//
archives

semeru

This tag is associated with 4 posts

Mahameru

IMG_2013-B

by Dewa 19

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…Menatap jalan setapak
Bertanya – tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Baca lebih lanjut

Rafting @ Sungai Amprong kawasan TNBTS

Rafting akan mengarungi sungai Amprong yang memiliki karakter yang unik untuk berarung jeram, sungai yang tidak terlalu lebar dan debit air yang tidak terlalu deras menjadikan spot rafting ini cocok pagi pemula. Disamping itu, kita dapat menikmati suasana desa dan kesejukan di Sungai Amprong. Kuranglebih 2 jam sekitarada 7 perahu mengarungi sungai amprong dengan rute tempuh 5km

Disambut dengan jeram welcome kami semua mulai mengekspresikan kecintaan kami terhadap olahraga ini. selanjutnya ada jeram Batu Tumpuk dan dilanjutkan dengan jeram Batu Gajah, Jeram Bejo 1, dan masih banyak lagi jeram menantang lainnya. Setengah perjalanan kami lewati, dan kini saatnya kami dihadapkan dengan jeram maskot di sungai ini. “Jeram Loading”. Terbentuk karena penyempitan penampang sungai yang kanan kirinya dihimpit oleh batuan besar dan memiliki lintasan berkelok dari kiri ke kanan, dan dilanjutkan dengan penampang melebar yang kemudian menjorok patah sedalam 4 m.

.10171301_10203145866320254_8235941687110981186_n 10259331_10203145965962745_8903003118703783817_n Baca lebih lanjut

Jejak-jejak Kecil Menuju Semeru

IMG_0928Tulisan-tulisan ini terkumpul pada dinginnya malam, lelahnya kaki dan pegalnya bahu, dalam perjalanan meniti setiap bukit dan jalanan setapak.

Berderet pada layar handphone tertulis huruf demi huruf, mewakili suasana hati saat terseok meniti waktu.

Sekedar membukukan ulang bersama foto yang mewakilinya, semoga ada pelajaran dari renungan kecil ini, bukan untuk berbangga, namun mencoba melunakan hati yang kerap angkuh lupa akan kuasaNya.

Mendaki bukan untuk berbangga-bangga, sebab setinggi gunung apapun yang kita daki, tetaplah, “diatas gunung ada gunung”, dan setinggi-tingginya sesuatu hanya Dia yang kuasa akan segalanya.
Mendaki adalah mendekatkan diri kepadaNya melalui ciptaanNya, bukan merupakan pelarian dan berlepas lelahnya dari menjalani hidup.

Bentangan langit biru yang luas, hijaunya alam, dinginnya malam serta hangatnya mentari pagi adalah teman untuk menempa diri, mencoba menjadi kuat dengan mendekap KuasaNya.

Dekaplah alam, sebagi teman dan shahabat, sebab dia adalah guru yang sangat berharga yang tanpa bosan akan mengajarkan kepada kita akan makna hidup dan kerasnya sebuah perjuangan.

Jejak-jejak kecil menuju Semeru
28 Desember 2013 – 3 Januari 2013

Kenapa kau langkahkan kakimu
meninggalkan rumahmu yang nyaman?
Kenapa kau tinggalkan peraduanmu dan
tarik selimut hangatmu?
Kenapa kau bersusah payah berjalan dalam
kegelapan?
Kenapa kau cari suasana sepi dan dingin?
Kenapa kau biarkan matamu banyak
terbuka menahan kantuk?
Kenapa kau biarkan dirimu lelah menahan
sakitnya kaki dan pegalnya pundakmu?
Jawabku adalah, sebab terlalu sayang
waktuku hilang untuk tidak menikmati dan
mensyukuri betapa besar ciptaanNya.

Sebuah keheningan yang mendekatkan ku kepadaNya, disini..diatas tanah yg kupijakan ini.

Bukanlah gunung tinggi yg telah kau takhlukan, manakala kakimu perpijak ditanah yang paling tinggi.
Namun dirimulah yg telah kau takhlukan.
Kau takhlukan ketakutanmu…
kau takhlukan rasa lelahmu…
Kau takhlukan rasa malasmu…
Kau takhlukan jiwa lemah dan mental pengecutmu…

Namun tetap ingat, bahwa setinggi-tingginya gunung yg kau daki, masih ada Dia yg lebih tinggi.

Adalah perjuangan yg dapat melupakanmu dari rasa lelah saat mendaki…
Adalah kerja keras dan kaki yg kuat yang dapat membuat kau lupa akan lamanya waktu dan tingginya jalan yang dilalui…

Bukanlah kaki ini yang membuatku sampai disini
Bukanlah tangan ini yang kuat meraih keatas
Bukanlah tubuh ini yang membawa raga ini berpijak diatas
Namun Dia yang mengajakmu untuk terus melangkah…melangkah dan melangkah untuk menikmati sajian keindahanNya.

Biarkan Dia menyapa mu dalam keheningan, sebab dalam keheningan ini pun Dia lebih tahu dari apa yang kau inginkan.

Bicaralah kepadaNya dalam keheningan ini, dengan lirih dan penuh harap, berilah kekuatanMu untuk mengarungi perjalanan panjang ini.

Bahwa tanah yang kau pijak ini adalah sebagian kecil saja dari kuasanya. Untuk itu tundukan lah jiwa dan ragamu dihadapanNya.

Boleh saja kita mendengar banyak suara ditengah keramaian, namun sedikit sekali makna yg kau dapatkan. Biarkan hening yg membisikanmu beberapa bait kata. Namun kaya akan makna yang akan kau ingat.

Setiap jiwa akan membutuhkan waktu untuk beristirahat, dan sambutlah dia dengan sukacita manakala dia datang.

Kenapa banyak yang yang berteriak cinta namun membisu dalam makna, mengapa mereka bertepuk dada sebagai pahlawan namun tidak dalam nyata. Jangan kau tanya kenapa Dia marah dan tidak tersenyum ramah kepadamu.

Biarkanlah keheningan ini yang mengajarkanmu berjiwa besar
Biarkanlah keheningan ini yang membuatmu tunduk dalam kesederhanaan
Biarkanlah keheningan ini yang memberimu kekuatan saat kau berpijak dikeramaian
Biarkan keheningan ini yang menyampaikan betapa Maha Kuasa Nya Dia.

Ketika ku menemukanMu dikeheningan ini, dan biarkanlah sesaat ku memeluk AgunganMu

Seluas bentangan langit yang kulihat dari pijakan kaki ini, tak berawal dan tak berbatas, seperti CintaMu kepada kami. Alhamdulillahirabbil a’lamiin

Biarkan mata ini memandang putihnya bentangan kabut langitMu, mengagumi kuasa dan kebesaranMu.

Ketika keheningan lebih banyak memberimu makna. Maka biarkan Dia menyapamu, sebagai yang maha penyaji atas kuasa ciaptaanNya.

Sebagaimana badai yg pergi menghilang, maka akan ada langit yang cerah bersinar
Begitupula senyum kita yg terpancar ketika kaki menginjakan kaki di puncak tujuan.
Alhamdulillah, jika bukan karena kuasaMu, maka kaki kecil ini tak akan sanggu melangkah.

Sepertihalnya jalan hidup yg tidak mungkin selalu lurus.
Maka kami temui jalan yg terjal mendaki, kelokan dan jurang, terpaan angin dan panas, pijakan yg rapuh dan langit yg berembun.
Jalanan yg licin serta angin yg menghempaskan.
Segala sesuatu harus diraih bukan dengan harga murah, namun dengan kerja keras dan keyakinan.

Sebagaimana keheningan dan gelapnya malam, maka yakin karena semakin gelap malam maka sebentar lagi pagi akan menjelang.
Maka keheningan dan kegelapan akan berubah menjadi keramaian dan cahaya.

Sebagai mana embun yang bertugas menghiasi pagi, mereka kecil, namun tanpanya kesejukan pagi akan hilang, maka jadilah manusia yg bemberi sekecil apapun.

Hanya Dia yg diatas dan kaki ini yg akan menghantarkan tubuh ke atas. Bukan karena kaki dan badanmu.

Alam bukan untuk dilawan
Namun dekaplah dia sehingga hangat dan dinginnya menyatu dalam diri, biarkan Dia menyapa dengan riuhnya angin yang damai, serta heningnya yang menguatkan.

Hanya kaki yg kuat, mata yg selalu terjaga, pikiran yang terus berpacu yg akan menghantarkan kita menuju puncak.

Ada dingin, ada angin, dan Ada panas,
Semua hilang berganti dengan senyuman tatkala kaki kita menginjakan kaki di atas tanah ini.

Biarkan hening sesaat menemanimu
Sebab dalam hening ini ada energi besar yg kita dapat.

Setiap perjalanan pastilah ada tujuan,
Sejenak kau berhenti, untuk sekedar melepas lelah, dan segeralah bergegas, sebab perjalanan harus terus dilanjutkan

Mendaki ciptaanMu saja kami tidak sanggup ya Allah
Apalagi kami ingin melawan kuasaMu
Tundukannlah hati ini ya Allah
Namu kuatkanlah kaki kami sekokoh ciptaanMu

Bagi yang ingin melihat Album pendakian chapter tentang Reungan ini bisa di download disini : Lebih dekat denganMu diatas sana

Majalah Foto : Lebih dekat denganMu diatas sana

Catatan foto perjalanan sepanjang jalan menuju Semeru (3676 Mdpl), 28 Desember 2013 – 3 Januari 2014

covVersi PDF silahkan Download Majalah Chapter 2 Lebih dekat denganMu diatas sana versi 02

Me

KSA KBB

my topics

my files

Blog Stats

  • 508.882 hits

My Photos gallery