//
archives

Teaching & Presentation

This category contains 6 posts

Peningkatan Kecerdasan Literasi Digital sebagai upaya untuk Menangkal Berita Hoax

Tugas orangtua adalah menyiapkan anak menghadapi zamannya. Kita sebagai orangtua harus menyiapkan diri untuk membimbing anak dalam menghadapi era digital saat ini.

Agus Nugroho S.Pd, MT

Guru Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Cimahi

antihoax

Foto: Sumber Antaranews.com

Era Arus Tsunami Informasi

Perkembangan Teknologi informasi dan media sosial memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan cepat. Media sosial menjadi peranan penting dalam mendistribusikan sebuah informasi. Generasi digital mempunyai karakteristik dimana mereka aktif dalam media sosial seperti facebook, twitter, path, instagram, youtube, dan lain-lain. Generasi ini mempunyai sikap yang cenderung lebih terbuka, blak-blakan, serta berfikir lebih kritis dan agresif. Mereka memilih berekspresi bebas di sosial media dan tidak menyukai jika harus diatur atau dikekang. Media komunikasi seperti handphone, tablet dan smart komputer lainnya menjadi teman keseharian mereka, secara fisik mereka akan tampak autis dan menyendiri, namun kenyataannya pikiran mereka tengah berjalan menelusuri sisi kehidupan baru yang disebut dengan dunia maya.

Baca lebih lanjut

Iklan

What do you think?

what-do-you-think-asian-businessman-write-text-wall-48839751

Hari ini saya mendapatkan keyword baru yaitu “What do you think?”, salah seorang rekan baru dalam FGD dikdas Kemdiknas (DR.Suud Karim) bercerita, ketika dia berkunjung ke salah satu sekolah dasar di Eropa dan berkesempatan masuk kelas, salah seorang siswa dikelas itu bertanya kepada rekan saya tersebut dengan pertanyaan,

“Where do you come from?”

Rekan saya sebenarnya menjawab sederhana, “What do you think?“.

Jawaban sekaligus pertanyaan sederhana tersebut ternyata kemudian mengundang kepenasaran dari anak-anak yang ada dikelas tersebut. Rekan saya berlalu dari kelas tersebut, sementara anak-anak yang ditinggalkan sibuk berdiskusi dengan temannnya tentang dari masa asal rekan saya tersebut.

Mereka berdiskusi, mengeluarkan peta, mencari data dari internet tentang kemungkinan asal negara rekan saya. Ketika rekan saya lewat kembali ke kelas tersebut, anak-anak ramai memanggilnya. Salah satunya kurang lebih mereka berkata,

“DR. Karim, I know where you come from, you are form asia. Indonesia is your country, near of philiphina, thailand and singapore”.

Baca lebih lanjut

What should you do before teaching?

“If I had eight hour to chop-down a tree,I’ll spend six to sharpen my ax.” (Abraham Lincoln).

May be that words is important for us, expecially before we give the class.

Jika kita naik panggung tanpa persiapan, maka bersiaplah untuk turun panggung dengan kekecewaan. Demikian juga kata-kata bijak kita mengatakan, bahwa persiapan adalah penting sebelum kita melakukan presentasi. Memahami apa yang akan kita sampaikan akan memberikan rasa penghormatan tersendiri dari audience terhadap kita.

Anda sedikitnya pasti merasa kecewa ketika ada seseorang yang memberikan pelajaran kepada anda tetapi dia baru mencoba apa yang dia sampaikan didepan anda. Bagi anda yang mengajar, kejadian seperti itu mugkin suatu saat akan dialami oleh anda. Mungkin karena kesibukan anda lalai untuk mempersiapkan diri, tapi jangan patah arang. Anda bisa mencari solusi dari masalah tersebut, diantaranya :

1. Batasi masalah yang akan anda bahas.

2. Bahas secara Global terlebih dahulu.

3. Terapkan sistem diskusi, biarkan mereka berdiskusi untuk memahami    (jangan terlalu mendalam), dan sementara nada bisa belajar juga.

Teaching is a work of Hearth

prod15330_lg.jpg 

Hanya sekedar catatan dari sekian lama melakukan aktivitas mengajar. Terkada orang hanya mempersepsikan kalau mengajar itu hanya sekedar aktivitas fisik dalam mengajarkan materi.  Menyiapkan materi dirumah, datang ke ruang mengajar, menyampaikan materi dan selesai.

Namun ada hal lain yang ternyata membuat mengajar menjadi tidak sesimpel yang dibayangkan seperti tadi. Adakalanya ditengah tahapan tersebut kita menghadapi masalah yang tidak sedikit menggoyahkan orientasi kita dalam mengajar.

sebagai contoh kita sering dihadapkan pada masalah:

1. Anak susah memahami pelajaran

2. Anak bandel dan nakal

3. Anak tidak pernah mengerjakan tugas

4. dll

teaching9.gif

Tiga contoh di atas hanya sebagian kecil dari permasalahan mengajar yang sering dihadapi. Dari kasus diatas sebenarnya kita seharusnya sudah bisa memahami bahwa mengajar ternyata bukan hanya pekerjaan yang hanya melibatkan fisik dan nalar. Lebih itu mengajar juga memerlukan kesiapan kita dari sisi mental. Kelapangan hati kita untuk menyadari bahwa mengajar adalah pekerjaan hati juga. “Teach is a working of hearth”.

Kesadaran akan pemahaman bahwa pengorbanan ‘hati’ kita merupakan bagian dari pekerjaan mengajar itu sendiri.

 Diperlukan adanya ketenangan dan kefahaman akan orientasi kita dalam mengajar. Luangkan waktu dan reorientasikan diri anda setiap saat untuk selalu menyegarkan pemikiran kita. Konsentrasikan untuk mencari solusi dari permasalahan itu dan bukan meratapinya.

wallahu’alam bisshawab.

Learning Strategic

tll-strategic-teaching-diag.gif

Basic Teaching Skill

HOW TO

  1. Buka penutup kita
  2. Membuka penutup peserta
  3. Melakukan pendekatan
  4. Menyampaikan materi/ mentransfer air
  5. Mengevaluasi

A. Membuka Penutup Kita

1. Persiapan: Ruh (kejelasan & keikhlasan niat)

Akal

Jasad/fisik

Emosional (proses mengkarakterkan materi/proses integritas)

2. Merancang pendekatan (learning plan):

Tujuan

Organisasi bahan: materi, catatan, dll

Metode

Agenda

B. Membuka Penutup Peserta

Ice breaking (awalnya membuat peserta enjoy dulu)

Humor

Gambar (77% penelitian menunjukkan bahwa orang

Ta’aruf cenderung belajar dgn gaya visual)

Bertanya

* Pernyataan retoris

* Dan lain sebagainya

C. Pendekatan

1. Andragogi (mengajar sesuai kebutuhan/situasional/just in time learning) – stok ilmu hrs lebih banyak

– Peserta: remaja/dewasa

– Metode problem solving

2. pedagogi (direksional/subject oriented) – peserta: anak2

D. Menyampaikan Materi

1. Komunikasi Efektif: Verbal (mengoptimalkan fungsi mulut) Non-Verbal (menghindari mmh…mmh)

Simulasi: in pair, ngobrol tanpa mengangkat gigi

* Komunikasi Non-Verbal

    1. Kontak mata (menembus batas komunikasi)

Tips: – peserta hrs ditatap semua

– Masing-masing max 3 detik

– Jangan terlalu lama atau terlalu sebentar

– jangan terpaku pd seseorang

– dengan tatapan yg lembut

Simulasi: in pair, saling menatap mata selama 2 menit tanpa ekspresi

    1. Ekspresi Wajah
    2. Suara (variasi kecepatan, nada, volume)

70% bahasa tubuh

7% kata2

38% nada, suara

Simulasi: latihan bernasyid didepan cermin tanpa

mengeluarkan suara.

Kendala: Kemonotonan (karena grogi) – tarik nafas & lepaskan beban yang ada.

    1. Gerak Tubuh

Gerak tangan

Tips: – telapak tangan jangan menghadap ke dalam

– Disesuaikan dgn materi pembicaraan

– Jangan melakukan hal2 dgn benda2 lain

e. Sosok (postur)

Berdiri pd 2 kaki yg menumpu/menyangga badan dgn Baik “Dlm proses pembelajaran semuanya Bicara”

2. Sistematika Penyampaian

– Katakan pd mereka apa yang akan kita lakukan

– Katakan pd mereka

– Katakan pada mereka apa yang sudah kita katakan

Mengajar Efektif (deduktif – global baru rinci)

3. Fasilitasi Gaya Belajar Peserta

– Visual (tulis, handout, baca sendiri)

– Auditorial (hrs diajarkan terlebih dahulu, mendengarkan)

– Kinestetik (hrs dipraktekkan terlebih dahulu,dll)

4. Menggunakan Media

5. Jaga Mood (Suasana Hati)

“Teaching is the Work of Heart”

Setiap harinya ada 4000 lintasan pikiran, 4/menit, jaga agar suasana hati tidak terpengaruh oleh lintasan-lintasan pikiran tersebut

6. Tips Membuka

– Hati-hati dengan 7 menit pertama

– Awal yang baik = setengah dari kesuksesan

– Peserta dapat mendengarkan dgn efektif hanya dalam 15 menit dan kesananya menurun, oleh karena itu usahakan utk jeda setiap 15 menit sekali

– Jangan meminta maaf di awal acara (mempengaruhi mood peserta)

– Jangan mendiskon diri (merasa tdk mampu, tdk layak, dll)

– Pusatkan perhatian peserta di awal acara (ice breaking)

7. Tips Menutup

– Tutuplah dengan penuh semangat

– Tutuplah pd saat ANTUSIASME PESERTA SDNG TINGGI

– Jangan bertele-tele dgn kata-kata penutup

– Tutup dgn memberi/mengalirkan motivasi kita

Catatan:

* Hal yg mudah kita sampaikan adlh hal yang sudah pernah kita lakukan

* Ketika hrs mengisi & kita tanpa persiapan:

1. Tujuan

2. Materi

3. Evaluasi

4. Metode

5. Media

6. Teknologi

* Metode & kapasitas yg dpt tertangkap o/ otak

Read 20%

Hear 30%

See 40%

Speak 50%

Do 60%

ISTIQOMAH Teaching Model

Imagination : bangkitkan imajinasi (ke depan) peserta sblm materi disampaikan

Student center : sesuai kebutuhan siswa, semaksimal mungkin

mengaktifkan seluruh indra peserta (Trainer = one stop

shopping/ Palu Gada “ apa yg Lu mau, Gua Ada”)

Technology : kreativitas (secepat mungkin mencapai tujuan)

Intervention : masuk ke wilayah peserta (sangat mempengaruhi pencapaian tujuan)

Queastion & Answer: “Ilmu itu gudang, kuncinya adlh dgn bertanya” (4 Wife + 1 Husband)

Organization : kerapihan

Motivation 3x : lakukan berulang2

Application : diarahkan bgmn nanti mengaplikasikannya dilapangan

Heart : spiritual

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 424,917 hits

My Photos gallery