//
archives

anxie

This tag is associated with 3 posts

63. Pola makan untuk penderita Gerd (1) Hindari pantangan pokok

Hindari pantangan pokok.

Faktor makanan merupakan hal penting dalam proses penyembuhan Gerd. Kunci utamanya adalah DISIPLIN dalam menjalaninya. Menghindari makanan yang menjadi pantangan merupakan keharusan jika ingin proses penyembuhan berjalan cepat. Beikut ini beberapa pantangan yang disarankan dokter diantaranya:

1. Makanan dan minuman tinggi lemak

2. Makanan yang digoreng
3. Cokelat
4. Kopi
5. Soda
6. Alkohol
7. Makanan pedas
8. Makanan asin
9. Buah citrus
10. Tomat

 

Yang menjadi masalah adalah kebiasaan kita yang mengalami gerd adalah cocokologi makanan diluar hal diatas secara lebih spesifik. Kita kerap bertanya kepada orang lian yang juga sama menderita Gerd dengan pertanyaan ?
Kalau makan ini boleh ngak ya? , atau saking ketakutannya akhirnya kita tidak memakan apa-apa dan memilih makanan yang aman saja. Akhirnya kita secara psikologis tersiksa karena banyak sekali manana enak disekitar kita, namun kita tidak mau memakannya karena takut berdampak bagi lambung kita.
Kuncinya sebetulnya diluar makanan pantangan diatas  sebetulnya kita bebaskan saja untuk mengkonsumsinya, sebab respon setiap orang terhadap makanan berbeda-beda dan juga berbeda senssasinya, disinilah uniknya Gerd, nama penyakitnya sama, namun sensasi yang dirasakan setiap orang berbeda-beda.
Kalau makan ini boleh ngak ya?
Ada satu cara untuk mencoba berbagai menu makanan diluar list diatas, caranya adalah dengan mencobanya terlebih dahulu dalam porsi yang tidak banyak. Jika Tubuh terutama lambung langsung berekasi, maka bisa dipastikan makanan tersebut termasuk yang harus kita hindari, Namun jika lambung tidak memberikan reaksi atau gejala sakit, maka makanan tersebut dapat ditambah atau dikonsumsi ulang.
Permasalah lain adalah ketika kita mengkonsumsi untuk yang kedua kalinya ternyata tubuh baru memberikan respon, maka pada posisi ini kita harus cerdas menilai, bahwa makanan tersebut masih aman untuk dikonsumsi, namun tidak dalam porsi yang banyak atau besar.

Pantangan kebiasaan makan untuk penderita asam lambung

1. Makan dalam porsi terlalu banyak
2. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur
2 hal diatas yang kerap kita lupa juga, ketika perut kenyang, lambung mendorong ruang pernafasan keatas, sehingga dada terasa sesak. Bitu pula ketika lambung penuh asam lambung terdorong naik keatas, mengakibatkan refluks di tenggorokan, terasa panas dan tidak nyama di semua area perut, dada dan tenggorongan.
Lalu bagaimana solusinya ketika kekenyangan, disarankan untuk berjalan-jalan ringan dengan tujuan membantu lambung memberi ruang untuk bekerja secara optimal, Jika kita hanya duduk saja dan posisi perut terlipat maka lambung akan semakin tertekan dan asam lambung semakin naik. Perlahan juga kita bisa meminum seteguk air hangat untuk menurunkan kembali asam lambung yang naik. Ingat seteguk saja, tidak banyak.
Ketika kita merasakan kantuk setelah makan disarankan untuk jalan-jalan ringan atau beraktifitas fisik lain, sehingga rasa kantuk akan hilang. bagiamana jika kita sampai tertidur karena ngantuk? selama kita dalam posisi duduk tegak, perut tidak melipat/mendekat ke dada, maka biasanya refluks sam lambung tidak begitu terasa. Namun sayangnya ketika kita tertidur kita tidak sadar merebahkan badan, sehingga refluks asam lambung naik ke kerongkongan pun terjadi. Jadi amannya memang setelah makan sekitar 2 sd 3 sebaiknya memang kita tidak boleh  tertidur. Bagaimana menyiasati agar tidak ngantuk? Jangan makan berlebih, saya mengikuti sunnah rasul, berhenti makan sebelum kenyang. Atau kita atur porsi hanya untuk 10 kali suap.

19. Panduan seorang Mentor

Gerd dan anxiety merupakan penyakit 1001 sensasi yang aneh, banyak yang kita rasakan, namun sulit sekali untuk dipahami oleh orang lain, sekalipun keluarga kita. Mereka sulit memahami karena mereka tidak merasakan bagaimana campur aduknya rasa fisik maupun perasaan yang ada. Mungkin butuh waktu jika mereka ingin memahami apa yang kita rasakan, salah satunya mungkin kita bisa menshare video yang isinya didalamnya penjelasan tentang Gerd dan Anxiety dan juga berbagai sensasi yang ada didalamnya.

Bahkan ketika kita berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter umum atau dokter penyakit dalam hanya akan memberikan penanganan berdasarkan keilmuan yang mereka punyai. Keterbatasan kita saat berkomunikasi dengan dokter juga mengakibatkan kita tidak tahu bagian mana yang penting yang harus ditanyakan. Sehingga informasi bisa jadi tidak sepenuhnya diterima oleh dokter dan dokter menyarankan sebatas informasi keluhan yang diterimanya. PAdahal seperti yang kita ketahui, Gerd mmeiliki 1001 macam sensasi yang mungkin untuk menceritakannya satu persatu pun waktunya sangat panjang. (Kecuali jika dokternya pernah merasakan gerd juga).

Disinilah kita memerlukan mentor yang dapat membimbing kita untuk dapat memperoleh kesembuhan berdasarkan pengalaman mereka dalam mengatasi berbagai kondisi detail ketika mengalami gerd. Anda bisa menemukan nya di berbagai channel youtube.

Apakah kita harus mengikuti semua mentor yang ada?

Jawabannya adalah tidak, ikuti yang paling sesuai dengan yang anda rasakan. Jika sara-saran yang disampaikan dirasakan nyaman dan menenangkan serta terbukti, maka anda bisa mengikuti berbagai informasi yang disampaikannya. Apakah semua yang disampaikan harus diikuti dan dipercayai? Disinilah kita harus pandai menerjemahkan berbagai informasi yang disampaikan oleh para Mentor dengan bijaksana.  

Memahami gerd dan anxiety terlebih dahulu

Saya coba copykan salah satu artikel tentang Gerd dan anxiety di bawah ini, agar kita dapat memahami terkebih dahulu apa itu Gerd dan anxiety.

Penyakit naiknya asam lambung ke kerongkongan (Gastro Esophageal Reflux Disease atau GERD) dan gangguan kecemasan (anxiety) punya keterkaitan erat. GERD adalah kondisi naiknya kembali (refluks) asam lambung dari perut ke kerongkongan. Asam lambung yang terus-terusan naik seminggu dua kali bisa dicuragai sebagai GERD. Sedangkan anxiety adalah gangguan kecemasan yang terjadi intens selama berbulan-bulan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hubungan antara GERD dan anxiety Keterkaitan GERD dan anxiety bak “lingkaran setan”. Studi menunjukkan, gangguan kecemasan dapat memperparah gejala penyakit asam lambung. Namun, beberapa kasus menunjukkan kecemasan dan stres juga menjadi pemicu naiknya asam lambung. Di sisi lain, GERD rentan membuat penderitanya mengalami stres sampai menyebabkan gangguan kecemasan.

Melansir Medical News Today, beberapa riset menunjukkan stres dan kecemasan dapat memicu serta memperburuk penyakit asam lambung. Studi pada 2018 yang melibatkan 16.000 orang menunjukkan, orang yang memiliki riwayat anxiety, peluang mengidap GERD jadi lebih besar.

 Dari hasil pengamatan, ada beberapa alasan mendasar mengapa orang yang punya anxiety cenderung mengalami penyakit GERD:

  • Kecemasan mengurangi tekanan pada
  • sfingter esofagus bagian bawah,
  • atau pita otot yang mengatur buka tutup klep di esofagus.

Saat klep gagal menutup, cairan asam dari perut kembali naik ke kerongkongan. Stres dan kecemasan memicu ketegangan otot, termasuk otot sekitar perut. Hal itu dapat meningkatkan tekanan pada organ dan mendorong asam lambung.

Tingkat kecemasan yang tinggi dapat meningkatkan produksi asam lambung. Studi yang diterbitkan di jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology juga menemukan fakta, penderita GERD merasakan nyeri dan mulas lebih parah saat sedang cemas. Para ahli juga mencatat, GERD menjadi biang utama stres dan kecemasan bagi orang-orang.

Selain itu, riset pada 2019 mengungkap, penderita GERD yang mengalami nyeri dada rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Dari hasil riset, peneliti menyimpulkan banyak penderita GERD yang mengalami nyeri dada lantaran khawatir terserang penyakit serius seperti jantung. Sehingga, mereka cemas. Melihat hubungan antara GERD dan anxiety bak “lingkaran setan” tersebut, ada baiknya penderita menemukan jalan mengobati keduanya untuk memutus mata rantai tersebut.

Beda gejala GERD dan anxiety Kendati punya keterkaitan erat, namun GERD dan anxiety punya gejala berlainan. Gejala GERD umumnya ditandai: Timbul rasa panas seperti terbakar di dada (heartburn) Mual dan sakit perut Nyeri dada dan perut Sulit menelan Muntah Napas berbau tidak sedap

Sedangkan gejala anxiety lebih bervariasi. Namun, beberapa penderitanya umumnya mengalami:

  • Jantung berdebar kencang
  • Gugup atau gelisah
  • Sejumlah otot kedutan
  • Tegang secara fisik dan mental
  • Pernapasan jadi cepat
  • Timbul rasa takut berlebihan
  • Sulit fokus
  • Mengalami masalah pencernaan dan susah tidur

Cara mengatasi GERD dan anxiety Untuk mengatasi GERD dan anxiety,

diperlukan terapi atau pengobatan kombinasi. Melansir Healthline, penderita GERD sekaligus anxiety disarankan berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan kedua gangguan kesehatan tersebut.

Selain perawatan medis dengan obat-obatan yang diberikan dokter, penderita GERD sekaligus anxiety juga perlu menjagah gaya hidup sehat. Antara lain:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat
  • Hindari makanan pemicu asam lambung naik Berolahraga secara teratur
  • Berlatih teknik relaksasi seperti yoga, tai chi, atau meditasi
  • Hindari kafein dan alkohol

GERD dan anxiety juga bisa sama-sama menyebabkan nyeri dada yang mirip gejala penyakit jantung. Segera dapatkan perawatan medis apabila Anda mengalami nyeri dada disertai sesak napas dan sakit lengan atau rahang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Apa Artinya “Lingkaran Setan” GERD dan Anxiety?”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/02/24/072500968/apa-artinya-lingkaran-setan-gerd-dan-anxiety-?page=all.
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 505.103 hits

My Photos gallery