//
archives

Renungan

This category contains 45 posts

Belief system

Manusia secara umum lemah Belief system nya.
Apa itu Belief system?
Apa itu belief system ? Belief system adalah “Life Script” atau “Blue Print” atau “Landasan Keyakinan” yang melatar belakangi seseorang bersikap & berperilaku. Jadi semua hal yang anda lakukan pasti berawal dari “Belief System” yang anda punya.



Kita ingin sukses namun kadang kita ragu, takut, gamang, risau dan galau.
Belief System manusia dipengaruhi oleh keseharian kita.

Jika kita terbiasa berpikir positif, menjauhkan alam bawah sadar dari hal yang membuat kita gamang, takut, resah dll, maka Belief system kita juga akan terbentuk. Apakah semua rasa negatif diatas harus hilang 100%?
Jawabannya tidak, fitrahnya kita sebagai manusia mempunyai sifat lemah, semua rasa diatas ada dalam diri kita. Semua rasa diatas juga anugerah dari Allah SWT.
Lho qo malah jadi disebut anugerah? Bukannya diawal semua diatas sebagai titik lemah Belief system manusia?
Betul semua hal adalah titik lemah manusia, namun bagaimana caranya kita mengontrol semua titik lemah Belief system tersebut menjadi energi tenaga lompatan yang berlipat.
Kita takut tidak lulus sebuah test, maka jadikan cerminan untuk semangat belajar, kita takut rugi dalam bisnis, maka jadikan semangat untuk bekerja keras, kita takut berbicara didepan orang, maka jadikan semangat untuk belajar yang diawali dengan silaturahim ringan dengan tersenyum dan menyapa setiap orang.

Belief system juga dibentuk dengan keberserahan diri kita kepada Allah SWT sang pencipta, semakin dekat kita kepada Allah SWT, semakin kuat iman kita, maka semakin kuat Belief system kita.
_Allah hus-samad_
Al ikhlas ayat 2. “Allah tempat meminta segala sesuatu”.


Pernah mendengar kisah Rasulullah dalam suatu peperangan tengah beristirahat dibawah sebuah pohon lalu datang seorang kafir yang menempel pedang kepada Rasulullah SAW.
Dikisahkan, , Rasulullah SAW sangat lelah, sehingga beliau terduduk di bawah sebatang pohon tanpa sebilah senjata pun. Pada saat itu, salah seorang tentara musuh yang sangat ditakuti, tiba-tiba muncul di hadapannya, berdiri berkacak pinggang pada saat beliau terkantuk-kantuk.

Dan dengan suara lantang, seorang yang dikenal bernama Da’tsur itu menghardik beliau dengan mengacungkan sebilah pedangnya, seraya berkata: “Hai Muhammad. Siapa –saat ini– yang dapat menyelamatkanmu dari keganasan pedangku?”

Mendengar gertakan Da’tsur itu, Beliau tersentak sekejap, lalu menatap mata Da’tsur dengan pandangan mata yang sama sekali tak mengesankan ada rasa gentar. Da’tsur pun tergetar melihat pandangan mata beliau yang sejuk dan tak mengesankan ketakutan.

Beliau menjawab gertakan Da’tsur dengan sikap tenang, disertai ucapan lembut: “Karena –sebagai manusia– aku sudah tidak punya daya, tiada lagi yang akan melindungi diriku kecuali Allah?”

Mendengar jawaban Rasulullah SAW itu, Da’tsur serta-merta menggigil dan gentar. Seraya berpikir, seperti apakah kekuatan Allah yang disebut-sebut Muhammad itu sehingga beliau yakin bahwa Allah pasti akan melindunginya? Kebimbangannya itu kian bertambah ketika menyaksikan beliau tetap tabah, sampai akhirnya pedang Da’tsur pun terlepas dari genggamannya, dan jatuh di hadapan beliau.

Pada saat itulah Rasulullah SAW segera mengambil pedang itu, lalu mengacungkannya kepada Da’tsur, seraya berkata: “Nah, kini siapakah yang akan menyelamatkanmu dari pedangku, hai Da’tsur?” Dengan bibir bergetar Da’tsur menjawab: “Hanya engkau Muhammad yang dapat menyelamatkanku. Sungguh, hanya engkau belaka.”

Mendengar jawaban Da’tsur itu, beliau yang sama sekali tidak menyimpan kebencian dan dendam, segera menyerahkan pedang itu kembali pada Da’tsur sebagai pemiliknya. Dan, akhirnya, dia (Da’tsur) pun menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah.

*Hari Jumat, kita bentuk Belief system kita dengan memperbanyak membaca Alquran dan berdo’a.*

_Yuuks baca Surat Al Kahfi._

Agus Nugroho CT.NLP

‌_Bagi yang ingin menyimak sharing tentang berbagai konsep pemberdayaan diri bisa bergabung pada grup berikut ini:_
https://chat.whatsapp.com/ChCLlMj6vg97fTDXs9m2a0

Aku

Sebab shalat ku masih jauh dari khusyu,
infaq dan sedekahku masih berhitung tentang ikhlas,
dan do’aku masih banyak berharap dunia.
Semoga Allah menerima setiap niat baik ini.
Jika bumi bukan pelabuhan terbaik, semoga syurga menjadi dermaga terindah.

Luasnya langit dan sandal jelek

Untuk masalah ibadah baiknya kita sering-sering melihat langit, luas tak berbatas. Karena seluas itulah dosa yang kita perbuat, maka sebanyak mungkin kita mencoba memperbaiki diri.

Namun boleh pula sesekali dalam hal kekayaan kita melihat barisan sandal yang berjejer di emperan teras masjid. Ada yang bagus dan ada yang jelek. Namun bisa jadi semuanya menghantarkan kita ke SyurgaNya.

Tentang Keutamaan Adab daripada Ilmu


Saya masih panasaran dengan buku yang saya baca pekan lalu mengenai Adab lebih utama daripada ilmu, lalu ternyata saya menemukan banyak sekali riwayat dari para sahabat dan para ulama tentang keutamaan adab dari pada ilmu. Sepertinya saya mungkin salah satu dari murid yang dulu pernah menertawai kekurangan dari guru saya. Tidak ada manusia yang sempurna termasuk para guru dan ulama. Namun dalam Islam keluhuran budi pekerti dan akhlaq adalah lebih utama, sebab bisa jadi ilmu duniawi kita banyak, sekolah dan pendidikan kita tinggi, tanpa ada, budi pekerti dan akhlaq maka semua apa yang kita pelajari tidak ada artinya lagi.

Selepas membaca ini saya memohon ampun kepada Allah SWT jika saya pernah menertawai kekurangan para guru yang telah banyak mengajar mendidik dan membimbing saya. Saya takut jika ilmu yang saya dapat selama ini menjadi tidak barokah dalam keseharian saya.

Berikut ini beberapa kutipan para ulama mengenai Keutamaan Adab daripada Ilmu.
1. Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
2. Seorang ulama, Yusuf bin Al Husain berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
3. Seorang Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”
4. Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya. Ibnul Mubarok berkata “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
5. Ibnu Sirin berkata,“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”
6. Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok, “Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.
7. Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata, “Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.”
8. Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata, “Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”
9. Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini.
10. Imam Abu Hanifah berkata,“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” (Al Madkhol, 1: 164)
11. Di antara yang mesti kita perhatikan adalah dalam hal pembicaraan, yaitu menjaga lisan. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).
Yang kita saksikan di tengah-tengah kita, kita lebih banyak “Talk more, do less (banyak bicara, sedikit amalan)”. Astagfirullah…

~Ruang kelas kosong 24102019~

Perang Hoax di Era Arus media cepat

Hoax sudah menjadi makanan keseharian, mengapa? Karena hoax ada akibat adanya kepentingan suatu pihak. Perang Hoax di Era Arus media cepat sangat memungkinkan terjadi sebagai sebuah sarana perperang opini.

Tahukan anda bahwa Hoax itu:
1. *Dapat dibuat oleh pihak ketiga* yang mempunyai kepentingan khusus, bisa memang untuk memecah belah dan mengambil keuntungan dari kindisi tersebut.

2. *Dapat dibuat oleh lawan politik* strategi ini sengaja sebagai media propaganda untuk memojokan lawan. Logika berita itu jika menguntungkan suatu pihak, maka pihat tersebut akan viral meneruskan broadcast nya kepada siapapun, padahal itu lah yang diinginkan oleh si pembuat. Suatu saat akan memojokan si penyebar info, dan si pembuat mengambil keuntungan dari kejadian tersebut.

3. *Dapat dibuat oleh pihak yang memang bertujuan menyerang.* Sejarah mencata Psi war (Psicologhy War)/perang psikologi/perang urat syaraf/perang isi telah terjadi dari zaman dahulu, ketika perang dunia terjadi, ketika blok barat dan tikur berseteru, ketika Amerika dan Rusia berkonflik, maka berang ini terjadi. Dan tidak jarang pola menyetir isu dilakukan secara masuf dengan menggunakan media masa yang pro.

Perlu diketahui, secara umum sebuah organisasi resmi melembaga pasti tidak mungkin menggunakan cara kotor dengan menyebar berita hoax, tapi bukan tidak mungkin juka person yang membuat dan membentuk satuan atau unit khusus untuk melakukan operasi tersebut. Dan itu bisa siapa saja karena sangat mudah.

Dari uraian diatas kiranya perlu kita berhati-hati untuk menyebarkan berita, sebab bisa jadi berita yang kita sebarkan tidak valid baik sumber maupun kebenarannya.

Dilain pihak ada juga orang yang menghakimi orang lain yang kedapatan menyebarkan hoax, meskipun si penyebar adalah “korban” juga. Sehingga penting kiranya untuk saling mengingatkan. Sebab sasaran si pembuat hoax adalah si penyebar berita dan juga orang yang turut serta “menghakimi” si penyebar berita. Klop jika itu terjadi.

Selamat belajar baraya semua.

Salam,
Kamis nyunda _ Agus Nugroho

Ketika kami memunguti tanginsanmu

Peganglah erat nak…
Aku tau kau telah lama ingin bertemu dengan kami
Melihat indahnya dunia ini…

Peganglah erat nak…
Allah telah menakdirkanmu singgah di bumi ini…
Semoga menjadi persinggahan kita untuk menuai amal ketika kembali kepadaNya…

Peganglah erat nak…
Dan pecahkan keheningan ini dengan tangisanmu,
Biarkan berserak menjadi keping kebahagiaan yang akan kami punguti satu persatu…

Peganglah erat nak…
Dan selamat datang didunia ini
Lalu ucapkan Assalamualaikum kepada segenap alam…

**
Bandung, 28 Juni 2018

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 506.292 hits

My Photos gallery