//
archives

Renungan

This category contains 40 posts

Rohingya mengajarkan kita

pic by bbc.co.uk

Entah setan apa yang ada dikepalanya
Ribuan orang mengungsi
Ratusan orang mati
Diantara lantangnya teriakan pera pendemo dari penjuru dunia
Diantara tangisan wajah lusuh yang entah akan sampai kapan dan dimana
Diantara pekikan takbir

Aku masih bertanya
Entah setan apa yang ada dikepalanya
Ketika segelintir yang berlagak keren dan perhatian terhadap sekitar bilang
Ngapain lu demo, rakyat kita juga masih banyak yang susah
Ngapain lu nyumbang orang jauh
Musafir pun didepan rumah ada
Kenapa Sang Gubernur ikut berdemo
Sementara sungai citarum masih kotor
Atau ada juga ketua ormas yang ringan bilang, ini isu politik untuk mengguncang kepemimpinan seseorang,
Pongah dan sok keren,
Jika bukan dibilang goblok atau buta matahatinya
Masak iya tidak melihat foto dan video yang berleliweran di medsos
Lalu sok bijak menyalahkan pendemo atau orang yang berdonasi.
Jika dalam keyakinan kami
“muslim itu ibarat satu tubuh, jika bagian tubuh yang satu sakit, maka bagian tubuh lain akan merasakannya jua”

Penyataan singat dengan makna yang luar biasa, tidak tersekat oleh jarak dan wilayah.
Jika ada segelintir saja yang berpikir sempit, takut miskin, takut kurang makan. Maka seperti itulah iman mereka.

Jika tidak ada rangkaian kata penjelas yang dimengerti untuk mencari alasan mengapa kita harus membela Rohingya, maka saya akan mengutip tulisan yang biasa disampaikan ketika membela saudara kita di Palestine:
Rohingya mengajarkan kita
Tentang tentang kemanusiaan
Tidak perlu menjadi muslim untuk membela Rohingya, cukup menjadi Manusia (titik).

Iklan

Nilai sebuah keteladanan

DSCN0061

Seorang ustadz berbincang dengan sesama ustadz…
Ustadz kan sudah sepuh tapi kenapa ketika halaqah tidak membiarkan para mutarobbi untuk datang saja kerumah ustadz?

Kemarin ketika jadi panitia baksos ustadz datang ketempat kegiatan, ikut menyambut masyarakat yang hadir dan akrab berbincang?

Ketika ta’limat mabit grup bulan kemarin ustadz mengajak binaan untuk mabit di masjid kampung tempat yg cukup jauh?

Dan ketika mukhoyam kemarin ana tahu ustadz lelah dan sedang tidak fit, namun tetap berangkat ikut bermalam dialam dan berjalan turun naik bukit walaupun 3/4 jalan ustadz harus ikut team kesehatan ke camp istirahat.

Baca lebih lanjut

Tentang KPK versus Polisi Jilid 3

Curcol malem, sambil ngopi.

Muak sekali nonton TV malam ini 16/02/2015 sebab jika benar apa yang saya tuliskan dibawah ini, maka sejarah mencatat seorang pemimpin yang naik ke tahta pimpinan dengan penuh akal bulus kebohongan.

Tentang #KPKvsPOLRI

1. Kita bangga mempunyai lembaga seperti KPK.
2. KPK lahir dari nafas Reformasi yg digulirkan Rakyat’98
3. Lembaga anti rasuah yg diharapkan dpt menjalankan amanat Reformasi bangsa ini.
4. Semua berharap bahwa KPK adalah lembaga yg turut menegakan keadilan.
5. Siapa yg salah jika terjadi benturan
6. Polisi adalah lembaga penegak hukum dan penjaga stabilitas negara. Pengayom masyarakat.
7. Dan KPK hanyalah lembaga Adhoc
8. Masalahnya sekarang adalah kuatnya kredibilitas KPK dibanding Polisi di mata masyarakat.
9. Wajar karena kepercayaan thdp penegakan hukum pada lembaga polisi dan lembaga level Yudikatif banyak cacat digerus kasus oleh penghuninya.
10. Bagaimanapun KPK hrs didorong ‘baik’ dan polisi sbg lembaga resmi pemerintah hrs terus dibenahi, pastinya lebih sulit, sebab disiplin dan struktur dipolisi berjenjang.
11. Masalah lain adalah masyarakat dengan bentukan opini media menganggap KPK sebagai lembaga TUHAN, tidak mungkin salah dan konyolnya di usahakan untuk kebal hukum dengan alasan menghindari kriminalisasi.
12. Azas “Semua sama dimata hukum” akan hilang jika KPK dikenakan hal tsb.
13. Sekali lagi KPK adalah lembaga yang lahir dari Nafas Reformasi ’98, namun pula bukan lembaga Dewa yg tidak mungkin berbuat salah. Baca lebih lanjut

Bocah (Lagu dari Slank)

BocahNgedengerin lagu Slank yang ini pikiran langsung melayang ingat sama masa kecil dulu, pas sekali…

Main dilapang yang luas..main di empang, main dikali, ngejar burung puyuh sama belalang… mancing ikan, nangkep burung.. indah sekali,

Ah bebas sekali bermain dengan alam, setiap saat bisa bercengrama dengan alam, pagi hari sudah berlari kelapang luas, menyibakan rerimbunan rumput dibawah pohon, untuk sekedar mecari jamur-jamu merang yang tumbuh bebas.

Atau pagi hari telah berlarian dilapangan rumput, bermain bola ditemani embun pagi yang membasahi rerumputan hijau. Indah sekali….

up 1 IMG_1386

Atau bermain berlarian menyusuri pematang sawah… sekedar mencari ikan belut, dan kepiting sawah.

Atau sekedar mencari ikan-ikan kecil dikubangan empang bekas mandi kerbau, mencari tutut, keong-keong kecil yang nikmat untuk di hidangkan dengan nasi.

Pikiran masa kecil yang bebas dari berbagai masalah dan penatnya kehidupan… beda dengan saat ini dimana hidup menuntut keras untuk bersaing mencari  makan.

Lalu melupakan alam yang dulu menempa hidup menjadi orang yang bebas.

28 Januari 2014 ** Ingat kampung halaman dan masa kecil**

up 1 IMG_1467

“Insert Foto2 anak-anak yatim yang saya kelola bersama teman-teman di Panti yatim dan Dhuafa Rumah Peduli Umat”

Bocah

by Slank

Bocah bocah kecil tiupkan nada
Seruling bambu
Dendangkan lagu dikeheningan
Alam desa

Bocah-bocah kecil mandi dikali
Dengan penuh canda
Mainkan air di kesejukkan alam desa
Pandangan mata
Dikeheningan alam desa

O ya mereka bahagia
O ya penuh kedamaian

Andaikan mereka tiupkan terompet
Dalam kebisingan suasana kota
Haruskah mereka mandi di dalam kolam
Dalam kesumpekan suasana kota
Haruskah mereka gembalakan ternak
Menyusuri jalan-jalan kota

O ya mereka bahagia
O ya penuh kedamaian

Jejak-jejak Kecil Menuju Semeru

IMG_0928Tulisan-tulisan ini terkumpul pada dinginnya malam, lelahnya kaki dan pegalnya bahu, dalam perjalanan meniti setiap bukit dan jalanan setapak.

Berderet pada layar handphone tertulis huruf demi huruf, mewakili suasana hati saat terseok meniti waktu.

Sekedar membukukan ulang bersama foto yang mewakilinya, semoga ada pelajaran dari renungan kecil ini, bukan untuk berbangga, namun mencoba melunakan hati yang kerap angkuh lupa akan kuasaNya.

Mendaki bukan untuk berbangga-bangga, sebab setinggi gunung apapun yang kita daki, tetaplah, “diatas gunung ada gunung”, dan setinggi-tingginya sesuatu hanya Dia yang kuasa akan segalanya.
Mendaki adalah mendekatkan diri kepadaNya melalui ciptaanNya, bukan merupakan pelarian dan berlepas lelahnya dari menjalani hidup.

Bentangan langit biru yang luas, hijaunya alam, dinginnya malam serta hangatnya mentari pagi adalah teman untuk menempa diri, mencoba menjadi kuat dengan mendekap KuasaNya.

Dekaplah alam, sebagi teman dan shahabat, sebab dia adalah guru yang sangat berharga yang tanpa bosan akan mengajarkan kepada kita akan makna hidup dan kerasnya sebuah perjuangan.

Jejak-jejak kecil menuju Semeru
28 Desember 2013 – 3 Januari 2013

Kenapa kau langkahkan kakimu
meninggalkan rumahmu yang nyaman?
Kenapa kau tinggalkan peraduanmu dan
tarik selimut hangatmu?
Kenapa kau bersusah payah berjalan dalam
kegelapan?
Kenapa kau cari suasana sepi dan dingin?
Kenapa kau biarkan matamu banyak
terbuka menahan kantuk?
Kenapa kau biarkan dirimu lelah menahan
sakitnya kaki dan pegalnya pundakmu?
Jawabku adalah, sebab terlalu sayang
waktuku hilang untuk tidak menikmati dan
mensyukuri betapa besar ciptaanNya.

Sebuah keheningan yang mendekatkan ku kepadaNya, disini..diatas tanah yg kupijakan ini.

Bukanlah gunung tinggi yg telah kau takhlukan, manakala kakimu perpijak ditanah yang paling tinggi.
Namun dirimulah yg telah kau takhlukan.
Kau takhlukan ketakutanmu…
kau takhlukan rasa lelahmu…
Kau takhlukan rasa malasmu…
Kau takhlukan jiwa lemah dan mental pengecutmu…

Namun tetap ingat, bahwa setinggi-tingginya gunung yg kau daki, masih ada Dia yg lebih tinggi.

Adalah perjuangan yg dapat melupakanmu dari rasa lelah saat mendaki…
Adalah kerja keras dan kaki yg kuat yang dapat membuat kau lupa akan lamanya waktu dan tingginya jalan yang dilalui…

Bukanlah kaki ini yang membuatku sampai disini
Bukanlah tangan ini yang kuat meraih keatas
Bukanlah tubuh ini yang membawa raga ini berpijak diatas
Namun Dia yang mengajakmu untuk terus melangkah…melangkah dan melangkah untuk menikmati sajian keindahanNya.

Biarkan Dia menyapa mu dalam keheningan, sebab dalam keheningan ini pun Dia lebih tahu dari apa yang kau inginkan.

Bicaralah kepadaNya dalam keheningan ini, dengan lirih dan penuh harap, berilah kekuatanMu untuk mengarungi perjalanan panjang ini.

Bahwa tanah yang kau pijak ini adalah sebagian kecil saja dari kuasanya. Untuk itu tundukan lah jiwa dan ragamu dihadapanNya.

Boleh saja kita mendengar banyak suara ditengah keramaian, namun sedikit sekali makna yg kau dapatkan. Biarkan hening yg membisikanmu beberapa bait kata. Namun kaya akan makna yang akan kau ingat.

Setiap jiwa akan membutuhkan waktu untuk beristirahat, dan sambutlah dia dengan sukacita manakala dia datang.

Kenapa banyak yang yang berteriak cinta namun membisu dalam makna, mengapa mereka bertepuk dada sebagai pahlawan namun tidak dalam nyata. Jangan kau tanya kenapa Dia marah dan tidak tersenyum ramah kepadamu.

Biarkanlah keheningan ini yang mengajarkanmu berjiwa besar
Biarkanlah keheningan ini yang membuatmu tunduk dalam kesederhanaan
Biarkanlah keheningan ini yang memberimu kekuatan saat kau berpijak dikeramaian
Biarkan keheningan ini yang menyampaikan betapa Maha Kuasa Nya Dia.

Ketika ku menemukanMu dikeheningan ini, dan biarkanlah sesaat ku memeluk AgunganMu

Seluas bentangan langit yang kulihat dari pijakan kaki ini, tak berawal dan tak berbatas, seperti CintaMu kepada kami. Alhamdulillahirabbil a’lamiin

Biarkan mata ini memandang putihnya bentangan kabut langitMu, mengagumi kuasa dan kebesaranMu.

Ketika keheningan lebih banyak memberimu makna. Maka biarkan Dia menyapamu, sebagai yang maha penyaji atas kuasa ciaptaanNya.

Sebagaimana badai yg pergi menghilang, maka akan ada langit yang cerah bersinar
Begitupula senyum kita yg terpancar ketika kaki menginjakan kaki di puncak tujuan.
Alhamdulillah, jika bukan karena kuasaMu, maka kaki kecil ini tak akan sanggu melangkah.

Sepertihalnya jalan hidup yg tidak mungkin selalu lurus.
Maka kami temui jalan yg terjal mendaki, kelokan dan jurang, terpaan angin dan panas, pijakan yg rapuh dan langit yg berembun.
Jalanan yg licin serta angin yg menghempaskan.
Segala sesuatu harus diraih bukan dengan harga murah, namun dengan kerja keras dan keyakinan.

Sebagaimana keheningan dan gelapnya malam, maka yakin karena semakin gelap malam maka sebentar lagi pagi akan menjelang.
Maka keheningan dan kegelapan akan berubah menjadi keramaian dan cahaya.

Sebagai mana embun yang bertugas menghiasi pagi, mereka kecil, namun tanpanya kesejukan pagi akan hilang, maka jadilah manusia yg bemberi sekecil apapun.

Hanya Dia yg diatas dan kaki ini yg akan menghantarkan tubuh ke atas. Bukan karena kaki dan badanmu.

Alam bukan untuk dilawan
Namun dekaplah dia sehingga hangat dan dinginnya menyatu dalam diri, biarkan Dia menyapa dengan riuhnya angin yang damai, serta heningnya yang menguatkan.

Hanya kaki yg kuat, mata yg selalu terjaga, pikiran yang terus berpacu yg akan menghantarkan kita menuju puncak.

Ada dingin, ada angin, dan Ada panas,
Semua hilang berganti dengan senyuman tatkala kaki kita menginjakan kaki di atas tanah ini.

Biarkan hening sesaat menemanimu
Sebab dalam hening ini ada energi besar yg kita dapat.

Setiap perjalanan pastilah ada tujuan,
Sejenak kau berhenti, untuk sekedar melepas lelah, dan segeralah bergegas, sebab perjalanan harus terus dilanjutkan

Mendaki ciptaanMu saja kami tidak sanggup ya Allah
Apalagi kami ingin melawan kuasaMu
Tundukannlah hati ini ya Allah
Namu kuatkanlah kaki kami sekokoh ciptaanMu

Bagi yang ingin melihat Album pendakian chapter tentang Reungan ini bisa di download disini : Lebih dekat denganMu diatas sana

Hanya cinta

Hanya cinta kepadaNya yang dapat memaafkan dengan ikhlas, dan hanya cinta kepadaNya pula yang dapat memberi kekuatan untuk memaafkan.

Bagian dari yang paling sulit untuk dilakukan adalah meminta maaf dan memaafkan. Setiap orang pastilah pernah melakukan kesalahan, dan dia berharap untuk dimaafkan. Setiap orang berhak untuk marah, namun hendaknya luluh untuk segera memaafkan. Jika kita yang melakukan salah, pastilah kita berharap untuk dimaafkan, Dan jika kita pada posisi untuk memaafkan, beribu alasan berkata bahwa kita benar, tanpa berpikir bahwa kita pula bisa jadi berbuat salah.

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery