//
archives

marketplace

This tag is associated with 1 post

KETIKA MARKET PLACE MENJADI TEMPAT RESEARCH SANG PEMILIK

***

Boom!!!,

Tiba-tiba sebuah marketplace menjual kerudung dibawah harga pasaran, Rp.9000,- bukan saja dibawah pasaran, tapi benar-benar harga yang tidak rasional dari sisi produksi. Lebih dari itu, yang tidak masuk akal, juga ada iming-iming free ongkir!

Orang tidak akan berpikir panjang. Hukum pasar akan berlaku, pembeli akan mencari harga produk yang paling murah. Maka berbondong-bondonglah masyaralat membeli produk, marketplace menjadi terkenal dari bibir ke bibir. Rating klik naik drastis.

***

Beberapa waktu yang lalu heboh tentang Unicorn dalam bisnis. Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.

Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.

Menyambung cerita yang rame dibicarakan juga kemarin adalah masalah kepemilikan marketplace online. Siapa pemilik nya? Asing kah atau pebisnis pribumi. Lalu bahaya nya apa jika Marketplace online dimiliki oleh Asing?

Oke sekedar mensarikan dari logika saya sebagai orang yang ‘sedang’ terus belajar masalah IT. Kita uraikan dulu bagaimana persepsi umum tentang sebuah marketplace.

  1. Marketplace tempat membeli segala macam kebutuhan, perannya menggeser  fungsi pasar konvesional yang saat ini diambang kebangkrutan massal.
  2. Marketplace surga tempat berbelanja online, orang tinggal menjentikan jari mengetik apa yang dia mau, dan ratusan produk sejenis akan muncul dengan variatif harga. Lucunya variasi harga tersebut kadang bukan dari penjual yang berbeda, tetapi penjual  yang sama dengan berbeda akun.
  3. Pergeseran proses bayar-membayar pun dengan konsep financial technology (fintech) sebagai sebuah tuntutan zaman terjadi ditunjang oleh para penyedia jasa bank.

Ketika Market Place Menjadi Tempat Research Sang Pemilik

Sebuah makrketplace layaknya mesin google dengan crawl engine nya dapat mengcollect semua informasi yang berlangsung pada marketplace tersebut. Sebagai contoh:

  1. Mencatat semua identitas pengguna, terlebih jika sebuah akun emailnya terkoneksi dengan media sosial maka lengkap sudah data profiling akun tersebut bisa dilihat.
  2. Mencatat barang apa yang paling dicari konsumen baik dari sisi spesifikasi barang maupun kualitas original, kw-super hingga level kw-termurah .
  3. Berapa rentang harga yag paling cocok untuk masyarakat umum, konsumen dari suatu daerah, dll

Mungkin saya hanya menuliskan sekilas saja 3 hal diatas, namun itu sudah cukup bagi sebuah marketplace untuk ‘mengendalikan pasar’.

Kemudahan membuat akun sebagai penjual maupun membeli semudah menjentikan jari. Bayangkan Seseorang yang ingin berjualan secara konvensional untuk mempunyai sebuah gerai dan etalase harus melakukan survey lokasi, mencari keocokan harga dengan budget yang dimiliki hingga harus berhitung tentang bagaimana uang mereka berputar selama sebulan dimana tarik menarik antara untung dan cost operational yang harus dikeluarkan.

Namun dengan adanya marketplace online, 5 menit sebuah toko dengan etalasenya bisa dibuat. Maka jutaan produk dalam sekejap langsung diupload ke server marketplace online baik oleh individu maupun para pegiat Usaha Kecil Menengah – UKM. Gelar tiker dan cuap-cuap promosi baik promosi melalui fasilitas yang disediakan oleh system marketplace nya maupun marketing viral melalui media sosial. Harga produk mereka sangat murah, terjangkau oleh pembeli kelas pribumi menengah kebawah.

Namun tidak lama setelah itu…..

Boom !!!

Tiba-tiba sebuah marketplace menjual kerudung dibawah harga pasaran, Rp.9000,- bukan saja dibawah pasaran, tapi benar-benar harga yang tidak rasional dari sisi produksi. Lebih dari itu, yang tidak masuk akal, juga ada iming-iming free ongkir!

Orang tidak akan berpikir panjang. Hukum pasar akan berlaku, pembeli akan mencari harga produk yang paling murah. Maka berbondong-bondonglah masyaralat membeli produk, marketplace menjadi terkenal dari bibir ke bibir. Rating klik naik drastis.

Itulah hasil action Sang pemilik market place yang mengolah data dan menyajikannya dalam sebuah hasil analisis lengkap dengan judul ‘Siap menguasai pasar’.

Tidak aneh jika dalam hitungan bulan para penjual konvensional, UKM maupun individu dibuat rontok berjatuhan. Jadi?

Itulah kesimpuan kenapa kepemilikan sebuah marketplace online itu penting. Dengan teknologi informasi dunia memang tanpa atas. Namun disinilah letak pentingnya peran pemerintah dalam membuat sebuah kebijakan, saya bersepakat perlu adanya regulasi tentang kepemilikan sebuah marketplace online yang tentunya harus memihak rakyat dan bangsa ini. Jika tidak mau mengikuti aturan, blok saja web nya agar tidak bisa dengan mudah dibua didalam negeri ini.

Solusinya apa?

Saat ini saya hanya bisa menyarankan belanjalah seperlunya dan usahakan kepada sesama anak bangsa, mereka memang banyak bergerilya melalui media sosial maupun web sendiri.

RS Melinda 1 Bandung

Senin siang, nemenin si cantik.

Iklan

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 480.653 hits

My Photos gallery

Iklan