//
archives

politik

This tag is associated with 10 posts

Tentang KPK versus Polisi Jilid 3

Curcol malem, sambil ngopi.

Muak sekali nonton TV malam ini 16/02/2015 sebab jika benar apa yang saya tuliskan dibawah ini, maka sejarah mencatat seorang pemimpin yang naik ke tahta pimpinan dengan penuh akal bulus kebohongan.

Tentang #KPKvsPOLRI

1. Kita bangga mempunyai lembaga seperti KPK.
2. KPK lahir dari nafas Reformasi yg digulirkan Rakyat’98
3. Lembaga anti rasuah yg diharapkan dpt menjalankan amanat Reformasi bangsa ini.
4. Semua berharap bahwa KPK adalah lembaga yg turut menegakan keadilan.
5. Siapa yg salah jika terjadi benturan
6. Polisi adalah lembaga penegak hukum dan penjaga stabilitas negara. Pengayom masyarakat.
7. Dan KPK hanyalah lembaga Adhoc
8. Masalahnya sekarang adalah kuatnya kredibilitas KPK dibanding Polisi di mata masyarakat.
9. Wajar karena kepercayaan thdp penegakan hukum pada lembaga polisi dan lembaga level Yudikatif banyak cacat digerus kasus oleh penghuninya.
10. Bagaimanapun KPK hrs didorong ‘baik’ dan polisi sbg lembaga resmi pemerintah hrs terus dibenahi, pastinya lebih sulit, sebab disiplin dan struktur dipolisi berjenjang.
11. Masalah lain adalah masyarakat dengan bentukan opini media menganggap KPK sebagai lembaga TUHAN, tidak mungkin salah dan konyolnya di usahakan untuk kebal hukum dengan alasan menghindari kriminalisasi.
12. Azas “Semua sama dimata hukum” akan hilang jika KPK dikenakan hal tsb.
13. Sekali lagi KPK adalah lembaga yang lahir dari Nafas Reformasi ’98, namun pula bukan lembaga Dewa yg tidak mungkin berbuat salah. Baca lebih lanjut

Kita, Pemilu serta Negara Aku (Bagian II)

Kita memang terbiasa kecewa untuk kemudian pergi meninggalkan apa yang sudah kita buat… dan membuat sesuatu yang baru.. Only in Indonesia… ketika pemilu diikuti oleh 40 partai lebih… dan masih ada yang mengatakan saya GOLPUT.
Pernahkah kita berfikir apakah kita pernah mencari tahu diantara sekian banyak partai tersebut ada yang sesuai atau mendekati dengan keinginan kita…
Emosi kita terkadang mengalahkan rasio kita yang sebenarnya sadar bahwa ada sesuatu yang benar.
Saya bingung ketika ada anak kecil yang mengatakan golput yes…
apa yang akan kita jelaskan kepada mereka tatkala bertanya apa keuntungan dari Golput??
apakah kita akan mengatakan merdeka dan pembangunana lebih maju???
Pemilu ini hanya salah satu ikhtiar yang diupayakan untuk mengakomodir pendapat manusia. Dan apa yang dibuat oleh manusia bukanlah sistem yang sempurna. Kita menjadi apatis ketika melihat bagaimana tindak tanduk para pelaku politik yang menyengsarakan rakyat. Namun kita hanya menggerutu tanpa mau berbuat lebih.
Kita kerap Bangga dengan demokrasi yang ada di negara lain. Namun sedikit dari kita yang mencoba mewujudkan demokrasi yang baik di negara kita.
Negara ini adalah negara besar yang mempunyai cita-cita luhur yang kerap ditorehkan oleh para sespuhnya. Namun mungkin itu hanya sebatas dalam kertas dan prasasti.
Ah sebenarnya saya tidak tega ketika para anak-anak jalanan, pengemis , rakyat kecil yang kerap dibohongi oleh para politisi, saya hanya berfikir bahwa yang bisa menolong mereka adalah kita… menyingkirkan para politisi busuk yang ada di parlemen.
Maka dengan ini kita bisa mengatakan Ini Bangsa aku, bangsa Indonesia.

Agus Nugroho (Jaringan Muda untuk pencerdasan Politik)

Ayo mencontreng!!!

bannerkpu_300x120_-_02

Orang partai yang berpindah partai…

saya kutip dari Detik.com dan sedikit di edit/ditambah dengan informasi lain.
Jakarta – Di dunia politik, pindah kendaraan partai politik (parpol) adalah hal biasa yang dilakukan politisi. Setiap kali lima tahun pindah partai politik juga ada. Menyongsong Pemilu 2009, sejumlah politisi menjadi caleg dari parpol yang berbeda dibanding 2004 dan 1999 lalu.

Siapa saja mereka? Berikut di antaranya:

1. Zaenal Ma’arif. Sebelum tahun 2004 berlabuh di PPP. Tahun 2004 berlabuh di Partai Bintang Reformasi (PBR). Tahun 2009 masuk gerbong Partai Demokrat (PD). Uniknya Zaenal Ma’arif dulunya pernah berseteru dengan SBY dan sempat di mejahijaukan.

2. Rieke Dyah Pitaloka. Sebelumnya artis ini aktif di DPP PKB. Namun, sudah beberapa waktu lalu pindah ke PDIP. Sekarang Rieke jadi caleg PDIP dari Dapil Jabar II. Rieke dulu pernah lantang bersama Gus Dur dan Ratna Sarumpaet dalam menolak Undang-undang Anti Pornografi.

3. Chatibul Umam Wiranu. Mantan anggota FKB DPR ini sempat terkenal pada periode 1999-2004. Namun pada 2004-2009 nama dia tidak lolos masuk Senayan. Kali ini, Chatibul Umam menjadi caleg dari PKNU.

4. Budiman Sudjatmiko. Tahun 1999 lalu, dia adalah Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD). Konon para petinggi PRD sangat sulit untuk menyebarkan ideologinya yang dulu diusung di PRD, bahkan ketika mereka mulai muncul dengan nama baru yaitu Papernas (Partai Pembebasan Nasional), Papernas harus berhadapan dengan serbuan FPI dan beberapa oraganisasi Islam yang menganggap mereka sebagai organisasi dengan ideology berbahaya. Namun, setelah Pemilu 2004, dia gabung ke PDIP. Kini, Budiman jadi caleg PDIP dari Dapil Jateng VIII Baca lebih lanjut

Dinamika Sosial Budaya PKS

Menarik untuk mnyimak Tulisan dari Sapto Waluyo yang dikutip dari Koran Sindo…
Keunikan dan cara mereka berpartai saat ini telah nyata membalikan tentang berbagai logika, strategi dan cara berkampanye sepertihalnya kebanyakan partai…
….
Karakter PKS mengkristal dan mencapai kulminasi dalam Pemilu 2004. Sejak itu
perkembangan nasyid bergulir cepat, sehingga muncul genre alternatif. Ada nasyid
parodi (Gondes Semarang) yang mengadopsi teknik Project P.Nasyid “klangenan” seperti
Justice Voice (Yogyakarta) dan nasyid rap berbahasa Sunda (Ebiet Beat A dari Bandung).

Banyak pengamat mencermati kebangkitan Partai Keadilan Sejahtera sebagai bukti
kemampuan partai politik (parpol) Islam untuk mengemas isu-isu publik, semisal
antikorupsi dan pelayanan sosial.
Baca lebih lanjut

Tujuh Gurita Memburu Laba

GATRA Edisi 35/2008
Dana US$ 3 trilyun siap ditanam di berbagai belahan dunia. Tahun 2015, jumlahnya diperkirakan mencapai US$ 12 trilyun. Di samping Jepang dan Brasil, puluhan negara sedang berlomba mendirikan badan pengelola dana kekayaan negara. Ini bukan dana biasa –seperti cadangan devisa negara– yang lazim dikendalikan bank sentral atau otoritas moneter. Simon Johnson, Direktur Departemen Riset IMF, mendefinisikan SWF sebagai aset dalam bentuk mata uang asing yang dimiliki suatu pemerintahan. Dana yang sepenuhnya dimiliki suatu negara itu bisa juga berasal dari pembayaran atas sumber daya alam, pajak, atau dana pensiun. Baca lebih lanjut

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 499.998 hits

My Photos gallery