//
archives

kemerdekaan

This tag is associated with 2 posts

Memaknai Hari Kemerdekaan Negeri ini (untuk Para Generasi Muda)

Setiap tanggal 17 Agustus kita biasa merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita merayakan dengan gegap gempita, riuh tawa dan teriakan kemenangan dari setiap perlombaan. ya… kita tinggal menikmati kemerdekaan ini tanpa harus merasakan bagaimana para pejuang dan founding fathers kita memperjuangkannya. Sekali lagi kita tinggal menikmatinya…
Kita tinggal mengisi kemerdekaan ini dengan karya sesuai dengan cita-cita para pejuang kita. Memberikan kontribusi positif sekecil apapun bagi negeri ini. Menjadi generasi yang diharapkan oleh Agama, Bangsa dan Negara.
Namum beda harapan dan cita-cita dengan kenyataan. Kita menyimak, melihat dan merasakan bagaimana kehidupan para remaja dan pemuda saat ini. Maaf mungkin mereka bebas… tapi tidak memberikan kontribusi positif. Simak saja beberapa kejadian yang ada dimedia. Berpakaian ketat, seks bebas, tawuran, keterlibatan pada jaringan dan pengguna narkoba hingga kriminalitas. Mungkin tidak semua, mungkin hanya seper berapa persen dari jumlah generasi muda ini. Namun tetap, itu bukan harapan dari para pendiri negeri ini.
Indeks pembangunan manusia kita masih rendah, ekonomi kita kita masih terpuruh, politik kita masih carut marut, jerat korupsi kian menggurita dan paling parah kita masih mendengar adanya keinginan untuk memisahkan diri dari negeri ini, negeri yang telah susah payah di merdekakan. Negeri yang dengan waktu dan zaman, tenaga dan fikiran serta darah dan nyawa telah dikorbankan.
Pekerjaan kita masih banyak… Ayo “Bangkitlah negeri ku harapan itu masih ada”.

Kebebasan kita… dihari kemerdekaan

Kebebasan kita setelah reformasi bergulir memang sangat terlihat. Bukan hanya dari bebasnya suara, bukan hanya dari bebasnya berorganisasi, tapi lebih dari itu. Kemarin ada 4 lagi Partai baru yang dimenangkan gugatannya untuk mengikuti Pemilu 2009. Sepintas memang bangsa ini memberikan kebebasn yang luar biasa. Namun disisi lain justru semakin memberikan kebingunangan kepada masyarakat sebagai konstituen. Demokrasi memang harus dinikmati oleh semua orang termasuk konstituen maupun para pendiri Partai Politik.
Adalah hak bagi setiap orang untuk berorganisasi dan mengungkapkan pendapat, namun jangan sampai kita hanya suka sebatas itu. Membuat organisasi, setelah berdiri tidak bisa merawatnya bahwakan ide dan gagasan dan tujuan oraganisasi buyar karena godaan harta dan kekuasaan.
Mengungkapkan pendapat adalah hak pula. Namun bukan hanya sebatas retorika pembungkus kampanye untuk meraup suara. Bukti nyata sangat ditunggu oleh rakyat. Mereka tidak melihat siapa, tapi bertanya apa dan mana buktinya?.
Semoga kebebasan demokrasi ini dapat dimanfaatkan oleh kita dengan baik. 63 tahun bangsa kita telah merdeka.
Jika dilihat dari usia, Indonesia telah sepuh, seharusnya lebih matang dan dewasa. Namun apa boleh dikata, bukti masih menunjukan lain dari harapan kita. Siapa yang salah, yang jelas tugas para founding fathers telah selesai mengantarkan kemerdekaan kita, tinggal kita… Bagaimana mengisinya, bagaimana mengolah segenap sumberdaya negeri ini…
Jangan biarkan negeri ini terhenti karena manusianya sudah tak punya hati, berantas korupsi, ayo “Bangkit bangun negeri. Harapan itu masih ada”.
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-63th.

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 505.875 hits

My Photos gallery