//
archives

akhlaq

This tag is associated with 4 posts

Aku

Sebab shalat ku masih jauh dari khusyu,
infaq dan sedekahku masih berhitung tentang ikhlas,
dan do’aku masih banyak berharap dunia.
Semoga Allah menerima setiap niat baik ini.
Jika bumi bukan pelabuhan terbaik, semoga syurga menjadi dermaga terindah.

Luasnya langit dan sandal jelek

Untuk masalah ibadah baiknya kita sering-sering melihat langit, luas tak berbatas. Karena seluas itulah dosa yang kita perbuat, maka sebanyak mungkin kita mencoba memperbaiki diri.

Namun boleh pula sesekali dalam hal kekayaan kita melihat barisan sandal yang berjejer di emperan teras masjid. Ada yang bagus dan ada yang jelek. Namun bisa jadi semuanya menghantarkan kita ke SyurgaNya.

Tentang Keutamaan Adab daripada Ilmu


Saya masih panasaran dengan buku yang saya baca pekan lalu mengenai Adab lebih utama daripada ilmu, lalu ternyata saya menemukan banyak sekali riwayat dari para sahabat dan para ulama tentang keutamaan adab dari pada ilmu. Sepertinya saya mungkin salah satu dari murid yang dulu pernah menertawai kekurangan dari guru saya. Tidak ada manusia yang sempurna termasuk para guru dan ulama. Namun dalam Islam keluhuran budi pekerti dan akhlaq adalah lebih utama, sebab bisa jadi ilmu duniawi kita banyak, sekolah dan pendidikan kita tinggi, tanpa ada, budi pekerti dan akhlaq maka semua apa yang kita pelajari tidak ada artinya lagi.

Selepas membaca ini saya memohon ampun kepada Allah SWT jika saya pernah menertawai kekurangan para guru yang telah banyak mengajar mendidik dan membimbing saya. Saya takut jika ilmu yang saya dapat selama ini menjadi tidak barokah dalam keseharian saya.

Berikut ini beberapa kutipan para ulama mengenai Keutamaan Adab daripada Ilmu.
1. Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
2. Seorang ulama, Yusuf bin Al Husain berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
3. Seorang Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”
4. Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya. Ibnul Mubarok berkata “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
5. Ibnu Sirin berkata,“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”
6. Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok, “Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.
7. Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata, “Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.”
8. Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata, “Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”
9. Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini.
10. Imam Abu Hanifah berkata,“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” (Al Madkhol, 1: 164)
11. Di antara yang mesti kita perhatikan adalah dalam hal pembicaraan, yaitu menjaga lisan. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).
Yang kita saksikan di tengah-tengah kita, kita lebih banyak “Talk more, do less (banyak bicara, sedikit amalan)”. Astagfirullah…

~Ruang kelas kosong 24102019~

Hilang…

Ada sesuatu yang hilang dari sekolah ini. Dulu aku melihat bagaimana mereka santun ketika bertemu dengan orang yang tidak dikenal sekalipun, apalagi ketika bertemu dengan gurunya. Mereka begitu ta’zim (menghormati guru). sapa mereka dan senyum mereka selalu menghiasi sekolah ini.
Ucapan salam ketika mereka bertemu dengan guru kerap terdengar. Disiplin yang tinggi, kepolosan dan kerendah hatian mereka di luar kelebihan mereka membuat orang salut dengan siswa dan siswinya. Semuanya berebut untuk masuk sekolah ditempat ini.
Namun kini lain ceritanya. Kenapa ada yang berani berkata anjing kepada sesama temannya tanpa rasa malu, meskipun saat itu ada guru yang lewat didepan mereka.
Mengapa kini mereka bercanda dan tertawa terbahak-bahak sambil mengucapkan kata sumpah serapah kepada sesama temannya. Padahal saat itu ada guru yang tengah lewat didepan mereka.
Dulu dengan kesederhanaan mereka bisa sukses hingga kini banyak yang telah ‘menjadi orang’ dibeberapa perusahaan terkenal. Dulu dengan keterbatasan membuat mereka berfikir bagaimana untuk maju sehingga terkadang memang saya malu. Mereka lebih pintar dari saya!. Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 506.292 hits

My Photos gallery