//
archives

pemilu

This tag is associated with 8 posts

Kita, Pemilu serta Negara Aku (Bagian II)

Kita memang terbiasa kecewa untuk kemudian pergi meninggalkan apa yang sudah kita buat… dan membuat sesuatu yang baru.. Only in Indonesia… ketika pemilu diikuti oleh 40 partai lebih… dan masih ada yang mengatakan saya GOLPUT.
Pernahkah kita berfikir apakah kita pernah mencari tahu diantara sekian banyak partai tersebut ada yang sesuai atau mendekati dengan keinginan kita…
Emosi kita terkadang mengalahkan rasio kita yang sebenarnya sadar bahwa ada sesuatu yang benar.
Saya bingung ketika ada anak kecil yang mengatakan golput yes…
apa yang akan kita jelaskan kepada mereka tatkala bertanya apa keuntungan dari Golput??
apakah kita akan mengatakan merdeka dan pembangunana lebih maju???
Pemilu ini hanya salah satu ikhtiar yang diupayakan untuk mengakomodir pendapat manusia. Dan apa yang dibuat oleh manusia bukanlah sistem yang sempurna. Kita menjadi apatis ketika melihat bagaimana tindak tanduk para pelaku politik yang menyengsarakan rakyat. Namun kita hanya menggerutu tanpa mau berbuat lebih.
Kita kerap Bangga dengan demokrasi yang ada di negara lain. Namun sedikit dari kita yang mencoba mewujudkan demokrasi yang baik di negara kita.
Negara ini adalah negara besar yang mempunyai cita-cita luhur yang kerap ditorehkan oleh para sespuhnya. Namun mungkin itu hanya sebatas dalam kertas dan prasasti.
Ah sebenarnya saya tidak tega ketika para anak-anak jalanan, pengemis , rakyat kecil yang kerap dibohongi oleh para politisi, saya hanya berfikir bahwa yang bisa menolong mereka adalah kita… menyingkirkan para politisi busuk yang ada di parlemen.
Maka dengan ini kita bisa mengatakan Ini Bangsa aku, bangsa Indonesia.

Agus Nugroho (Jaringan Muda untuk pencerdasan Politik)

Tentang pembelajaran PEMILU

PEMILU presiden 5 Tahun 1 kali
PEMILU LEGISLATIF 5 Tahun 1 kali
PILKADA Gubernur 5 Tahun 1 kali
PILKADA Bupati/Walikota 5 Tahun 1 kali
Pilkades 3 tahun Tahun 1 kali
PILRW 2 tahun Tahun 1 kali
PILRT 1 tahun Tahun 1 kali

Caleg Artis… artis yang jadi caleg… Trus presisdenya siapa??

Memang pusing jika memikirkan Pemilu 2009, banyak yang ‘aneh’ dan ‘nyeleneh’, setelah jumlah partai peserta pemilu kembali bertambah 4 partai. Kini ada cerita lain yang menarik, yaitu fenomena munculnya banyak artis yang membonceng partai untuk melenggang ke senayan. Saya sebenernya heran tentang bagaimana pola kaderisasi dan jenjang pengkaderan serta jenjang karier dari partai yang mencalonkannya. Idealnya seorang calong anggota legislatif harus matang atau setidaknya punya pengalaman dalam berpolitik, misalnya artis yang juga pengamat politik, misalnya artis yang juga pengurus politik atau misalnya artis yang juga pernah kuliah tentang masalah politik. Tapi ini beda jika artis tersebut belum punya pengalaman apapun, bagaimana mereka bias bersidang dan menghasilkan perundang-undangan yang akan ditaati oleh seluruh warga negeri ini.
Bagaimana jika ada partai yang pengurus dan anggotanya artis semua, sepertinya dengan boomingnya tayangan sinetron dan film partai ini yang akan menang. Mereka bias dengan mudah melakukan kampanye dan tanpa kampanye pun mereka akan mudah dikenal dengan kemunculannya di TV. Bukankah sekarang sedang ngtrend semua serba idol (idol adalah dia yang ngtrend sering muncul di TV). Mmh… lalu siapa yang jadi presiden??? Pak Raam Punjabi kayaknya jadi presiden nya .. 😀

Janji di 2009, dari mulai kenaikan gaji PNS hingga kesejahteraan..

Genderang perang pemilu telah ditabuh. Kita bisa lihat saat ini, siapa yang bermabisi, dia yang mengobral janji. Kiranya perlu sedari sekarang kita menyiapkan catatan kita. Catat apa yang mereka janjikan kepada kita. Catat tentang apa yang akan mereka lakukan jika jadi penguasa. Gaji PNS naik, kesejateraan, pembangunan jalan, janji tidak korupsi, janji untuk memberikan gaji yang merka dapat.
Saya sempat terfikir, bagaimana mereka berfikir ringan tentang janji mereka. Padahal mereka dipilih untuk menjadi abdi atau pelayan bagi penduduk negeri ini. Ngeri sekali ketika mendengra bahwa suatu saat yang akan diminta pertanggung jawaban adalah para pemimpin. Bagaimana mereka menjalankan amanah, dan bagaimana mereka memimpin negeri ini. Apakah membawa keshalehan kepada ummat atau ummat akan selalu dicekoki oleh berhala duniawi.

Semoga dan semoga akan ada pemimpin yang amanah di 2009.

Penguasa memang Berkuasa

Sehari menjelang pemilihan Walikota Bandung ada yang aneh. Setidaknya 6 surat kabar Lokal besar dan kecil menayangkan iklan Dada Rosada dan Ayi Vivananda. For me it doesn’t matter… Saya ga ikut milih karena bukan orang Bandung (kota). Namun ada yang menggelitik, Jika kita sudah tahu bagaimana sebuah aturan, mengapa beramai-ramai dilanggar, dan tidak tanggung-tanggung Surat kabar besar.
Jika media sudah tidak mencerdaskan rakyatnya, membohongi dan menjadikan Politik (sorry; mungkin sebagai sumber penghasilan), bagaimana Rakyat akan “mempercayai” setiap proses demokrasi yang terjadi. Bukankah selama ini Rakyat sudah semakin jenuh dengan proses panjang (pemilihan yang dalam kurun waktu 5 tahun rakyat melakukan pemilihan sebanyak 7 kali). Bukankah rakyat sudah bosan akan janji dan kelakuan para penguasa yang congkak!.
Ketika rakyat menagis karena BBM naik dan harga meroket tinggi, kita mendengar para wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat ‘bersama-sama’ melakukan korupsi.
Jika saya jadi Dada Rosada, saya akan malu ketika terpilih melalui proses yang tidak Fair. Jika saya jadi Dada Rosada mungkin saya akan malu ketika melihat gambar sendiri ada di media sehari menjelang pemilihan.
Masyarakat kita semakin cerdas, namun masih banyak yang bisa dikelabui, biaya, waktu dan tenaga adalah harga mahal untuk sebuah kata Demokrasi di negeri ini. Semoga Bandung menjadi lebih baik. Selamat memilih.

Dinamika Sosial Budaya PKS

Menarik untuk mnyimak Tulisan dari Sapto Waluyo yang dikutip dari Koran Sindo…
Keunikan dan cara mereka berpartai saat ini telah nyata membalikan tentang berbagai logika, strategi dan cara berkampanye sepertihalnya kebanyakan partai…
….
Karakter PKS mengkristal dan mencapai kulminasi dalam Pemilu 2004. Sejak itu
perkembangan nasyid bergulir cepat, sehingga muncul genre alternatif. Ada nasyid
parodi (Gondes Semarang) yang mengadopsi teknik Project P.Nasyid “klangenan” seperti
Justice Voice (Yogyakarta) dan nasyid rap berbahasa Sunda (Ebiet Beat A dari Bandung).

Banyak pengamat mencermati kebangkitan Partai Keadilan Sejahtera sebagai bukti
kemampuan partai politik (parpol) Islam untuk mengemas isu-isu publik, semisal
antikorupsi dan pelayanan sosial.
Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 499.998 hits

My Photos gallery