//
archives

korupsi

This tag is associated with 5 posts

Tentang KPK versus Polisi Jilid 3

Curcol malem, sambil ngopi.

Muak sekali nonton TV malam ini 16/02/2015 sebab jika benar apa yang saya tuliskan dibawah ini, maka sejarah mencatat seorang pemimpin yang naik ke tahta pimpinan dengan penuh akal bulus kebohongan.

Tentang #KPKvsPOLRI

1. Kita bangga mempunyai lembaga seperti KPK.
2. KPK lahir dari nafas Reformasi yg digulirkan Rakyat’98
3. Lembaga anti rasuah yg diharapkan dpt menjalankan amanat Reformasi bangsa ini.
4. Semua berharap bahwa KPK adalah lembaga yg turut menegakan keadilan.
5. Siapa yg salah jika terjadi benturan
6. Polisi adalah lembaga penegak hukum dan penjaga stabilitas negara. Pengayom masyarakat.
7. Dan KPK hanyalah lembaga Adhoc
8. Masalahnya sekarang adalah kuatnya kredibilitas KPK dibanding Polisi di mata masyarakat.
9. Wajar karena kepercayaan thdp penegakan hukum pada lembaga polisi dan lembaga level Yudikatif banyak cacat digerus kasus oleh penghuninya.
10. Bagaimanapun KPK hrs didorong ‘baik’ dan polisi sbg lembaga resmi pemerintah hrs terus dibenahi, pastinya lebih sulit, sebab disiplin dan struktur dipolisi berjenjang.
11. Masalah lain adalah masyarakat dengan bentukan opini media menganggap KPK sebagai lembaga TUHAN, tidak mungkin salah dan konyolnya di usahakan untuk kebal hukum dengan alasan menghindari kriminalisasi.
12. Azas “Semua sama dimata hukum” akan hilang jika KPK dikenakan hal tsb.
13. Sekali lagi KPK adalah lembaga yang lahir dari Nafas Reformasi ’98, namun pula bukan lembaga Dewa yg tidak mungkin berbuat salah. Baca lebih lanjut

Lagi dan lagi…. Anggota DPR Korupsi

Baru kemarin kita dikagetkan oleh kasus Al Amin Nasution tentang keterlibatannya dalam kasus suap dengan Sekda Binta Azirwan… kini berita dari senayan muncul lagi… Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa terkena dugaan kasus Tanjung Api-api. Yusuf Emir Faishal, suami dari penyanyai kawakan Hetty Koes Endang. Fantastisnya ternyata uang yang dia dapat juga disebar ke Partai tempat asalnya.

Aduh-aduh makin muak aja dengan tingkah laku para ‘politisi busuk’ ini, berlaga membela rakyat, naik dipilih oleh rakyat eee… ternyata merampok.
Baca lebih lanjut

Seputar Al Amin Nasution (Suapnya atau Niat Mesumnya)

Berita korupsi, suap, pembajakan sepertinya memang tidak ada akhirnya di negeri ini. Namun yang kini tengah merebak ternyata bukan hanya itu. Kasus selingkuh, kasus wanita simpanan balas budi dengan wanita atau ‘hidangan hidup’ (; kata teman saya) sepertinya kini menjadi bagian dari rantai kelakuan bokbrok yang sering dilakukan oleh para ‘pejabat’ kita.
Saya jadi bertanya, sebenarnya bagaimana prosesnya mereka dulu ketika diseleksi oleh partai. Adakah diantara partai yang ada yang mempunyai persyaratan utama bersih moral dan akhlak serta tidak cacat hukum.
Mungkin kini Hukum hanya akan melihat sisi KORUPSInya dari Al Amin, Lalu bagaimana dengan niat mesumnya, apakah hanya akan menjadi angin lalu seperti Yahya Zaeni (Ex Anggota DPR Golkar). Adakah aturan yang akan MENGGUGAT mereka (Amin dan Yahya) untuk dimasukan kedalam Kasus Hukum dan mengantarkan mereka ke ruang ‘pengap’.
Atau hilang seperti angin dan senyap ditengah cuap-cuap euforia berbagai kasus politik lain dan hanya ‘sanksi sosial’ dengan tetap bisa menikmati kekayaan semasa menjabat….
Adakah ‘peradilan’ bagi mereka ? (selain nanti peradilan dihadaanNya)

Download gratis buku saku panduan Basmi Korupsi KPK

Ayo biasakan jujur…. sedari kecil, sedari dewasa, udah tua juga tetep dan dari sekarang juga!!!
silahkan donwload disini : buku_saku_korupsi

Hasil penyadapan Arthalyta (Ayin)-UTG__suap Rp. 6 miliar di Kejaksaan Agung

Sumber milist ICW

wah hancur sudah bangsa ini jika para ‘Penegak Hukum’ nya saja sudah jualan seperti ini, ga tanggung-tanggung jualan hukum miliaran, anda bisa simak dibawah ini hasil percakapannya. Pake ada tawar menawar segala dengan lagi, kurang …. kata UTG.
Yang jelas saya muak sekali ketika di Tv kemarin saya dengar UTG dalam menjawab lebih banyak mengatakan “tidak tahu” atau “saya lupa“.
Sepertinya sepakat jika hukuman mati diterapkan di Negeri ini. Efek jera dari setiap penggerebegan KPK masih KURANG !!!, Jumlah lama tahanan masih bisa dipermainkan. Ada yang bilang bisa di cicil atau juga dipotong-potong oleh remisi dan berbagai sebutan untuk pengurangan masa tahanan.
teman-teman yang baik…

ada beberapa percakapan antara Artalyta (Ayin) dengan beberapa petinggi Kejaksaan Agung yang ditampilkan di persidangan Pengadilan TIndak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam dugaan kasus suap Rp. 6 miliar untuk penghentian Korupsi BLBI. simak di bawah ini Silahkan disebarluaskan.

———— —
Judulnya “Ini buat ngamanin Bos kita semua”. Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 506.934 hits

My Photos gallery