//
archives

Fotografi

This tag is associated with 14 posts

Tips menghemat baterai dan Memory card kamera saat mendaki gunung

Apa yang terjadi jika kita melewatkan moment indah dari objek yang kita lihat untuk diabadikan hanya karena kamera kita kehabisan baterai atau memory card yang penuh. Kesal, marah dan nyesel tentunya. Terlebih jika kasus nya bukan lagi menghemat. Tapi ketinggalan memory dan atau baterai kamera… mewek hahaha….. mau bantingin kamera karena kesal tapi sayang juga… akhirnya mangkel di leher sebab banyak moment indah jadi terlewatkan.

g12_586x186

Intinya Rencanakan apa yang akan lakukan, dan lakukan sesuai rencana. Baca juga artikel terdahlu saya Tips menyiapkan kamera untuk pendakian.

Tips Menghemat baterai

  1. Jika kita mempunyai baterai backup lebih, bawa semuanya. Sebab segala sesuatu mungkin saja terjadi dengan konsumsi baterai kamera kita. Pastikan semua baterai telah di charge penuh sebelum berangkat
  2. Hitung berapa lama kita melakukan perjalanan, misalkan 5 hari, jika perkiraan kita memotret full 2 hari dan sisanya dikumentasi perjalanan maka baterai yang diperlukan sekitar 3-4 baterai.

Lebih bagus lagi jika kita bisa melihat di internet bagaimana kemampuan baterai kita dalam menghasilkan potret. Misal dari situs www.dpreview.com akan dapat diketahui type kamera dan baterai yang digunakan menghasilkan berapa foto untuk satu siklus peng charge an.

  1. Gunakan auto power off pada kamera, sehingga kita jika lupa untuk mematikan kamera, kamera akan mati dengan sendirinya.
  2. Hindari penggunaan Live v iew, sebab LV akan membuat kamera mengkonsumsi baterai lebih banyak, kecuali jika memang tdk ada view finder (rata-rata mirrorless)
  3. Simpan baterai dalam posisi yang kedap udara, terlebih jika udara dingin extreem maka daya batera akan cepat menurun.
  4. Jika kita ingin memotret star trail, Slow speed, atau mode bulb maka bisa dipastikan konsumsi baterai akan lebih banyak terpakai.

 

IMG_0928

Baca lebih lanjut

Tips Menyiapkan kamera untuk pendakian

g12_586x186

Mendaki gunung tanpa membawa kamera?? Seperti makan dengan sayur tanpa garam :D, kenangan dimemory kepala kita mungkin suatu saat hilang secara perlahan seiring dengan waktu. Namun jika ada foto, maka kita akan selalu mengenangnya setiap bagian perjalanan yang dilakukan.

cats122

Bagi saya memotret ketika mendaki akan memberikan motivasi tersendiri ketika kita melihat foto-foto kita di kemudian hari. Bukan untuk menjadikan kita sombong dan ujub. Tapi lebih kearah memotivasi, bahwa kita bisa melangkahkan kaki kecil ini menginjakan bagian kecil dari Bumi Allah ini yang disebut sebagai puncak Gunung.

“Tangkap keindahanNya dengan kamera, jangan ambil apapun dan cukup tinggalkan jejak”

Lihat pada edisi sebelumnya waktu ke burangrang disini atau edisi foto nya semeru disini dan Download majalah fotonya disini.

Kembali ke topik utama tentang bagaimana ‘menyiapkan kamera untuk pendakian’. Apa yang menjadi dasar bahwa kita harus mempunyai perencanaan untuk menyiapkan kamera sebelum mendaki. Berikut ini saya tuliskan beberapa alasannya:

Baca lebih lanjut

Menjejakan kaki di Gunung Burangrang

cats

Kali ini saya kembali menyajikan majalah Digital ketika Menjejakan kaki di Gunung Burangrang bersama rekan-rekan dari Sahabat Alam Rimba (SAR) Bandung Barat.

Perjalanan perdakian terhitung unik, karena kita mencoba kali ini melakukannya pada malam hari.  Silahkan Donload lengkap majalah nya disini –> Burangrang Trip SAR 2014

Majalah Foto Edisi : Bromo The Hidden paradise

COVER

Catatan foto saya tentang Trip ke Gunung Bromo Jawa Timur bersama teman-teman dari Trip to Hidden Paradise. Silahkan Download disini Bromo TTHP eD

Tips – tips untuk menghadapi dan menghilangkan rasa dingin di atas gunung (3)

Trik – trik tidur di suhu yang dingin.

Bagian 3 ini sama Tips – tips untuk menghadapi dan menghilangkan rasa dingin di atas gunung didapat kemarin saat sebelum melaksanakan pendakian bersama teman-teman ke Semeru. Saya tidak mengetahui sumbernya selain dari teman tersebut. Namun bagus sekali untuk dishare kepada rekans lain yang suka mendaki Gunung.

SemeruIMG_2155Narsisd1 900Tips – tips untuk menghadapi dan menghilangkan rasa dingin di atas gunung :

  1. Menggunakan pakaian kering dan tebal seperti jaket, celana panjang, kaos kaki, kupluk dan sarung tangan
  2. Melakukan penyesuaian terhadap suhu dingin (Aklimatisasi) sebelum pendakian atau saat di camping ground
  3. Membuat minuman hangat . Hindari minuman keras karena dapat berakibat fatal. Alkohol yang terkandung di dalam minuman keras dapat melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah dapat menjadi lebih lancar sehingga menimbulkan rasa hangat, namu alkohol dapat menghilangkan kesadaran. Kehilangan kesadaran saat berada di tempat tidak lazim seperti gunung lebih berbahaya dari pada kondisi dingin di gunung.
  4. Membuat api unggun
  5. Makan kananan hangat yang mengandung protein dan karbohidrat seperti nasi, ayam, telor, mi instan dan lain sebagainya, jenis makanan seperti yang disebutkan dapat memberikan rasa hangat dan kondisi badan tetap terjaga di suhu dingin
  6. Hindari menggunakan pakaian yang tidak dapat menahan dingin dengan sempurna seperti jeans, selain berat juga saat tidak baik digunakan dalam kondisi basah
  7. Istirahat yang cukup, berjalan sesuai kemampuan daya tahan tubuh karena jika kurang istirahat dapat membuat kesadaran semakin berkurang, hal ini dapat menyebabkan efek dingin yang semakin terasa menusuk.
  8. Jagalah pakaian yang dibutuhkan untuk tidur tetap dalam kadaan kering
  9. Tidur menggunakan sleeping bag disarankan sleeping bag yang berbahan polar
  10. Hindari tidur diluar tenda, walaupun menggunakan sleeping bag badan berhadapan langsung dengan suhu dingin diluar
  11. Menggunakan alas tenda yang memadai seperti matras standar atau matras alumunium
  12. Makan sebelum tidur untuk menjaga kehangatan
  13. Menggunakan pakaian kering, kaos kaki, kupluk sarung tangan dan jaket cold proof
  14. Tidur berdempetan dengan teman satu tenda juga dapat memberikan rasa hangat

Memotret objek mati di jalanan

Bagian dari yang saya suka ketika melakukan Street Hunting adalah memotret objek mati. Sama sepertihalnya seperti objek hidup, objek mati yang di potret pastilah mempunyai cerita tersendiri. Entah apa ceritanya tapi yang jelas ada cerita dibalik potret objek mati yang ada di jalanan.

Kesan negatif jadul, kumDSCN0240uh, semrawut atau kesan positif patern garis, kerapihan objek yang berjejer merupakan nuasa khas jalanan yang menjadi daya tarik shutter untuk di tekan. Mungkin ketika ditanya cerita apa memang dibalik objek yang kita ambil? kita tidak langsung bisa menjawab. “Mmmm….. ” berpikir sejenak lalu bicara… “mungkin,……sepertinya……, kayaknya…dst”

Yang jelas cerita dijalanan seperti sebuah bola kecil liar berlari lambat dan mata kita seolah tetap ingin terus mengikutinya.

Objek mati sebagai potret jalanan juga menghadirkan cerita dibalik manusia yang terlibat dengan objek jalanan tersebut. Siapa pemilih sepeda diatas, apakah tukang ayam? ataukah pembeli ayam? yang jelas imajinasi kita akan melayang kemana mana bergerak lepas sesuai bagaimana otak kita menterjemahkan cerita dari objek yang tengah kita potret.

Selamat berimajinasi 🙂

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 500.001 hits

My Photos gallery