisa bepergian ke Bali untuk berlibur. Memang asyik manakala kita sendiri bisa berlibur ke Bali.
Tidak aneh juga ketika kita mendengar banyak orang pergi ke Bali untuk berlibur. Tanah impian para selebritis yang ingin melepas penat dan stress.

Surtadara film yang Julia Roberts memilih Bali sebagai tempat syuting film tesebut pastilah bukan tanpa alasan, kalau bukan karena keindahan dan keelokan tanah Bali. Lain lagi ceritanya ketika seseorang Gayus Tambunan dengan status sebagai tahanan negara kemarin bisa pergi ke Bali,
duduk santai menonton seksinya para pemain tenis dunia. Alasan Obat sakit adalah Plesiran ke Bali.
Baca lebih lanjut

Daftar Anggota DPD Terpilih 2009-2014

Daftar Anggota DPD Terpilih 2009-2014 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih periode 2009-2014.

Berikut adalah daftar nama anggota DPD terpilih untuk priode 2009-2014

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
1. Abdurrahman BTN,
2. Bachrum Manyak,
3. Ahmad Farham Hamid,
4. A.Khalid.
Baca lebih lanjut

Kita, Pemilu serta Negara Aku (Bagian II)

Kita memang terbiasa kecewa untuk kemudian pergi meninggalkan apa yang sudah kita buat… dan membuat sesuatu yang baru.. Only in Indonesia… ketika pemilu diikuti oleh 40 partai lebih… dan masih ada yang mengatakan saya GOLPUT.
Pernahkah kita berfikir apakah kita pernah mencari tahu diantara sekian banyak partai tersebut ada yang sesuai atau mendekati dengan keinginan kita…
Emosi kita terkadang mengalahkan rasio kita yang sebenarnya sadar bahwa ada sesuatu yang benar.
Saya bingung ketika ada anak kecil yang mengatakan golput yes…
apa yang akan kita jelaskan kepada mereka tatkala bertanya apa keuntungan dari Golput??
apakah kita akan mengatakan merdeka dan pembangunana lebih maju???
Pemilu ini hanya salah satu ikhtiar yang diupayakan untuk mengakomodir pendapat manusia. Dan apa yang dibuat oleh manusia bukanlah sistem yang sempurna. Kita menjadi apatis ketika melihat bagaimana tindak tanduk para pelaku politik yang menyengsarakan rakyat. Namun kita hanya menggerutu tanpa mau berbuat lebih.
Kita kerap Bangga dengan demokrasi yang ada di negara lain. Namun sedikit dari kita yang mencoba mewujudkan demokrasi yang baik di negara kita.
Negara ini adalah negara besar yang mempunyai cita-cita luhur yang kerap ditorehkan oleh para sespuhnya. Namun mungkin itu hanya sebatas dalam kertas dan prasasti.
Ah sebenarnya saya tidak tega ketika para anak-anak jalanan, pengemis , rakyat kecil yang kerap dibohongi oleh para politisi, saya hanya berfikir bahwa yang bisa menolong mereka adalah kita… menyingkirkan para politisi busuk yang ada di parlemen.
Maka dengan ini kita bisa mengatakan Ini Bangsa aku, bangsa Indonesia.

Agus Nugroho (Jaringan Muda untuk pencerdasan Politik)

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 495.027 hits

My Photos gallery