//
archives

Renungan

This category contains 42 posts

Perang Hoax di Era Arus media cepat

Hoax sudah menjadi makanan keseharian, mengapa? Karena hoax ada akibat adanya kepentingan suatu pihak. Perang Hoax di Era Arus media cepat sangat memungkinkan terjadi sebagai sebuah sarana perperang opini.

Tahukan anda bahwa Hoax itu:
1. *Dapat dibuat oleh pihak ketiga* yang mempunyai kepentingan khusus, bisa memang untuk memecah belah dan mengambil keuntungan dari kindisi tersebut.

2. *Dapat dibuat oleh lawan politik* strategi ini sengaja sebagai media propaganda untuk memojokan lawan. Logika berita itu jika menguntungkan suatu pihak, maka pihat tersebut akan viral meneruskan broadcast nya kepada siapapun, padahal itu lah yang diinginkan oleh si pembuat. Suatu saat akan memojokan si penyebar info, dan si pembuat mengambil keuntungan dari kejadian tersebut.

3. *Dapat dibuat oleh pihak yang memang bertujuan menyerang.* Sejarah mencata Psi war (Psicologhy War)/perang psikologi/perang urat syaraf/perang isi telah terjadi dari zaman dahulu, ketika perang dunia terjadi, ketika blok barat dan tikur berseteru, ketika Amerika dan Rusia berkonflik, maka berang ini terjadi. Dan tidak jarang pola menyetir isu dilakukan secara masuf dengan menggunakan media masa yang pro.

Perlu diketahui, secara umum sebuah organisasi resmi melembaga pasti tidak mungkin menggunakan cara kotor dengan menyebar berita hoax, tapi bukan tidak mungkin juka person yang membuat dan membentuk satuan atau unit khusus untuk melakukan operasi tersebut. Dan itu bisa siapa saja karena sangat mudah.

Dari uraian diatas kiranya perlu kita berhati-hati untuk menyebarkan berita, sebab bisa jadi berita yang kita sebarkan tidak valid baik sumber maupun kebenarannya.

Dilain pihak ada juga orang yang menghakimi orang lain yang kedapatan menyebarkan hoax, meskipun si penyebar adalah “korban” juga. Sehingga penting kiranya untuk saling mengingatkan. Sebab sasaran si pembuat hoax adalah si penyebar berita dan juga orang yang turut serta “menghakimi” si penyebar berita. Klop jika itu terjadi.

Selamat belajar baraya semua.

Salam,
Kamis nyunda _ Agus Nugroho

Iklan

Ketika kami memunguti tanginsanmu

Peganglah erat nak…
Aku tau kau telah lama ingin bertemu dengan kami
Melihat indahnya dunia ini…

Peganglah erat nak…
Allah telah menakdirkanmu singgah di bumi ini…
Semoga menjadi persinggahan kita untuk menuai amal ketika kembali kepadaNya…

Peganglah erat nak…
Dan pecahkan keheningan ini dengan tangisanmu,
Biarkan berserak menjadi keping kebahagiaan yang akan kami punguti satu persatu…

Peganglah erat nak…
Dan selamat datang didunia ini
Lalu ucapkan Assalamualaikum kepada segenap alam…

**
Bandung, 28 Juni 2018

Rohingya mengajarkan kita

pic by bbc.co.uk

Entah setan apa yang ada dikepalanya
Ribuan orang mengungsi
Ratusan orang mati
Diantara lantangnya teriakan pera pendemo dari penjuru dunia
Diantara tangisan wajah lusuh yang entah akan sampai kapan dan dimana
Diantara pekikan takbir

Aku masih bertanya
Entah setan apa yang ada dikepalanya
Ketika segelintir yang berlagak keren dan perhatian terhadap sekitar bilang
Ngapain lu demo, rakyat kita juga masih banyak yang susah
Ngapain lu nyumbang orang jauh
Musafir pun didepan rumah ada
Kenapa Sang Gubernur ikut berdemo
Sementara sungai citarum masih kotor
Atau ada juga ketua ormas yang ringan bilang, ini isu politik untuk mengguncang kepemimpinan seseorang,
Pongah dan sok keren,
Jika bukan dibilang goblok atau buta matahatinya
Masak iya tidak melihat foto dan video yang berleliweran di medsos
Lalu sok bijak menyalahkan pendemo atau orang yang berdonasi.
Jika dalam keyakinan kami
“muslim itu ibarat satu tubuh, jika bagian tubuh yang satu sakit, maka bagian tubuh lain akan merasakannya jua”

Penyataan singat dengan makna yang luar biasa, tidak tersekat oleh jarak dan wilayah.
Jika ada segelintir saja yang berpikir sempit, takut miskin, takut kurang makan. Maka seperti itulah iman mereka.

Jika tidak ada rangkaian kata penjelas yang dimengerti untuk mencari alasan mengapa kita harus membela Rohingya, maka saya akan mengutip tulisan yang biasa disampaikan ketika membela saudara kita di Palestine:
Rohingya mengajarkan kita
Tentang tentang kemanusiaan
Tidak perlu menjadi muslim untuk membela Rohingya, cukup menjadi Manusia (titik).

Nilai sebuah keteladanan

DSCN0061

Seorang ustadz berbincang dengan sesama ustadz…
Ustadz kan sudah sepuh tapi kenapa ketika halaqah tidak membiarkan para mutarobbi untuk datang saja kerumah ustadz?

Kemarin ketika jadi panitia baksos ustadz datang ketempat kegiatan, ikut menyambut masyarakat yang hadir dan akrab berbincang?

Ketika ta’limat mabit grup bulan kemarin ustadz mengajak binaan untuk mabit di masjid kampung tempat yg cukup jauh?

Dan ketika mukhoyam kemarin ana tahu ustadz lelah dan sedang tidak fit, namun tetap berangkat ikut bermalam dialam dan berjalan turun naik bukit walaupun 3/4 jalan ustadz harus ikut team kesehatan ke camp istirahat.

Baca lebih lanjut

Tentang KPK versus Polisi Jilid 3

Curcol malem, sambil ngopi.

Muak sekali nonton TV malam ini 16/02/2015 sebab jika benar apa yang saya tuliskan dibawah ini, maka sejarah mencatat seorang pemimpin yang naik ke tahta pimpinan dengan penuh akal bulus kebohongan.

Tentang #KPKvsPOLRI

1. Kita bangga mempunyai lembaga seperti KPK.
2. KPK lahir dari nafas Reformasi yg digulirkan Rakyat’98
3. Lembaga anti rasuah yg diharapkan dpt menjalankan amanat Reformasi bangsa ini.
4. Semua berharap bahwa KPK adalah lembaga yg turut menegakan keadilan.
5. Siapa yg salah jika terjadi benturan
6. Polisi adalah lembaga penegak hukum dan penjaga stabilitas negara. Pengayom masyarakat.
7. Dan KPK hanyalah lembaga Adhoc
8. Masalahnya sekarang adalah kuatnya kredibilitas KPK dibanding Polisi di mata masyarakat.
9. Wajar karena kepercayaan thdp penegakan hukum pada lembaga polisi dan lembaga level Yudikatif banyak cacat digerus kasus oleh penghuninya.
10. Bagaimanapun KPK hrs didorong ‘baik’ dan polisi sbg lembaga resmi pemerintah hrs terus dibenahi, pastinya lebih sulit, sebab disiplin dan struktur dipolisi berjenjang.
11. Masalah lain adalah masyarakat dengan bentukan opini media menganggap KPK sebagai lembaga TUHAN, tidak mungkin salah dan konyolnya di usahakan untuk kebal hukum dengan alasan menghindari kriminalisasi.
12. Azas “Semua sama dimata hukum” akan hilang jika KPK dikenakan hal tsb.
13. Sekali lagi KPK adalah lembaga yang lahir dari Nafas Reformasi ’98, namun pula bukan lembaga Dewa yg tidak mungkin berbuat salah. Baca lebih lanjut

Bocah (Lagu dari Slank)

BocahNgedengerin lagu Slank yang ini pikiran langsung melayang ingat sama masa kecil dulu, pas sekali…

Main dilapang yang luas..main di empang, main dikali, ngejar burung puyuh sama belalang… mancing ikan, nangkep burung.. indah sekali,

Ah bebas sekali bermain dengan alam, setiap saat bisa bercengrama dengan alam, pagi hari sudah berlari kelapang luas, menyibakan rerimbunan rumput dibawah pohon, untuk sekedar mecari jamur-jamu merang yang tumbuh bebas.

Atau pagi hari telah berlarian dilapangan rumput, bermain bola ditemani embun pagi yang membasahi rerumputan hijau. Indah sekali….

up 1 IMG_1386

Atau bermain berlarian menyusuri pematang sawah… sekedar mencari ikan belut, dan kepiting sawah.

Atau sekedar mencari ikan-ikan kecil dikubangan empang bekas mandi kerbau, mencari tutut, keong-keong kecil yang nikmat untuk di hidangkan dengan nasi.

Pikiran masa kecil yang bebas dari berbagai masalah dan penatnya kehidupan… beda dengan saat ini dimana hidup menuntut keras untuk bersaing mencari  makan.

Lalu melupakan alam yang dulu menempa hidup menjadi orang yang bebas.

28 Januari 2014 ** Ingat kampung halaman dan masa kecil**

up 1 IMG_1467

“Insert Foto2 anak-anak yatim yang saya kelola bersama teman-teman di Panti yatim dan Dhuafa Rumah Peduli Umat”

Bocah

by Slank

Bocah bocah kecil tiupkan nada
Seruling bambu
Dendangkan lagu dikeheningan
Alam desa

Bocah-bocah kecil mandi dikali
Dengan penuh canda
Mainkan air di kesejukkan alam desa
Pandangan mata
Dikeheningan alam desa

O ya mereka bahagia
O ya penuh kedamaian

Andaikan mereka tiupkan terompet
Dalam kebisingan suasana kota
Haruskah mereka mandi di dalam kolam
Dalam kesumpekan suasana kota
Haruskah mereka gembalakan ternak
Menyusuri jalan-jalan kota

O ya mereka bahagia
O ya penuh kedamaian

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 484.110 hits

My Photos gallery

Iklan